cari

Tampilkan postingan dengan label Pemuda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemuda. Tampilkan semua postingan

Peran Pemuda dalam Pembangunan Nasional



BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pemuda merupakan penerus perjuangan generasi terdahulu untuk mewujukan cita-cita bangsa. Pemuda menjadi harapan dalam setiap kemajuan di dalam suatu bangsa, Pemuda lah yang dapat merubah pandangan orang terhadap suatu bangsa dan menjadi tumpuan para generasi terdahulu untuk mengembangkan suatu bangsa dengan ide-ide ataupun  gagasan yang berilmu, wawasan yang luas, serta berdasarkan kepadanilai-nilai dan norma yang berlaku di dalam masyarakat.
Pemuda-pemudi generasi sekarang sangat berbeda dengan generasi terdahulu dari segi pergaulan atau sosialisasi, cara berpikir, dan cara menyelesaikan masalah. Pemuda-pemuda zaman dahulu lebih berpikir secara rasional dan jauh ke depan. Dalam arti, mereka tidak asal dalam berpikir maupun bertindak, tetapi mereka merumuskannya secara matang dan mengkajinya kembali dengan melihat dampak-dampak yang akan muncul dari berbagai aspek. Pemuda zaman dahulu juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial.Sedangkan pemuda zaman sekarang, masih terkesan acuh terhadap masalah-masalah sosial di lingkungannya. Pemuda-pemuda saat ini telah terpengaruh dalam hal pergaulan bebas, penyalahgunaan narkotika, kenakalan remaja, bahkan kemajuan teknologi pun yang seharusnya membuat mereka lebih terfasilitasi untuk menambah wawasan ataupun bertukar informasi justru malah disalahgunakan. Tidak jarang kaum-kaum muda saat ini yang menggunakan internet untuk hal-hal yang tidak sepatutnya dilakukan seorang pemuda, seperti membuka situs-situs porno dan sebagainya.
Masa depan bangsa ada di tangan pemuda. Ungkapan ini memiliki semangat konstruktif bagi pembangunan dan perubahan. Pemuda tidak selalu identik dengan kekerasan dan anarkisme tetapi daya pikir revolusionernya yang menjadi kekuatan utama. Sebab, dalam mengubah tatanan lama budaya bangsa dibutuhkan pola pikir terbaru, muda dan segar.
Perkembangan pemikiran pemuda Indonesia mulai terekam jejaknya sejak tahun 1908 dan berlangsung hingga sekarang Masyarakat masih membutuhkan pemuda-pemudi yang memiliki kematangan intelektual, kreatif, percaya diri, inovatif, memiliki kesetiakawanan sosial dan semangat nasionalisme yang tinggi dalam pembangunan nasional. Yang paling penting nasib bangsa Indonesia baik buruknya ke depan itu akan sangat bergantung pada generasi penerusnya yaitu Pemuda. Oleh sebab itu saya mengangkat tema dalam penyusunan karya tulis ini yaitu Peran Pemuda-Pemudi  Dalam Pembangunan nasional Indonesia


1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas , maka penyusunan karya tulis ini diambil rumusan masalah  sebagai berikut:
1.   Bagaimana pentingnya peran pemuda?
2.   Bagaimana peran pemuda dalam pembangunan nasional?

1.3 Tujuan
1.   Mengetahui  pentingnya peran pemuda
2.   Mengetahui  peran pemuda dalam pembangunan nasional













BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 Definisi Pemuda
Definisi yang pertama, Pemuda adalah individu yang bila dilihat secara fisik sedang mengalami perkembangan dan secara psikis sedang mengalami perkembangan emosional, sehingga pemuda merupakan sumber daya manusia pembangunan baik saat ini maupun masa datang. Sebagai calon generasi penerus yang akan menggantikan generasi sebelumnya. Secara internasional,WHO menyebut sebagai” young people” dengan batas usia 10-24 tahun, sedangkan usia 10-19 tahun disebut ”adolescenea” atau remaja. International Youth Year yang diselenggarakan tahun 1985, mendefinisikan penduduk berusia 15-24 tahun sebagai kelompok pemuda.
Definisi yang kedua, pemuda adalah individu dengan karakter yang dinamis, bahkan bergejolak dan optimis namun belum memiliki pengendalian emosi yang stabil. Pemuda menghadapi masa perubahan sosial maupun kultural.
Sedangkan menurut draft RUU Kepemudaan, Pemuda adalah mereka yang berusia antara 18 hingga 35 tahun. Menilik dari sisi usia maka pemuda merupakan masa perkembangan secara biologis dan psikologis. Oleh karenanya pemuda selalu memiliki aspirasi yang berbeda dengan aspirasi masyarakat secara umum. Dalam makna yang positif aspirasi yang berbeda ini disebut dengan semangat pembaharu.
Dalam kosakata bahasa Indonesia, pemuda juga dikenal dengan sebutan Pemuda dan kaum muda. Seringkali terminologi pemuda, Pemuda, atau kaum muda memiliki definisi beragam. Definisi tentang pemuda di atas lebih pada definisi teknis berdasarkan kategori usia sedangkan definisi lainnya lebih fleksibel. Dimana pemuda/ Pemuda/kaum muda adalah mereka yang memiliki semangat pembaharu dan progresif.



2.2 Pengertian Pembangunan Nasional
Pembangunan Nasional merupakan usaha peningkatan kualitas manusia dan masyarakat Indonesia yang dilakukan secara berkelanjutan, berdasarkan kemampuan nasional dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta memperhatikan tantangan perkembangan global (Tap. MPR No. IV/MPR/1999).
Dalam mengimplementasikan pembangunan nasional senantiasa mengacu pada kepribadian bangsa dan nilai luhur yang universal untuk mewujudkan kehidupan bangsa yang berdaulat, mandiri, berkeadilan, sejahtera, maju, serta kokoh, baik kekuatan moral maupun etika bangsa Indonesia. Hal ini sesuai dengan tujuan nasional, sebagaimana yang termaktub dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, yaitu :

Melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, serta ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berlandaskan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Pernyataan di atas merupakan cerminan bahwa pada dasarnya tujuan pembangunan nasional adalah untuk mewujudkan kehidupan masyarakat Indonesia yang sejahtera, lahiriah maupun batiniah. Untuk mewujudkan hal tersebut, maka pembangunan yang dilaksanakan oleh bangsa Indonesia merupakan pembangunan yang berkesinambungan, yang meliputi seluruh aspek kehidupan masyarakat, bangsa dan negara.

Agar pembangunan yang dilaksanakan lebih terarah dan memberikan hasil dan daya guna yang efektif bagi kehidupan seluruh bangsa Indonesia maka pembangunan yang dilaksanakan mengacu pada perencanaan yang terprogram secara bertahap dengan memperhatikan perubahan dan perkembangan yang terjadi dalam kehidupan masyarakat. Oleh karena itu pemerintah merancang suatu perencanaan pembangunan yang tersusun dalam suatu Repelita (Rencana Pembangunan Lima Tahun), dan mulai Repelita VII diuraikan dalam suatu Repeta (Rencana Pembangunan Tahunan), yang memuat uraian kebijakan secara rinci dan terukur tentang beberapa Propenas (Program Pembangunan Nasional). Rancangan APBN tahun 2001 adalah Repeta pertama dari pelaksanaan Propenas yang merupakan penjabaran  GBHN 1999-2004,  di samping merupakan tahun pertama pelaksanaan otonomi daerah dan desentralisasi fiskal.
























BAB III
PEMBAHASAN

3.1 Pentingnya Peran Pemuda
Didasari atau tidak, pemuda sejatinya memiliki peran dan fungsi yang strategis dalam akselerasi pembangunan termasuk pula dalam proses kehidupan berbangsa dan bernegara. Pemuda merupakan aktor dalam pembangunan.
Baik buruknya suatu Negara dilihat dari kualitas pemudanya, karena generasi muda adalah penerus dan pewaris bangsa dan Negara. Generasi muda harus mempunyai karakter yang kuat untuk membangun bangsa dan negaranya, memiliki kepribadian tinggi, semangat nasionalisme, berjiwa saing, mampu memahami pengetahuan dan teknologi untuk bersaing secara global. Pemuda juga perlu memperhatikan bahwa mereka mempunyai fungsi sebagai Agent of change, moral force and sosial kontrol sehingga fungsi tersebut dapat berguna bagi masyarakat.
Pemuda berperan aktif sebagai kekuatan moral, kontrol sosial, dan agen perubahan dalam segala aspek pembangunan nasional. Peran aktif pemuda sebagai kekuatan moral diwujudkan dengan menumbuhkembangkan aspek etik dan moralitas dalam bertindak pada setiap dimensi kehidupan kepemudaan, memperkuat iman dan takwa serta ketahanan mental-spiritual, dan meningkatkan kesadaran hukum. Sebagai kontrol sosial diwujudkan dengan memperkuat wawasan kebangsaan, membangkitkan kesadaran atas tanggungjawab, hak, dan kewajiban sebagai warga negara, membangkitkan sikap kritis terhadap lingkungan dan penegakan hukum, meningkatkan partisipasi dalam perumusan kebijakan publik, menjamin transparansi dan akuntabilitas publik, dan memberikan kemudahan akses informasi.
Peran penting pemuda telah tercatat dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia yang dimulai dari pergerakan Budi Utomo tahun 1908, Sumpah Pemuda tahun 1928, proklamasi kemerdekaan tahun 1945, pergerakan pemuda, pelajar, dan mahasiswa tahun 1966, sampai dengan pergerakan mahasiswa pada tahun 1998 yang meruntuhkan kekuasaan Orde Baru selama 32 tahun sekaligus membawa bangsa Indonesia memasuki masa reformasi. Fakta historis ini menjadi salah satu bukti bahwa pemuda selama ini mampu berperan aktif sebagai pionir dalam proses perjuangan, pembaruan, dan pembangunan nasional.
Dalam proses pembangunan nasional, pemuda merupakan kekuatan moral, kontrol sosial, dan agen perubahan sebagai perwujudan dari fungsi, peran, karakteristik, dan kedudukannya yang strategis dalam pembangunan nasional. Untuk itu, tanggung jawab dan peran strategis pemuda di segala dimensi pembangunan perlu ditingkatkan dalam kerangka hukum nasional sesuai dengan nilai yang terkandung di dalam Pancasila dan amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dengan berasaskan Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan, kebangsaan, kebhinekaan, demokratis, keadilan, partisipatif, kebersamaan, kesetaraan, dan kemandirian                                                         
3.2  Peranan Pemuda Dan Dalam Pembangunan Nasional
Peran penting pemuda telah tercatat dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia yang dimulai dari pergerakan Budi Utomo tahun 1908, Sumpah Pemuda tahun 1928, proklamasi kemerdekaan tahun 1945, pergerakan pemuda, pelajar, dan mahasiswa tahun 1966, sampai dengan pergerakan mahasiswa pada tahun 1998 yang meruntuhkan kekuasaan Orde Baru selama 32 tahun sekaligus membawa bangsa Indonesia memasuki masa reformasi. Fakta historis ini menjadi salah satu bukti bahwa pemuda selama ini mampu berperan aktif sebagai pionir dalam proses perjuangan, pembaruan, dan pembangunan nasional.
Dalam proses pembangunan nasional, pemuda merupakan kekuatan moral, kontrol sosial, dan agen perubahan sebagai perwujudan dari fungsi, peran, karakteristik, dan kedudukannya yang strategis dalam pembangunan nasional. Untuk itu, tanggung jawab dan peran strategis pemuda di segala dimensi pembangunan perlu ditingkatkan dalam kerangka hukum nasional sesuai dengan nilai yang terkandung di dalam Pancasila dan amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dengan berasaskan Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan, kebangsaan, kebhinekaan, demokratis, keadilan, partisipatif, kebersamaan, kesetaraan, dan kemandirian.
Dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 Tentang Pemuda, disebutkan bahwa pemuda adalah warga negara Indonesia yang memasuki periode penting pertumbuhan dan perkembangan yang berusia 16 sampai 30 tahun. Pembangunan kepemudaan adalah proses memfasilitasi segala hal yang berkaitan dengan kepemudaan yang bertujuan untuk terwujudnya pemuda yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, cerdas, kreatif, inovatif, mandiri, demokratis, bertanggungjawab, berdaya saing, serta memiliki jiwa kepemimpinan, kewirausahaan, kepeloporan, dan kebangsaan berdasarkan Pancasila dan UUD 45 dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Peran Aktif Pemuda Sebagai kekuatan moral diwujudkan dengan menumbuhkembangkan aspek etik dan moralitas dalam bertindak pada setiap dimensi kehidupan kepemudaan, memperkuat iman dan takwa serta ketahanan mental-spiritual, dan meningkatkan kesadaran hukum.Peran Aktif Pemuda Sebagai kontrol sosial diwujudkan dengan memperkuat wawasan kebangsaan, membangkitkan kesadaran atas tanggungjawab, hak, dan kewajiban sebagai warga negara, membangkitkan sikap kritis terhadap lingkungan dan penegakan hukum, meningkatkan partisipasi dalam perumusan kebijakan publik, menjamin transparansi dan akuntabilitas publik, dan memberikan kemudahan akses informasi.
Peran Aktif Pemuda Sebagai agen perubahan diwujudkan dengan mengembangkan pendidikan politik dan demokratisasi, sumberdaya ekonomi, kepedulian terhadap masyarakat, ilmu pengetahuan dan teknologi, olahraga, seni, dan budaya, kepedulian terhadap lingkungan hidup, pendidikan kewirausahaan, serta kepemimpinan dan kepeloporan pemuda.

Peranan pemuda dalam suatu Negara sangat penting karena , pemuda adalah  generasi yang menentukan maju atau tidaknya suatu bangsa  dalam segala bidang seperti : ekonomi , politik.

Pemuda selalu identik dengan perubahan , pergerakan , dan kreatifitas. Seperti pada masa proklamasi kemerdekaan . Peranan pemuda waktu itu sangat luar biasa karena kalau pemuda tidak melakukan pengasingan terhadap sukarno dan hatta mungkin sampai sekarang bangsa kita tidak merdeka.Maka tidak berlebihan pemuda disebut generasai yang memiliki tanggung jawab dalam membawa suatu bangsa kearah lebih baik atau sebaliknya.
Dalam pembangunan nasional pemuda memiliki peranan penting.Pemuda harus aktif dalam pembangunan nasional sesuai dengan keahlianya masing – masing. Karna pembangunan nasional adalah aspek terpenting dalam kemajuan suatu Negara.

Memahami betapa besarnya peranan pemuda sudah selayaknya pengembangan dan pemberdayaan pemuda harus di lakukan . Melalui program yang efisien diharapkan pemuda dapat mengembangkan bakat dan kreatifitasnya dalam memajukan bangsa di masa mendatang.

Di masa sekarang ini, sudah saat nya pemerintah memberikan perhatian yang lebih kepada pemuda untuk memajukan pembangunan nasional. Mereka seharusnya memberikan pelatihan , penghargaan , dll untuk memotifasi pemuda untuk dapat menunjukan kemampuanya dalam berbagai aspek khususnya pembangunan nasional .

Kontribusi anak muda dalam pembangunan nasional memang tidak harus tampak dari segi fisik,tetapi bisa dari segala hal.Mulai dari prestasi akademik hingga yang bersifat olahraga. Pemuda harus memberikan usaha terbaiknya sebagai bentuk bakti pada bangsa. Selain itu,pemuda harus mampu menciptakan pengaruh yang besar dalam pembaharuan dan kemajuan ekonomi.

Selanjutnya, mengarahkan pengertian bahwa kontribusi pemuda dalam pembangunan nasional merupakan sebagai sebuah sumbangsih kaum muda dengan melibatkan keahlian dan bakatnya di bidang masingmasing demi kemajuan bangsa.























BAB  IV
PENUTUP

4 .1 Kesimpulan

       Pemuda adalah penerus cita-cita perjuangan bagsa dan negara dan sebagai sumber insani bagi pembangunan nasional. Pembinaan dan pemngembangan Pemuda bertujuan untuk mewujudkan kder-kader perjuangan bangsa. Pengembangan Pemuda diarahkan untuk meningkatkan kemampuannya yang berperan sebagai penerus cita-cita bangsa.
Baik buruknya suatu Negara dilihat dari kualitas pemudanya, karena generasi muda adalah penerus dan pewaris bangsa dan Negara. Generasi muda harus mempunyai karakter yang kuat untuk membangun bangsa dan negaranya, memiliki kepribadian tinggi, semangat nasionalisme, berjiwa saing, mampu memahami pengetahuan dan teknologi untuk bersaing secara global
      
.
4.2 Saran
a.  Bagi generasi sebelumnya disarankan untuk memeberi kesempatan dan kebebasan kepada Pemuda agar dapat mengeluarkan ide atau pendapat serta dapat berkreasi.
b.  Bagi Pemuda disarankan agar bisa menerima segala tantangan yang ada, dan jadikan tantangan tersebut sebagai suatu pengalaman, entah positif atau negatif.
c.   Bagi seluruh pemerintah negara dalam wilayah Indonesia agar dapat membina dan mendidik Pemuda dalam mengembangkan kemampuan perananya sebagai penerus bangsa.




DAFTAR PUSTAKA

























LAMPIRAN
witri.jpg









Kesiapan Pemuda Pelajar dalam Menghadap Pasar Global



                                                                             
BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
Indonesia harus siap menghadapi pasar bebas ASEAN atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015. Hal utama yang harus disiapkan untuk menghadapi MEA 2015 adalah meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) di tingkat pemerintah, kalangan dunia usaha, perguruan tinggi, hingga remaja.
Tujuan pasar bebas secara selintas memang positif, yakni agar perekonomian suatu negara bisa lebih maju dan berkembang. Berbagai studi memperlihatkan bahwa perdagangan dunia akan meningkat dengan berlakunya sistem pasar bebas. Peningkatan volume perdagangan berarti peningkatan produksi, yang berarti pula peningkatan lapangan kerja dan pada akhirnya peningkatan pendapatarn dan kesejateraan. Namun kesiapan sumberdaya manusia (SDM) dalam suatu Negara peserta pasar bebas juga sangatlah penting, ketidak siapan SDM suatu bangsa akhirnya hanya membawa penduduk negara tersebut menjadi konsumen. Kedatangan perusahaan raksasa asing akan dengan mudah mengekploitasi Negara tersebut.
Eratnya kaitan antara kesiapan pemuda dan pelajar dalam menghadapi pasar global menarik bagi penulis untuk menulis karya tulis ilmiah dengan judul: “Pasar Global dan Kesiapan Pemuda Pelajar dalam Menghadapinya”

B.     RUMUSAN MASALAH
Dari uraian latar belakang diatas maka rumusan masalah yang diambil adalah:
a.       Apa yang dimaksud dengan pasar global?
b.      Bagaimana kesiapan pemuda Pelajar dalam menghadapi pasar global?

C.    TUJUAN
a.       Menjelaskan pengertian dan maksud pasar global
b.       Menjelaskan kesiapan pemuda Pelajar dalam menghadapi pasar global





D.    METODE PENELITIAN
Metode yang digunakan adalah metode literatur, yaitu suatu metode yang digunakan untuk mengumpulkan  data dengan cara membaca buku-buku dan situs-situs internet.































BAB II
DASAR TEORI

A.    Pengertian Pasar Global
1.      Pengertian Pasar
Pasar adalah tempat bertemunya pembeli dan penjual untuk melakukan transaksi jual beli barang atau jasa. Menurut ilmu ekonomi, pasar berkaitan dengan kegiatannya bukan tempatnya. Ciri khas sebuah pasar adalah adanya kegiatan transaksi atau jual beli. Para konsumen datang ke pasar untuk berbelanja dengan membawa uang untuk membayar harganya. (M.Fuad, Christine H, Nurlela, Sugiarto, dan Paulus Y.E.F. 2000. Pengantar Bisnis. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.) 
Pasar merupakan orang-orang yang mempunyai keinginan untuk puas, uang untuk berbelanja, dan kemauan untuk membelanjakannya. Jadi, dalam pengertian tersebut terdapat faktor-faktor yang menunjang terjadinya pasar, yakni: keinginan, daya beli, dan tingkah laku dalam pembelian. (William J.Stanton.1993)
2.      Globalisasi
Ø  Globalisasi adalah proses integrasi internasional yang terjadi karena pertukaran pandangan dunia, produk, pemikiran, dan aspek-aspek kebudayaan lainnya. Kemajuan infrastruktur transportasi dan telekomunikasi, termasuk kemunculan telegraf dan Internet, merupakan faktor utama dalam globalisasi yang semakin mendorong saling ketergantungan (interdependensi) aktivitas ekonomi dan budaya. (Wikipedia,2014)

Ø  Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata global diartikan sebagai berikut:
a.       Global diartikan sebagai secara umum, secara bulat,
Contoh : “ Kepala Desa memberi penjelasan keuangan desa secara global”
b.      Global diartikan sebagai sangkut paut, yang meliputi wilayah dunia
Contoh : “HIV-AIDS bukan saja masalah di Afrika tetapi juga adala permasalahan global”
Ø  Dalam Kamus Oxford “Global is Covering, or affceting the whole word” atau jika diterjemahkan “Global adalah mencakup, atau mempengaruhi seluruh dunia”
Dari berbagai definisi kata pasar dan global maka dapat kita artikan pasar global adalah suatu tempat atau wadah antarindividu, antarkelompok, dan antarnegara saling berinteraksi perdangangan, bergantung, terkait, dan mempengaruhi pemenuhan kebutuhan satu sama lain yang menacakup dalam ruang lingkup yang dunia. Sehingga batasan-batasan kekuasaan Negara akan dikurangi atau bahkan dihapus.

B.     Tujuan  Pasar Global
Tujuan pasar bebas secara selintas memang positif, yakni agar perekonomian suatu negara bisa lebih maju dan berkembang. Berbagai studi memperlihatkan bahwa perdagangan dunia akan meningkat dengan berlakunya sistem pasar bebas. Peningkatan volume perdagangan berarti peningkatan produksi, yang berarti pula peningkatan lapangan kerja dan pada akhirnya peningkatan pendapatarn dan kesejateraan.
















BAB III
PEMBAHASAN

A.    Pasar GLOBAL
Sebelum membahas tentang pengaruh globalisasi pada perekonomian Indonesia, mesti kita harus paham apa yang dimaksud dengan globalisasi. Globalisasi adalah suatu proses di mana antarindividu, antarkelompok, dan antarnegara saling berinteraksi, bergantung, terkait, dan mempengaruhi satu sama lain yang melintasi batas Negara. Sedangkan Globalisasi Perekonomian merupakan suatu proses kegiatan ekonomi dan perdagangan, dimana negara-negara di seluruh dunia menjadi satu kekuata pasar yang semakin terintegrasi dengan tanpa rintangan batas teritorial negara. Globalisasi perekonomian mengharuskan penghapusan seluruh batasan dan hambatan terhadap arus modal, barang dan jasa.

Ketika globalisasi ekonomi terjadi, batas-batas suatu negara akan menjadi kabur dan keterkaitan antara ekonomi nasional dengan perekonomian internasional akan semakin erat. Globalisasi perekonomian di satu pihak akan membuka peluang pasar produk dari dalam negeri ke pasar internasional secara kompetitif, sebaliknya juga membuka peluang masuknya produk-produk global ke dalam pasar domestik. contoh nyata dari pengaruh globalisasi ini adalah adanya pasar bebas. Yaitu dengan tumbuhnya produk-produk luar negeri yang membuat produk Indonesia kalah saing dipasaran. Ini akibat dari orang-orang Indonesia yang berpikir bahwa produk-produk luar negeri lebih berkualitas baik daripada produk dalam negeri. Tanpa adanya pengembangan produk, sudah pasti produk mereka tidak akan bisa laku di pasaran. Terlebih sejak CAFTA (China Asia Free Trade Assosiation) diberlakukan, barang – barang dari China mulai membanjiri pasar Indonesia. Tidak hanya bentuk serta tampilan produk yang menarik, namun juga harga yang ditawarkan sangat murah bila dibandingkan dengan produk – produk buatan Indonesia. 

1.      Dampak Positif Pasar Global
Bagi beberapa pelaku industri, terutama yang selama ini mengandalkan bahan baku import dari China, malah menjadi pihak yang diuntungkan atas masuknya Indonesia ke dalam pasar bebas Asia. Mereka bisa mendapatkan bahan baku dengan harga yang jauh lebih murah karena dilakukannya perjanjian penghapusan tarif import sehingga bisa menekan banyak biaya yang harus mereka keluarkan. Dengan mendapatkan bahan baku yang murah, maka secara otomatis kegiatan industri bisa semakin berkembang. Itu merupakan contoh positif dari pengaruh globalisasi pada perkembangan ekonomi Indonesia. Dampak positif globalisasi antara lain:

·         Semakin terbukanya pasar untuk produk-produk ekspor, dengan catatan produk ekspor Indonesia mampu bersaing di pasar internasional. Hal ini membuka kesempatan bagi pengusaha di Indonesia untuk melahirkan produk-produk berkualitas, kreatif, dan dibutuhkan oleh pasar dunia.
·         Semakin mudah mengakses modal investasi dari luar negeri. Apabila investasinya bersifat langsung, misalnya dengan pendirian pabrik di Indonesia maka akan membuka lapangan kerja. Hal ini bisa mengatasi kelangkaan modal di Indonesia
·         Semakin mudah memperoleh barang-barang yang dibutuhkan masyarakat dan belum bisa diproduksi di Indonesia.
·         Semakin meningkatnya kegiatan pariwisata, sehingga membuka lapangan kerja di bidang pariwisata sekaligus menjadi ajang promosi produk Indonesia.


2.      Dampak Negatif Pasar Global
Dampak negatif globalisasi bagi kegiatan ekonomi di Indonesia terutama bersumber dari ketidaksiapan ekonomi Indonesia dalam persaingan yang semakin bebas. Berikut adalah dampak negatif globalisasi terhadap perekonomian adalah :
·       Kemungkinan hilangnya pasar produk ekspor Indonesia karena kalah bersaing dengan produksi negara lain yang lebih murah dan berkualitas. Misalnya produk pertanian kita kalah jauh dari Thailand.  
·       Membanjirnya produk impor di pasaran Indonesia sehingga mematikan usaha-usaha di Indonesia. Misalnya, ancaman produk mainan Cina yang lebih murah bagi industri mainan di tanah air.
·       Ancaman dari sektor keuangan dunia yang semakin bebas dan menjadi ajang spekulasi. Investasi yang sudah ditanam di Indonesia bisa dengan mudah ditarik atau dicabut jika dirasa tidak lagi menguntungkan. Hal ini bisa memengaruhi kestabilan ekonomi.
·       Ancaman masuknya tenaga kerja asing (ekspatriat) di Indonesia yang lebih profesional SDMnya. Lapangan kerja di Indonesia yang sudah sempit jadi semakin sempit.
Maka dari itu sebaiknya kita sebagai warga Indonesia yang mencintai Indonesia wajib hukumnya untuk mendukung Indonesia agar bisa sejahtera. Misalnya dengan membeli produk dalam negeri karena pasar kita yang sudah tersaingi oleh pasar luar negeri di era globalisasi ini. Globalisasi membawa pengaruh positif terhadap Indonesia, tetapi tidak kalah juga dengan contoh yang telah disebutkan diatas dampak negatifnya. Dalam hal Globalisasi ini, peran pemerintah dalam suatu negara sangat diperlukan, mengingat segala aspek yang dilakukan adalah demi tercapainya suatu keadaan negara yang lebih baik. Pemerintah perlu menyikapi kehadiran globalisasi disini secara intensif dan berkelanjutan (berkala). Karena dampak/pengaruh negatif dari globalisasi ini jika dibiarkan secara terus menerus maka sama saja akan memutarbalikkan keadaan bahkan membuat keadaan (kehidupan masyarakat) Indonesia semakin terpuruk. Kesenjangan dan ketimpangan akan terjadi dan akan terus terjadi, baik antar wilayah, maupun kedudukan sosial di Indonesia.

B.     Kesiapan pemuda menghadapi pasar global
Indonesia diteror! Ya, seperti itu ketakutan yang muncul di benak masyarakat, ketika mendengar kabar pada 2015 mendatang akan diberlakukan Pasar Bebas ASEAN di setiap Negara yang tergabung dalam ASEAN (Association South East Asia Nation). Mengapa teror? Di sinilah perlu diketahui terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan Pasar Bebas ASEAN.

Pasar Bebas ASEAN atau secara global lebih dikenal dengan AFTA (Asean Free Trade Area) adalah sebuah kesepakatan bersama yang dibuat oleh ASEAN Economic Community (AEC) mengenai sektor produksi lokal di seluruh Negara ASEAN. (http://id.wikipedia.org/) artinya, Indonesia dan negara-negara anggota ASEAN akan menghadapi kebijakan baru tersebut. Pada AEC, bursa tenaga kerja akan memasuki era pasar bebas, maka dapat dikatakan bahwa tenaga kerja Indonesia bisa mencari pekerjaan di negara ASEAN; dan sebaliknya, tenaga kerja dari ASEAN bebas bekerja di Indonesia.
Meningkatkan daya saing ASEAN sebagai basis produksi dalam pasar dunia melalui penghapusan bea dan non-bea dalam ASEAN serta menarik investasi asing langsung ke ASEAN adalah poin-poin yang menjadi visi dari diberlakukannya AFTA. Maka tidak menutup kemungkinan Indonesia akan menjadi pusat komoditi yang unggul di lingkup ASEAN, contohnya untuk komoditi otomotif, tekstil, dan rempah-rempah, Namun faktanya? Sebagian ada yang menganggap AFTA sebuah peluang, namun tidak sedikit yang mengatakan AFTA sebagai tantangan, bahkan rintangan. Bagaimana bisa seperti itu?

"Kita selalu terlambat merespons kerjasama internasional seperti AEC dan bekerja menjelang deadline bahkan saat injury time, Padahal, tidak mudah menghadapi AEC," ucap Edi Suandi (Okezone). Terlebih ketika berbicara tentang kesiapan generasi pemuda, kemudian timbul banyak hal yang harus dievaluasi dan dibenahi. Bukan hal yang impossible berangkat dari pembenahan pada sektor generasi muda, Indonesia mampu menghadapi AFTA pada tahun 2015 nanti.

Selayaknya hujan yang turun, selain menimbulkan keresahan, juga dapat menimbulkan manfaat yang besar apabila dikelola dengan baik dan oleh tangan yang tepat, begitupun AFTA yang bisa saja menjadi momok menakutkan bagi masyarakat apabila kedatangannya tidak diselaraskan dengan perubahan yang komprehensif di Indonesia, khususnya generasi muda yang merupakan salah satu tonggak keberhasilan tujuan Negara. Namun sebaliknya, apabila tidak ada perubahan yang signifikan dan komprehensif terhadap sektor pemudanya, maka Indonesia dipastikan akan sulit mengejar perubahan yg timbul yang disebabkan oleh adanya pasar bebas ASEAN.

Berbicara mengenai permasalahan, bijaksana rasanya apabila disertai oleh poin-poin yang bersifat solutif dan konstruktif. Berikut gagasan yang penulis tuangkan mengenai persiapan generasi muda menghadapi Pasar Bebas ASEAN 2015

Ø  Menggiatkan kewirausahaan. Pemerintah seharusnya memfasilitasi siapapun yang serius dalam menggeluti kewirausahaan, karena selain menambah lapangan kerja, masyarakatpun menjadi terlatih daya saing maupun kemandiriannya;

Ø  Melakukan pendekatan nilai-nilai rohani dalam penggabungan tiga aspek kecerdasan manusia (IQ, SQ, EQ);
Ø  Sosialisasi Pasar Bebas ASEAN bagi kalangan pemuda sebagai stimulus dalam meningkatkan kapasitas diri, seperti diadakannya Workshop and Training dalam rangka mengembangkan soft skill, kompetisi, cipta karya, dll;

Ø  Sebagai Agent of change, moral force and social control pemuda juga perlu ditekankan untuk menyadari secara penuh bahwa mereka adalah pemegang estafet pembangunan masa depan.

Semoga ini menjadi tahap awal pembentukan generasi yang siap menjadi garda depan nusa bangsa dalam menghadapi Pasar Bebas ASEAN 2015.
























BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN

A.    Kesimpulan
               Dari penelitian ini dapat dambil kesimpulan sebagai berikut:
1.      Pasar global adalah persaiangan terbuka kualitas produk antar bangsa, yang membawa dampak positif dan negatif bagi bangsa Indonesia
2.      Pemuda masih dalam ketakutan karena belum siap dalam menhadapi pasar global pada 2015 mendatang.

B.     Saran
               Dari kesimpulan diatas penulis menyarankan:
1.      Segenap masyarakat harus produktif dalam menciptakan produk berkualitas tinggi agar tidak hanya menjadi komsumen di era pasar global.
2.      Pemuda harus segera berbenah diri dan mempersiapkan diri dengan meningkatkan kualitas individu, dari pada larut dalam ketakutan. Mengembangkan kemampuan diri, keahlian, dan mengasah pengetahuan menjadi tahap awal pembentukan generasi yang siap menghadapi pasar global.
















DAFTAR PUSTAKA

M.Fuad, Christine H, Nurlela, Sugiarto, dan Paulus Y.E.F. 2000. Pengantar Bisnis. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama

http://vinysoniadewina.blogspot.com/2014/05/mempersiapkan-generasi-muda-menghadapi.html, diakses 18 november 2014

http://infogreget.blogspot.com/2013/10/mempelajari-pengertian-pasar-global.html, diakses 18 november 2014

http://firyalekaagustya.blogspot.com/2013/05/pengaruh-globalisasi-pada-perekonomian.html, William J.Stanton.1993. http://itaaccounting.blogspot.com/, diakses 18 november 2014