cari

Tampilkan postingan dengan label pembangunan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pembangunan. Tampilkan semua postingan

Perkembangan sosial masyarakat setelah di bangunnya sarana transportasi di desa kampung baru dusun 5

BAB I
PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang
Transportasi merupakan sarana yang sangat penting dalam menunjang keberhasilan pembangunan terutama dalam mendukung kegiatan perekonomian masyarakat dan perkembangan wilayah baik itu daerah perdesaan maupun daerah yang lainnya. Sistem transportasi yang ada dimaksudkan untuk meningkatkan pelayanan mobilitas penduduk dan sumberdaya lainnya yang dapat mendukung terjadinya pertumbuhan ekonomi didaerah ini menyebabkan pengurangan konsentrasi tenaga kerja yang mempunyai keahlian dan ketrampilan pada wilayah tertentu, selain itu transportasi juga untuk membuka peluang kegiatan perdagangan antar wilayah dan mengurangi perbedaaan antar wilayah sehingga mendorong terjadinya pembangunan antar wilayah. Dengan adanya transportasi harapannya dapat menghilangkan isolasi dan memberi stimulan ke arah perkembangan di semua bidang kehidupan, baik perdagangan, industri maupun sektor lainnya merata disemua daerah.
Transportasi sangat penting peranannya bagi daerah baik itu perdesaan atau daerah semi urban atau urban di negara-negara yang sedang berkembang, karena menyediakan akses bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan barang dan jasa sehari-hari, serta meningkatkan kehidupan sosial ekonomi. Akses terhadap informasi, pasar, dan jasa masyarakat dan lokasi tertentu, serta peluang-peluang baru kesemuanya merupakan kebutuhan yang penting dalam proses pembangunan.
Dengan dibangunnya sarana transportasi, kegiatan ekonomi masyarakat, pemberdayaan masyarakat, khususnya dalam pembangunan pada kawasan yang mempunyai potensi ekonomi tinggi akan lebih mudah dikembangkan. Kegiatan ekonomi masyarakat ini akan berkembang apabila mempunyai prasarana dan sarana transportasi yang baik untuk aksesibilitas. Aksesibilitas ini dapat memacu proses interasi antar wilayah sampai ke daerah yang paling terpencil sehingga tercipta pemerataan pembangunan.
Kajian transportasi dan perkembangan wilayah memiliki dimensi persoalan dengan rentang yang luas dan kompleks. Oleh karena itu untuk dapat memahami pola kerja transportasi dan aksesibilitas, dituntut untuk memiliki pandangan yang luas tidak hanya pada satu bidang kajian ilmu saja.

1.2  Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan diatas, maka dapat   dirumuskan masalah sebagai berikut: Bagaimana Perkembangan sosial masyarakat setelah di bangunnya sarana transportasi di desa kampung baru dusun 5?

1.3 Tujuan Penelitian
 Berdasarkan rumusan masalah diatas, yang menjadi tujuan penelitian ini adalah: Menjelaskan Perkembangan sosial masyarakat setelah di bangunnya sarana transportasi jalan di desa kampung baru dusun 5.


1.4  Hipotesis
Berkaitan dengan judul penelitian, latar belakang dan rumusan maslah yang telah disampaikan maka peneliti menarik hipotesis, bahwa : pembangunan sarana transportasi didesa kampung baru memberi pengaruh yang baik terhadap perkembangan sosial masyarakat.

1.5 Manfaat Penelitian
Dengan adanya penelitian ini diharapkan akan memberikan manfaat agar pembaca mengetahui pengaruh pembangunan transpotasi jalan terhadap perkembangan sosial masyarakat didesa kampung baru RW 05.





BAB II
LANDASAN TEORI


2.1 Sejarah Pertumbuhan Transportasi.
Sejak dahulu kala trasportasi telah digunakan dalam kehidupan masyarakat. Hanya saja alat angkut yang digunakan bukan seperti sekarang ini. Sebelum tahun 1800 alat yang digunakan adalah secara manual atau tenaga manusia, hewan dan sumber tenaga dari alam. Pengangkutan barang-barang dalam jumlah kecil dan membutuhkan waktu yang cukup lama.
Antara tahun 1800-1860 transportasi telah mulai berkembang dengan dimanfaatkannya sumber tenaga mekanis seperti kapal uap, kereta api yang banyak digunakan dalam dunia perdagangan.
Pada tahun 1860-1920 telah ditemukan kendaraan bermotor, pesawat terbang dalam masa ini angkutan kereta api dan jalan raya memegang peranan yang sangat penting. Dalam tahun 1920 trasportasi telah mencapai tingkat peekembangan pada puncaknya (mature) dengan sistem transportasi multi modal (multi modal sistem).
Transportasi sebagai dasar untuk pembangunan ekonomi ini dan perkembangan masyarakat serta pertumbuhan industralisasi. Dengan adanya transportasi menyebabkan adanya sepesialisasi atau pembagian pekerjaan sesuai dengan bidang keahlian yang dimiliki.
Pertumbuhan ekonomi suatu negara atau bangsa tergantung pada tersedianya pengangkutan (transportasi) dalam negara atau bangsa yang bersangkutan. Dalam hal ini dengan menggunakan transportasi dapat menciptakan suatu barang atau komoditi yang berguna menurut waktu dan tempat.
Dalam transportasi kita dapat melihat dua kategori yaitu :
1.    Pemindahan bahan-bahan dan hasil produksi dengan menggunakan alat angkut.
2.    Mengangkut penumpang dari satu tempat ke tempat lain.
Transportasi ialah kegiatan pemindahan barang (muatan) dan penumpang dari satu tempat ketempat yang lain. Dalam trasportasi ada dua unsur yang terpenting yaitu:
a.   Pemindahan atau pergerakan (muatan).
b.   Secara fisik mengubah tempat dari harga (komoditi) dan penumpang ke tempat lain.
Pembagian fungsi trasportasi dapat di golongkan atas dua bagian :
a.   Angkutan penumpang : untuk pengangkutan penumpang digunakan mobil atau kendaraan pribadi dan alat angkut lainnya.
b.   Selain kendaraan pribadi yang untuk mengangkut penumpang, digunakan pula kendaraan umum seperti bis, pesawat udara, kereta api, kapal laut, kapal penyeberangan, dan pelayaran samudra luar negeri.
2.2  Kegunaan Transportasi
Transportasi tentu sangat berguna dalam kehidupan manusia terutama dalam kehidupan sosial dalam masyarakat. Berikut ini adalah beberapa kegunaan traportasi.
1. Lebih efisien waktu 
Masyarakat yang biasanya kerja dengan lokasi yang berada jauh dari rumah tentunya sangat menyita waktu,tidak jarang dari mereka menyewa tempat tinggal untuk rumah sementaa mereka. Dengan adanya kendaraaan,masyarakat tidak perlu direpotkan lagi oleh hal seperti penyewaan rumah.

2. Lebih menghemat uang
Mereka yang seharusnya mengeluarkan uang untuk penyewaan rumah atau semacamnya akan lebih dimudahkan.

3. Harganya lebih terjangkau 
Mengapa tidak, kendaraan itu merupakan suatu barang yang terjangkau karena hampir semua orang mempunyainya.

2.3 Manfaat Transportasi
1. Manfaat Sosial 
Transportasi memiliki berbagai manfaat bagi kehidupan manusia yang meliputi : Dalam kehidupan sosial / bermasyarakat ada bentuk hubungan yang bersifat resmi, seperti hubungan antara lembaga pemerintah dengan swasta, maupun hubungan yang bersifat tidak resmi, seperti hubungan keluarga, sahabat, dan sebagainya. transportasi sangat membantu dalam menyediakan berbagai fasilitas dan kemudahan, seperti:
a.     Pelayanan untuk perorangan maupun kelompok 
b.    Pertukaran dan penyampaian informasi 
c.     Perjalanan pribadi maupun sosial 
d.    Mempersingkat waktu tempuh antara rumah dan tempat bekerja 
e.     Mendukung perluasan kota atau penyebaran penduduk menjadi kelompok-kelompok yang lebih kecil.

2. Manfaat Ekonomi
Manusia memanfaatkan sumberdaya alam untuk memenuhi kebutuhan pangan, sandang, dan papan. Sumberdaya alam ini perlu diolah melalui proses produksi untuk menjadi bahan siap pakai untuk dipasarkan, sehingga selanjutnya terjadi proses tukar menukar antara penjual dan pembeli. Tujuan dari kegiatan ekonomi adalah memenuhi kebutuhan manusia dengan menciptakan manfaat. Transportasi adalah salah satu jenis kegiatan yang berhubungan dengan peningkatan kebutuhan manusia melalui cara mengubah letak geografi orang maupun barang. Dengan transportasi, bahan baku dibawa ke tempat produksi, dan dengan transportasi pula hasil produksi dibawa ke pasar. Para konsumen datang ke pasar atau tempat-tempat pelayanan yang lain (rumah sakit, pusat rekreasi, pusat perbelanjaan dan seterusnya) dengan menggunakan transportasi 

3. Manfaat Politik
Bagi negara kepulauan seperti Indonesia, transportasi memegang peranan penting. Beberapa manfaat politik transportasi, adalah:
a.   Transportasi menciptakan persatuan nasional yang semakin kuat dengan meniadakan isolasi. 
b.   Transportasi mengakibatkan pelayanan kepada masyarakat dapat dikembangkan atau diperluas secara lebih merata.
c.   Keamanan negara sangat tergantung pada transportasi yang efisien untuk memudahkan mobilisasi kemampuan dan ketahanan nasional, serta memungkinkan perpindahan pasukan selama masa perang atau untuk menjaga keamanan dalam negeri.
d.   Sistem transportasi yang efisien memungkinkan perpindahan pen
e.   duduk dari daerah bencana.

4. Manfaat Fisik 
Transportasi mendukung perkembangan kota dan wilayah sebagai sarana penghubung. Rencana tata guna lahan kota harus didukung secara langsung oleh rencana pola jaringan jalan yang merupakan rincian tata guna lahan yang direncanakan. Pola jaringan jalan yang baik akan mempengaruhi perkembangan kota sesuai dengan rencana tata guna lahan. Ini berarti transportasi mendukung penuh terhadap perkembangan fisik suatu kota atau wilayah. 

2.5 Fungsi Transportasi
Fungsi transportasi (pengangkutan) memegang peranan penting dalam usaha mencapai tujuan pengembangan ekonomi dalam suatu bangsa. Adapun tujuan pengembangan ekonomi yang bisa diperkenankan oleh jasa transportasi adalah: 
1.  Meningkatkan pendapatan nasional, disertai dengan distribusi yang merata antara penduduk, bidang usaha dan daerah. 
2.  Meningkatkan jenis dan jumlah barang jadi dan jasa yang dapat dihasilkan para konsumen, industri dan pemerintah. 
3.  Mengembangkan industrial nasional yang dapat menghasilkan devisa serta mensupply pasaran dalam negeri 
4.  Menciptakan dan memelihara tingkatan kesempatan kerja bagi masyarakat. Ada peranan transportasi dalam kegiatan non-ekonomis yaitu sebagai sarana mempertinggi integritas bangsa, transportasi menciptakan dan meningkatkan standar kehidupan masyarakat secara keseluruhan, mempertingi Ketahanan Nasional Bangsa Indonesia (Hankamnas) dan menciptakan pembangunan nasional.
Fungsi lain transportasi adalah untuk mengangkut penumpang dan barang dari satu tempat ke tempat lain. Kebutuhan akan angktan penumpang tegantung fungsi bagi kegunaan seseorang (personal place utility). Peranan transportasi tidak hanya untuk melancarkan barang atau mobilitas manusia. Tansportasi juga membantu tercapainya pengalokasian sumber-sumber ekonomi secara optimal. Transportasi berfngsi sebagai sektor penunjang pembangunan (the promotion sector) dan pemberi jasa (the servicing sector) bago perkembangan ekonomi.

2.6 Metode Penelitian
 2.6.1 Jenis Penelitian
Penelitian ini adalah penelitian qulitatif dengan metode observasi, yaitu metode pengumpulan data melalui pengamatan langsung atau peninjauan secara cermat dan langsung di lapangan atau lokasi penelitian. Dalam hal ini, peneliti dengan berpedoman kepada desain penelitiannya perlu mengunjungi lokasi penelitian untuk mengamati langsung berbagai hal atau kondisi yang ada di lapangan. Penemuan ilmu pengetahuan selalu dimulai dengan observasi dan kembali kepada observasi untuk membuktikan kebenaran ilmu pengetahuan tersebut.
Dengan observasi kita dapat memperoleh gambaran tentang kehidupan sosial yang sukar untuk diketahui dengan metode lainnya. Observasi dilakukan untuk menjajaki sehingga berfungsi eksploitasi. Dari hasil observasi kita. Dengan demikian tujuan observasi adalah untuk memperoleh berbagai data konkret secara langsung di lapangan atau tempat penelitian.
2.6.2      Prosedur Penelitian
Untuk mempermudah jalannya proses penelitian maka perlu dibuat prosedur penelitian, sebagai berikut:

1.    Menyiapkan angket bahan pertanyaan kepada responden
2.    Menyebarkan angket kepada responden yang telah di tentukan
3.    Mengumpulkan angket yang telah di isi oleh rosponden

2.6.3  Waktu dan Tempat Penelitian
Penelitian ini akan dilaksanakan pada tanggal 16 November - 26 November 2015.  Dan penelitian akan dilakukan di Desa Kampung Baru Dusun 5, Kecamatan  Mesuji Makmur Ogan Komering Ilir.


BAB III
PEMBAHASAN

3.1 Perkembangan Sarana Tranportasi Jalan Dikampung Baru
Pola pembangunan prasarana Program Pengembangan Prasarana Perdesaan (P2D) cukup baik untuk dikembangkan di desa Kampung Baru , karena manfaatnya menyebar di berbagai tempat dan memeratakan pembangunan, sehingga lebih banyak masyarakat dapat merasakan pembangunan yang diprakarsai oleh pemerintah.
Sebagai ilustrasi sebelum P2D jalan tersebut sudah ada (berupa jalan tanah), namun kondisi jalannya sempit dan rusak parah, tidak bisa dilalui kendaraan roda empat, waktu itu sepeda motor adalah alat angkut populer di desa ini. Itu tidak dapat berjalan baik karena jalan berlobang dan erosi karena air hujan. Setelah P2D seluruh jalan desa kampung baru dapat dilalui kendaraan roda empat, sehingga angkutan barang dan orang lancar, terutama sangat dirasakan oleh penduduk yang bermukim di dusun Dusun 5. Waktu tempuh dari rumah penduduk ke jalan poros terdekat (termasuk ke pasar dan desa) menjadi setengah dari waktu sebelumnya, tentu ini tidak hanya menimbulkan kenyamanan berkendara tetapi juga menghemat bahan bakar yang berarti mengurangi pengeluaran masyarakat.
Dampak P2D terhadap Kesempatan Kerja Rumahtangga Sasaran pembangunan perdesaan pada tahun 2008 adalah terciptanya perluasan kesempatan kerja di perdesaan terutama lapangan kerja baru di bidang kegiatan agribisnis off-farm dan industri serta jasa berskala kecil dan menengah, sehingga berdampak pada berkurangnya angka pengangguran dan kemiskinan serta meningkatnya produktivitas dan pendapatan masyarakat perdesaan Dengan dibangunnya prasarana transportasi akan memepengaruhi aksesibilitas penduduk yang selanjutnya akan membuka kesempatan kerja di wilayah tersebut, dibeberapa kasus muncul adanya usaha baru. Beberapa temuan hasil penelitian ini, menunjukan adanya pertumbuhan usaha baru seperti bengkel motor,otlet pulsa, warung makan, warung kelontong ,sebuah pabrik pengolahan karet dan lain-lain. Meski masih dalam skala rumahtangga tetapi sudah membuka kesempatan kerja setidaknya untuk para pelaku usaha itu sendiri.
Mata pencaharian penduduk dominan adalah sebagai petani, sebelum dan setelah P2D relatif tetap, sedangkan buruh tani bukan lagi sebagai mata pencaharian utama, tetapi secara perlahan ada indikasi warga dusun 5 desa kampung baru mulai beralih ke industri ruma tangga Walaupun terjadi perubahan sumber mata pencaharian utama KK, rata-rata ragam pekerjaan anggota rumah tangga relatif tetap 5 sebaliknya untuk anggota rumah tangga perempuan. Meningkat.

3.2 Dampak Pembangunan Jalan Pada Ekonomi Rumah Tangga
Dampak P2D terhadap Perkembangan Asset Rumahtangga Pemilikan asset rumahtangga merupakan salah satu indikator ekonomi rumahtangga, sehingga semakin banyak dan bernilai ekonomi tinggi mengindikasikan kemampuan atau kesejahteraan rumahtangga yang bersangkutan. Indikator yang dipakai Badan Pusat Statistik (2008) untuk rumahtangga/penduduk miskin antara lain adalah kepemilikan aset/barang berharga minimal Rp. 500.000,- tidak ada, aset sendiri dapat dibedakan antara aset produktif dan tidak produktif. Keragaman perkembangan pemilikan asset rumahtangga sebelum, dapat dikemukakan bahwa rataan pemilikan asset relatif tetap sebelum dan setelah P2D, kecuali untuk pemilikan rumah, TV dan sepeda motor terjadi peningkatan. Peningkatan ini antara lain karena tingkat pendapatan meningkat dan sebagian digunakan untuk membeli/membangun rumah. Selain karena tingkat pendapatan meningkat juga karena masyarakat semakin membutuhkan asset tersebut sebagai alat transportasi (sepeda motor) dan komunikasi maupun hiburan (TV).
Lahan, terutama lahan pertanian sebagai asset produktif untuk menghasilkan produksi pertanian, sesuai dengan agroekosistem lokasi contoh adalah lahan kering yang berbasis komoditas tanaman perkebunan karet, maka lahan dominan yang diusahakan adalah kebun. Di lokasi penelitian rata-rata petani memiliki sepeda motor, tujuan dari pemilikan ini dominan untuk alat angkut hasil pertanian dari kebun.
Ragam dan sumber pendapatan rumahtangga secara agregat meningkat setelah P2D dibanding dengan sebelum P2D. Persentase peningkatan serta perkembangan pendapatan rumah tangga ditunjukan memlalui daya beli mereka terhadap penawaran pasar. Tetapi meski pembangunan sarana transpotasi jalan melalui Program Pengembangan Prasarana Perdesaan berhasil mengembangkan perekonomian masyarakat namun turunya harga karet kembali menyurutkan geliat ekonomi pada masyarakat kampung baru dusu 5.

Prasarana transportasi berdampak sangat luas terhadap aksesibilitas penduduk, agar pembangunan prasarana jalan (P2D) bisa lebih bermanfaat bagi masyarakat sasaran, maka sebaiknya prasarana yang dibangun dan dirintis oleh program P2D kemudian dilanjutkan, ditingkatkan dan dikembangkan oleh program pembangunan
Pemerintah Daerah, sehingga akan bermanfaat dalam jangka panjang, dan mengurangi beban masyarakat untuk pemeliharaannya. Dengan adanya bangunan prasarana transportasi berdampak pada mobilitas masyarakat meningkat, waktu tempuh dan biaya transportasi ke beberapa fasilitas (perekonomian, pemerintahan, kesehatan dan pendidikan) menurun. Kesempatan kerja semakin banyak dengan adanya bangunan jalan P2D. Pemasaran hasil pertanian maupun hasil industri semakin mudah. Dampak terhadap pendapatan rata-rata rumahtangga meningkat baik secara absolut maupun riil. Secara tidak langsung jalan P2D berdampak positif terhadap pendidikan dan kesehatan masyarakat. Harga pangan (beras) secara relatif lebih murah dibanding sebelum P2D, terkait dengan proprsi konsumsi pangan campuran jagung dan beras berubah. Secara umum dapat dikatakan dengan adanya bangunan sarana transportasi (P2D) rata-rata masyarakat sasaran relatif lebih sejahtera dibanding sebelum
BAB IV
PENUTUP


4.1 Kesimpulan
Dari pembahasan penelitian ini dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:
1.      Pembangunan prasarana transportasi berdampak terhadap aksesibilitas mudahnya aksesbilitas penduduk, untuk bepergian dan melakukan kegiatan sehari-hari.
2.      Pembangunan prasarana infrastruktur memberi perkembangan sosial yang baik berupa peningkatan ekonomi.
3.      Pembangunan prasarana infrastruktur memberi kesempatan usaha rumah tangga yang membuka lapangan kerja.
4.2 Saran - Saran
Dalam penelitian ini penulis menyarankan agar:
1.    Pembangunan prasarana jalan bisa lebih bermanfaat bagi masyarakat sasaran, maka sebaiknya prasarana yang dibangun dan dirintis oleh program P2D kemudian dilanjutkan, ditingkatkan dan dikembangkan oleh program pembangunan Pemerintah Daerah.
2.    Warga harus secara sadar harus menjaga infrastruktur jalan yang telah dibangun sebagai wujud perlindungan terhadap ekonomi mereka.
3.    Perlu diadakan penelitian lanjutanyang lebih mendetail karena penelitian ini masih berupa penelitian rintisan.



DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2002. Konsep Dasar Perencanaan Aksesibilitas Perdesaan Terintegrasi dalam Lokakarya Regional dan Pelatihan Perencanaan Aksesibilitas Perdesaan Twerintegrasi. Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik UGM.

Bintarto. 1982. Interaksi Desa Kota. Pustaka Pelajar Yogyakarta.

Edward Morlock. 1988. Pengantar Teknik dan Perencanaan Transportasi. Erlangga Jakarta

Eliot Hurst. 1974. Transportation Geography : Comments and Readings. New York United States

Gini Puspasari. 2000. Kesalahan Orientasi Sistem Transportasi di Indonesia. Makalah Geografi Transportasi Fakultas Geografi UGM

Hadi Sabari Yunus. 1987. Geografi Permukiman dan Beberapa Permasalahan Permukiman di Indonesia dalam Pidato Pengukuhan Jabatan Lektor Kepala dalam Geografi Permukiman pada Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada. Fakultas Geografi UGM.

Hensi Margareta. 2000. Perbaikan Sistem Transportasi di Perdesaan di Era Otonomi Daerah. Makalah Geografi Transportasi Fakultas Geografi UGM

Ratri Martuti Pinta Ully. 2002. Peran Jalan Lingkar Yogyakarta Bagi Perkembangan Wilayah Pinggiran. Makalah Geografi Transportasi Fakultas Geografi UGM

Schumer. 1974. Planning for Public Transport. Hutchinson London

Peran Pemuda dalam Pembangunan Nasional



BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pemuda merupakan penerus perjuangan generasi terdahulu untuk mewujukan cita-cita bangsa. Pemuda menjadi harapan dalam setiap kemajuan di dalam suatu bangsa, Pemuda lah yang dapat merubah pandangan orang terhadap suatu bangsa dan menjadi tumpuan para generasi terdahulu untuk mengembangkan suatu bangsa dengan ide-ide ataupun  gagasan yang berilmu, wawasan yang luas, serta berdasarkan kepadanilai-nilai dan norma yang berlaku di dalam masyarakat.
Pemuda-pemudi generasi sekarang sangat berbeda dengan generasi terdahulu dari segi pergaulan atau sosialisasi, cara berpikir, dan cara menyelesaikan masalah. Pemuda-pemuda zaman dahulu lebih berpikir secara rasional dan jauh ke depan. Dalam arti, mereka tidak asal dalam berpikir maupun bertindak, tetapi mereka merumuskannya secara matang dan mengkajinya kembali dengan melihat dampak-dampak yang akan muncul dari berbagai aspek. Pemuda zaman dahulu juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial.Sedangkan pemuda zaman sekarang, masih terkesan acuh terhadap masalah-masalah sosial di lingkungannya. Pemuda-pemuda saat ini telah terpengaruh dalam hal pergaulan bebas, penyalahgunaan narkotika, kenakalan remaja, bahkan kemajuan teknologi pun yang seharusnya membuat mereka lebih terfasilitasi untuk menambah wawasan ataupun bertukar informasi justru malah disalahgunakan. Tidak jarang kaum-kaum muda saat ini yang menggunakan internet untuk hal-hal yang tidak sepatutnya dilakukan seorang pemuda, seperti membuka situs-situs porno dan sebagainya.
Masa depan bangsa ada di tangan pemuda. Ungkapan ini memiliki semangat konstruktif bagi pembangunan dan perubahan. Pemuda tidak selalu identik dengan kekerasan dan anarkisme tetapi daya pikir revolusionernya yang menjadi kekuatan utama. Sebab, dalam mengubah tatanan lama budaya bangsa dibutuhkan pola pikir terbaru, muda dan segar.
Perkembangan pemikiran pemuda Indonesia mulai terekam jejaknya sejak tahun 1908 dan berlangsung hingga sekarang Masyarakat masih membutuhkan pemuda-pemudi yang memiliki kematangan intelektual, kreatif, percaya diri, inovatif, memiliki kesetiakawanan sosial dan semangat nasionalisme yang tinggi dalam pembangunan nasional. Yang paling penting nasib bangsa Indonesia baik buruknya ke depan itu akan sangat bergantung pada generasi penerusnya yaitu Pemuda. Oleh sebab itu saya mengangkat tema dalam penyusunan karya tulis ini yaitu Peran Pemuda-Pemudi  Dalam Pembangunan nasional Indonesia


1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas , maka penyusunan karya tulis ini diambil rumusan masalah  sebagai berikut:
1.   Bagaimana pentingnya peran pemuda?
2.   Bagaimana peran pemuda dalam pembangunan nasional?

1.3 Tujuan
1.   Mengetahui  pentingnya peran pemuda
2.   Mengetahui  peran pemuda dalam pembangunan nasional













BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 Definisi Pemuda
Definisi yang pertama, Pemuda adalah individu yang bila dilihat secara fisik sedang mengalami perkembangan dan secara psikis sedang mengalami perkembangan emosional, sehingga pemuda merupakan sumber daya manusia pembangunan baik saat ini maupun masa datang. Sebagai calon generasi penerus yang akan menggantikan generasi sebelumnya. Secara internasional,WHO menyebut sebagai” young people” dengan batas usia 10-24 tahun, sedangkan usia 10-19 tahun disebut ”adolescenea” atau remaja. International Youth Year yang diselenggarakan tahun 1985, mendefinisikan penduduk berusia 15-24 tahun sebagai kelompok pemuda.
Definisi yang kedua, pemuda adalah individu dengan karakter yang dinamis, bahkan bergejolak dan optimis namun belum memiliki pengendalian emosi yang stabil. Pemuda menghadapi masa perubahan sosial maupun kultural.
Sedangkan menurut draft RUU Kepemudaan, Pemuda adalah mereka yang berusia antara 18 hingga 35 tahun. Menilik dari sisi usia maka pemuda merupakan masa perkembangan secara biologis dan psikologis. Oleh karenanya pemuda selalu memiliki aspirasi yang berbeda dengan aspirasi masyarakat secara umum. Dalam makna yang positif aspirasi yang berbeda ini disebut dengan semangat pembaharu.
Dalam kosakata bahasa Indonesia, pemuda juga dikenal dengan sebutan Pemuda dan kaum muda. Seringkali terminologi pemuda, Pemuda, atau kaum muda memiliki definisi beragam. Definisi tentang pemuda di atas lebih pada definisi teknis berdasarkan kategori usia sedangkan definisi lainnya lebih fleksibel. Dimana pemuda/ Pemuda/kaum muda adalah mereka yang memiliki semangat pembaharu dan progresif.



2.2 Pengertian Pembangunan Nasional
Pembangunan Nasional merupakan usaha peningkatan kualitas manusia dan masyarakat Indonesia yang dilakukan secara berkelanjutan, berdasarkan kemampuan nasional dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta memperhatikan tantangan perkembangan global (Tap. MPR No. IV/MPR/1999).
Dalam mengimplementasikan pembangunan nasional senantiasa mengacu pada kepribadian bangsa dan nilai luhur yang universal untuk mewujudkan kehidupan bangsa yang berdaulat, mandiri, berkeadilan, sejahtera, maju, serta kokoh, baik kekuatan moral maupun etika bangsa Indonesia. Hal ini sesuai dengan tujuan nasional, sebagaimana yang termaktub dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, yaitu :

Melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, serta ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berlandaskan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Pernyataan di atas merupakan cerminan bahwa pada dasarnya tujuan pembangunan nasional adalah untuk mewujudkan kehidupan masyarakat Indonesia yang sejahtera, lahiriah maupun batiniah. Untuk mewujudkan hal tersebut, maka pembangunan yang dilaksanakan oleh bangsa Indonesia merupakan pembangunan yang berkesinambungan, yang meliputi seluruh aspek kehidupan masyarakat, bangsa dan negara.

Agar pembangunan yang dilaksanakan lebih terarah dan memberikan hasil dan daya guna yang efektif bagi kehidupan seluruh bangsa Indonesia maka pembangunan yang dilaksanakan mengacu pada perencanaan yang terprogram secara bertahap dengan memperhatikan perubahan dan perkembangan yang terjadi dalam kehidupan masyarakat. Oleh karena itu pemerintah merancang suatu perencanaan pembangunan yang tersusun dalam suatu Repelita (Rencana Pembangunan Lima Tahun), dan mulai Repelita VII diuraikan dalam suatu Repeta (Rencana Pembangunan Tahunan), yang memuat uraian kebijakan secara rinci dan terukur tentang beberapa Propenas (Program Pembangunan Nasional). Rancangan APBN tahun 2001 adalah Repeta pertama dari pelaksanaan Propenas yang merupakan penjabaran  GBHN 1999-2004,  di samping merupakan tahun pertama pelaksanaan otonomi daerah dan desentralisasi fiskal.
























BAB III
PEMBAHASAN

3.1 Pentingnya Peran Pemuda
Didasari atau tidak, pemuda sejatinya memiliki peran dan fungsi yang strategis dalam akselerasi pembangunan termasuk pula dalam proses kehidupan berbangsa dan bernegara. Pemuda merupakan aktor dalam pembangunan.
Baik buruknya suatu Negara dilihat dari kualitas pemudanya, karena generasi muda adalah penerus dan pewaris bangsa dan Negara. Generasi muda harus mempunyai karakter yang kuat untuk membangun bangsa dan negaranya, memiliki kepribadian tinggi, semangat nasionalisme, berjiwa saing, mampu memahami pengetahuan dan teknologi untuk bersaing secara global. Pemuda juga perlu memperhatikan bahwa mereka mempunyai fungsi sebagai Agent of change, moral force and sosial kontrol sehingga fungsi tersebut dapat berguna bagi masyarakat.
Pemuda berperan aktif sebagai kekuatan moral, kontrol sosial, dan agen perubahan dalam segala aspek pembangunan nasional. Peran aktif pemuda sebagai kekuatan moral diwujudkan dengan menumbuhkembangkan aspek etik dan moralitas dalam bertindak pada setiap dimensi kehidupan kepemudaan, memperkuat iman dan takwa serta ketahanan mental-spiritual, dan meningkatkan kesadaran hukum. Sebagai kontrol sosial diwujudkan dengan memperkuat wawasan kebangsaan, membangkitkan kesadaran atas tanggungjawab, hak, dan kewajiban sebagai warga negara, membangkitkan sikap kritis terhadap lingkungan dan penegakan hukum, meningkatkan partisipasi dalam perumusan kebijakan publik, menjamin transparansi dan akuntabilitas publik, dan memberikan kemudahan akses informasi.
Peran penting pemuda telah tercatat dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia yang dimulai dari pergerakan Budi Utomo tahun 1908, Sumpah Pemuda tahun 1928, proklamasi kemerdekaan tahun 1945, pergerakan pemuda, pelajar, dan mahasiswa tahun 1966, sampai dengan pergerakan mahasiswa pada tahun 1998 yang meruntuhkan kekuasaan Orde Baru selama 32 tahun sekaligus membawa bangsa Indonesia memasuki masa reformasi. Fakta historis ini menjadi salah satu bukti bahwa pemuda selama ini mampu berperan aktif sebagai pionir dalam proses perjuangan, pembaruan, dan pembangunan nasional.
Dalam proses pembangunan nasional, pemuda merupakan kekuatan moral, kontrol sosial, dan agen perubahan sebagai perwujudan dari fungsi, peran, karakteristik, dan kedudukannya yang strategis dalam pembangunan nasional. Untuk itu, tanggung jawab dan peran strategis pemuda di segala dimensi pembangunan perlu ditingkatkan dalam kerangka hukum nasional sesuai dengan nilai yang terkandung di dalam Pancasila dan amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dengan berasaskan Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan, kebangsaan, kebhinekaan, demokratis, keadilan, partisipatif, kebersamaan, kesetaraan, dan kemandirian                                                         
3.2  Peranan Pemuda Dan Dalam Pembangunan Nasional
Peran penting pemuda telah tercatat dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia yang dimulai dari pergerakan Budi Utomo tahun 1908, Sumpah Pemuda tahun 1928, proklamasi kemerdekaan tahun 1945, pergerakan pemuda, pelajar, dan mahasiswa tahun 1966, sampai dengan pergerakan mahasiswa pada tahun 1998 yang meruntuhkan kekuasaan Orde Baru selama 32 tahun sekaligus membawa bangsa Indonesia memasuki masa reformasi. Fakta historis ini menjadi salah satu bukti bahwa pemuda selama ini mampu berperan aktif sebagai pionir dalam proses perjuangan, pembaruan, dan pembangunan nasional.
Dalam proses pembangunan nasional, pemuda merupakan kekuatan moral, kontrol sosial, dan agen perubahan sebagai perwujudan dari fungsi, peran, karakteristik, dan kedudukannya yang strategis dalam pembangunan nasional. Untuk itu, tanggung jawab dan peran strategis pemuda di segala dimensi pembangunan perlu ditingkatkan dalam kerangka hukum nasional sesuai dengan nilai yang terkandung di dalam Pancasila dan amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dengan berasaskan Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan, kebangsaan, kebhinekaan, demokratis, keadilan, partisipatif, kebersamaan, kesetaraan, dan kemandirian.
Dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 Tentang Pemuda, disebutkan bahwa pemuda adalah warga negara Indonesia yang memasuki periode penting pertumbuhan dan perkembangan yang berusia 16 sampai 30 tahun. Pembangunan kepemudaan adalah proses memfasilitasi segala hal yang berkaitan dengan kepemudaan yang bertujuan untuk terwujudnya pemuda yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, cerdas, kreatif, inovatif, mandiri, demokratis, bertanggungjawab, berdaya saing, serta memiliki jiwa kepemimpinan, kewirausahaan, kepeloporan, dan kebangsaan berdasarkan Pancasila dan UUD 45 dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Peran Aktif Pemuda Sebagai kekuatan moral diwujudkan dengan menumbuhkembangkan aspek etik dan moralitas dalam bertindak pada setiap dimensi kehidupan kepemudaan, memperkuat iman dan takwa serta ketahanan mental-spiritual, dan meningkatkan kesadaran hukum.Peran Aktif Pemuda Sebagai kontrol sosial diwujudkan dengan memperkuat wawasan kebangsaan, membangkitkan kesadaran atas tanggungjawab, hak, dan kewajiban sebagai warga negara, membangkitkan sikap kritis terhadap lingkungan dan penegakan hukum, meningkatkan partisipasi dalam perumusan kebijakan publik, menjamin transparansi dan akuntabilitas publik, dan memberikan kemudahan akses informasi.
Peran Aktif Pemuda Sebagai agen perubahan diwujudkan dengan mengembangkan pendidikan politik dan demokratisasi, sumberdaya ekonomi, kepedulian terhadap masyarakat, ilmu pengetahuan dan teknologi, olahraga, seni, dan budaya, kepedulian terhadap lingkungan hidup, pendidikan kewirausahaan, serta kepemimpinan dan kepeloporan pemuda.

Peranan pemuda dalam suatu Negara sangat penting karena , pemuda adalah  generasi yang menentukan maju atau tidaknya suatu bangsa  dalam segala bidang seperti : ekonomi , politik.

Pemuda selalu identik dengan perubahan , pergerakan , dan kreatifitas. Seperti pada masa proklamasi kemerdekaan . Peranan pemuda waktu itu sangat luar biasa karena kalau pemuda tidak melakukan pengasingan terhadap sukarno dan hatta mungkin sampai sekarang bangsa kita tidak merdeka.Maka tidak berlebihan pemuda disebut generasai yang memiliki tanggung jawab dalam membawa suatu bangsa kearah lebih baik atau sebaliknya.
Dalam pembangunan nasional pemuda memiliki peranan penting.Pemuda harus aktif dalam pembangunan nasional sesuai dengan keahlianya masing – masing. Karna pembangunan nasional adalah aspek terpenting dalam kemajuan suatu Negara.

Memahami betapa besarnya peranan pemuda sudah selayaknya pengembangan dan pemberdayaan pemuda harus di lakukan . Melalui program yang efisien diharapkan pemuda dapat mengembangkan bakat dan kreatifitasnya dalam memajukan bangsa di masa mendatang.

Di masa sekarang ini, sudah saat nya pemerintah memberikan perhatian yang lebih kepada pemuda untuk memajukan pembangunan nasional. Mereka seharusnya memberikan pelatihan , penghargaan , dll untuk memotifasi pemuda untuk dapat menunjukan kemampuanya dalam berbagai aspek khususnya pembangunan nasional .

Kontribusi anak muda dalam pembangunan nasional memang tidak harus tampak dari segi fisik,tetapi bisa dari segala hal.Mulai dari prestasi akademik hingga yang bersifat olahraga. Pemuda harus memberikan usaha terbaiknya sebagai bentuk bakti pada bangsa. Selain itu,pemuda harus mampu menciptakan pengaruh yang besar dalam pembaharuan dan kemajuan ekonomi.

Selanjutnya, mengarahkan pengertian bahwa kontribusi pemuda dalam pembangunan nasional merupakan sebagai sebuah sumbangsih kaum muda dengan melibatkan keahlian dan bakatnya di bidang masingmasing demi kemajuan bangsa.























BAB  IV
PENUTUP

4 .1 Kesimpulan

       Pemuda adalah penerus cita-cita perjuangan bagsa dan negara dan sebagai sumber insani bagi pembangunan nasional. Pembinaan dan pemngembangan Pemuda bertujuan untuk mewujudkan kder-kader perjuangan bangsa. Pengembangan Pemuda diarahkan untuk meningkatkan kemampuannya yang berperan sebagai penerus cita-cita bangsa.
Baik buruknya suatu Negara dilihat dari kualitas pemudanya, karena generasi muda adalah penerus dan pewaris bangsa dan Negara. Generasi muda harus mempunyai karakter yang kuat untuk membangun bangsa dan negaranya, memiliki kepribadian tinggi, semangat nasionalisme, berjiwa saing, mampu memahami pengetahuan dan teknologi untuk bersaing secara global
      
.
4.2 Saran
a.  Bagi generasi sebelumnya disarankan untuk memeberi kesempatan dan kebebasan kepada Pemuda agar dapat mengeluarkan ide atau pendapat serta dapat berkreasi.
b.  Bagi Pemuda disarankan agar bisa menerima segala tantangan yang ada, dan jadikan tantangan tersebut sebagai suatu pengalaman, entah positif atau negatif.
c.   Bagi seluruh pemerintah negara dalam wilayah Indonesia agar dapat membina dan mendidik Pemuda dalam mengembangkan kemampuan perananya sebagai penerus bangsa.




DAFTAR PUSTAKA

























LAMPIRAN
witri.jpg