cari

Tampilkan postingan dengan label global. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label global. Tampilkan semua postingan

Kesiapan Pemuda Pelajar dalam Menghadap Pasar Global



                                                                             
BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
Indonesia harus siap menghadapi pasar bebas ASEAN atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015. Hal utama yang harus disiapkan untuk menghadapi MEA 2015 adalah meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) di tingkat pemerintah, kalangan dunia usaha, perguruan tinggi, hingga remaja.
Tujuan pasar bebas secara selintas memang positif, yakni agar perekonomian suatu negara bisa lebih maju dan berkembang. Berbagai studi memperlihatkan bahwa perdagangan dunia akan meningkat dengan berlakunya sistem pasar bebas. Peningkatan volume perdagangan berarti peningkatan produksi, yang berarti pula peningkatan lapangan kerja dan pada akhirnya peningkatan pendapatarn dan kesejateraan. Namun kesiapan sumberdaya manusia (SDM) dalam suatu Negara peserta pasar bebas juga sangatlah penting, ketidak siapan SDM suatu bangsa akhirnya hanya membawa penduduk negara tersebut menjadi konsumen. Kedatangan perusahaan raksasa asing akan dengan mudah mengekploitasi Negara tersebut.
Eratnya kaitan antara kesiapan pemuda dan pelajar dalam menghadapi pasar global menarik bagi penulis untuk menulis karya tulis ilmiah dengan judul: “Pasar Global dan Kesiapan Pemuda Pelajar dalam Menghadapinya”

B.     RUMUSAN MASALAH
Dari uraian latar belakang diatas maka rumusan masalah yang diambil adalah:
a.       Apa yang dimaksud dengan pasar global?
b.      Bagaimana kesiapan pemuda Pelajar dalam menghadapi pasar global?

C.    TUJUAN
a.       Menjelaskan pengertian dan maksud pasar global
b.       Menjelaskan kesiapan pemuda Pelajar dalam menghadapi pasar global





D.    METODE PENELITIAN
Metode yang digunakan adalah metode literatur, yaitu suatu metode yang digunakan untuk mengumpulkan  data dengan cara membaca buku-buku dan situs-situs internet.































BAB II
DASAR TEORI

A.    Pengertian Pasar Global
1.      Pengertian Pasar
Pasar adalah tempat bertemunya pembeli dan penjual untuk melakukan transaksi jual beli barang atau jasa. Menurut ilmu ekonomi, pasar berkaitan dengan kegiatannya bukan tempatnya. Ciri khas sebuah pasar adalah adanya kegiatan transaksi atau jual beli. Para konsumen datang ke pasar untuk berbelanja dengan membawa uang untuk membayar harganya. (M.Fuad, Christine H, Nurlela, Sugiarto, dan Paulus Y.E.F. 2000. Pengantar Bisnis. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.) 
Pasar merupakan orang-orang yang mempunyai keinginan untuk puas, uang untuk berbelanja, dan kemauan untuk membelanjakannya. Jadi, dalam pengertian tersebut terdapat faktor-faktor yang menunjang terjadinya pasar, yakni: keinginan, daya beli, dan tingkah laku dalam pembelian. (William J.Stanton.1993)
2.      Globalisasi
Ø  Globalisasi adalah proses integrasi internasional yang terjadi karena pertukaran pandangan dunia, produk, pemikiran, dan aspek-aspek kebudayaan lainnya. Kemajuan infrastruktur transportasi dan telekomunikasi, termasuk kemunculan telegraf dan Internet, merupakan faktor utama dalam globalisasi yang semakin mendorong saling ketergantungan (interdependensi) aktivitas ekonomi dan budaya. (Wikipedia,2014)

Ø  Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata global diartikan sebagai berikut:
a.       Global diartikan sebagai secara umum, secara bulat,
Contoh : “ Kepala Desa memberi penjelasan keuangan desa secara global
b.      Global diartikan sebagai sangkut paut, yang meliputi wilayah dunia
Contoh : “HIV-AIDS bukan saja masalah di Afrika tetapi juga adala permasalahan global”
Ø  Dalam Kamus Oxford “Global is Covering, or affceting the whole word” atau jika diterjemahkan “Global adalah mencakup, atau mempengaruhi seluruh dunia”
Dari berbagai definisi kata pasar dan global maka dapat kita artikan pasar global adalah suatu tempat atau wadah antarindividu, antarkelompok, dan antarnegara saling berinteraksi perdangangan, bergantung, terkait, dan mempengaruhi pemenuhan kebutuhan satu sama lain yang menacakup dalam ruang lingkup yang dunia. Sehingga batasan-batasan kekuasaan Negara akan dikurangi atau bahkan dihapus.

B.     Tujuan  Pasar Global
Tujuan pasar bebas secara selintas memang positif, yakni agar perekonomian suatu negara bisa lebih maju dan berkembang. Berbagai studi memperlihatkan bahwa perdagangan dunia akan meningkat dengan berlakunya sistem pasar bebas. Peningkatan volume perdagangan berarti peningkatan produksi, yang berarti pula peningkatan lapangan kerja dan pada akhirnya peningkatan pendapatarn dan kesejateraan.
















BAB III
PEMBAHASAN

A.    Pasar GLOBAL
Sebelum membahas tentang pengaruh globalisasi pada perekonomian Indonesia, mesti kita harus paham apa yang dimaksud dengan globalisasi. Globalisasi adalah suatu proses di mana antarindividu, antarkelompok, dan antarnegara saling berinteraksi, bergantung, terkait, dan mempengaruhi satu sama lain yang melintasi batas Negara. Sedangkan Globalisasi Perekonomian merupakan suatu proses kegiatan ekonomi dan perdagangan, dimana negara-negara di seluruh dunia menjadi satu kekuata pasar yang semakin terintegrasi dengan tanpa rintangan batas teritorial negara. Globalisasi perekonomian mengharuskan penghapusan seluruh batasan dan hambatan terhadap arus modal, barang dan jasa.

Ketika globalisasi ekonomi terjadi, batas-batas suatu negara akan menjadi kabur dan keterkaitan antara ekonomi nasional dengan perekonomian internasional akan semakin erat. Globalisasi perekonomian di satu pihak akan membuka peluang pasar produk dari dalam negeri ke pasar internasional secara kompetitif, sebaliknya juga membuka peluang masuknya produk-produk global ke dalam pasar domestik. contoh nyata dari pengaruh globalisasi ini adalah adanya pasar bebas. Yaitu dengan tumbuhnya produk-produk luar negeri yang membuat produk Indonesia kalah saing dipasaran. Ini akibat dari orang-orang Indonesia yang berpikir bahwa produk-produk luar negeri lebih berkualitas baik daripada produk dalam negeri. Tanpa adanya pengembangan produk, sudah pasti produk mereka tidak akan bisa laku di pasaran. Terlebih sejak CAFTA (China Asia Free Trade Assosiation) diberlakukan, barang – barang dari China mulai membanjiri pasar Indonesia. Tidak hanya bentuk serta tampilan produk yang menarik, namun juga harga yang ditawarkan sangat murah bila dibandingkan dengan produk – produk buatan Indonesia. 

1.      Dampak Positif Pasar Global
Bagi beberapa pelaku industri, terutama yang selama ini mengandalkan bahan baku import dari China, malah menjadi pihak yang diuntungkan atas masuknya Indonesia ke dalam pasar bebas Asia. Mereka bisa mendapatkan bahan baku dengan harga yang jauh lebih murah karena dilakukannya perjanjian penghapusan tarif import sehingga bisa menekan banyak biaya yang harus mereka keluarkan. Dengan mendapatkan bahan baku yang murah, maka secara otomatis kegiatan industri bisa semakin berkembang. Itu merupakan contoh positif dari pengaruh globalisasi pada perkembangan ekonomi Indonesia. Dampak positif globalisasi antara lain:

·         Semakin terbukanya pasar untuk produk-produk ekspor, dengan catatan produk ekspor Indonesia mampu bersaing di pasar internasional. Hal ini membuka kesempatan bagi pengusaha di Indonesia untuk melahirkan produk-produk berkualitas, kreatif, dan dibutuhkan oleh pasar dunia.
·         Semakin mudah mengakses modal investasi dari luar negeri. Apabila investasinya bersifat langsung, misalnya dengan pendirian pabrik di Indonesia maka akan membuka lapangan kerja. Hal ini bisa mengatasi kelangkaan modal di Indonesia
·         Semakin mudah memperoleh barang-barang yang dibutuhkan masyarakat dan belum bisa diproduksi di Indonesia.
·         Semakin meningkatnya kegiatan pariwisata, sehingga membuka lapangan kerja di bidang pariwisata sekaligus menjadi ajang promosi produk Indonesia.


2.      Dampak Negatif Pasar Global
Dampak negatif globalisasi bagi kegiatan ekonomi di Indonesia terutama bersumber dari ketidaksiapan ekonomi Indonesia dalam persaingan yang semakin bebas. Berikut adalah dampak negatif globalisasi terhadap perekonomian adalah :
·       Kemungkinan hilangnya pasar produk ekspor Indonesia karena kalah bersaing dengan produksi negara lain yang lebih murah dan berkualitas. Misalnya produk pertanian kita kalah jauh dari Thailand.  
·       Membanjirnya produk impor di pasaran Indonesia sehingga mematikan usaha-usaha di Indonesia. Misalnya, ancaman produk mainan Cina yang lebih murah bagi industri mainan di tanah air.
·       Ancaman dari sektor keuangan dunia yang semakin bebas dan menjadi ajang spekulasi. Investasi yang sudah ditanam di Indonesia bisa dengan mudah ditarik atau dicabut jika dirasa tidak lagi menguntungkan. Hal ini bisa memengaruhi kestabilan ekonomi.
·       Ancaman masuknya tenaga kerja asing (ekspatriat) di Indonesia yang lebih profesional SDMnya. Lapangan kerja di Indonesia yang sudah sempit jadi semakin sempit.
Maka dari itu sebaiknya kita sebagai warga Indonesia yang mencintai Indonesia wajib hukumnya untuk mendukung Indonesia agar bisa sejahtera. Misalnya dengan membeli produk dalam negeri karena pasar kita yang sudah tersaingi oleh pasar luar negeri di era globalisasi ini. Globalisasi membawa pengaruh positif terhadap Indonesia, tetapi tidak kalah juga dengan contoh yang telah disebutkan diatas dampak negatifnya. Dalam hal Globalisasi ini, peran pemerintah dalam suatu negara sangat diperlukan, mengingat segala aspek yang dilakukan adalah demi tercapainya suatu keadaan negara yang lebih baik. Pemerintah perlu menyikapi kehadiran globalisasi disini secara intensif dan berkelanjutan (berkala). Karena dampak/pengaruh negatif dari globalisasi ini jika dibiarkan secara terus menerus maka sama saja akan memutarbalikkan keadaan bahkan membuat keadaan (kehidupan masyarakat) Indonesia semakin terpuruk. Kesenjangan dan ketimpangan akan terjadi dan akan terus terjadi, baik antar wilayah, maupun kedudukan sosial di Indonesia.

B.     Kesiapan pemuda menghadapi pasar global
Indonesia diteror! Ya, seperti itu ketakutan yang muncul di benak masyarakat, ketika mendengar kabar pada 2015 mendatang akan diberlakukan Pasar Bebas ASEAN di setiap Negara yang tergabung dalam ASEAN (Association South East Asia Nation). Mengapa teror? Di sinilah perlu diketahui terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan Pasar Bebas ASEAN.

Pasar Bebas ASEAN atau secara global lebih dikenal dengan AFTA (Asean Free Trade Area) adalah sebuah kesepakatan bersama yang dibuat oleh ASEAN Economic Community (AEC) mengenai sektor produksi lokal di seluruh Negara ASEAN. (http://id.wikipedia.org/) artinya, Indonesia dan negara-negara anggota ASEAN akan menghadapi kebijakan baru tersebut. Pada AEC, bursa tenaga kerja akan memasuki era pasar bebas, maka dapat dikatakan bahwa tenaga kerja Indonesia bisa mencari pekerjaan di negara ASEAN; dan sebaliknya, tenaga kerja dari ASEAN bebas bekerja di Indonesia.
Meningkatkan daya saing ASEAN sebagai basis produksi dalam pasar dunia melalui penghapusan bea dan non-bea dalam ASEAN serta menarik investasi asing langsung ke ASEAN adalah poin-poin yang menjadi visi dari diberlakukannya AFTA. Maka tidak menutup kemungkinan Indonesia akan menjadi pusat komoditi yang unggul di lingkup ASEAN, contohnya untuk komoditi otomotif, tekstil, dan rempah-rempah, Namun faktanya? Sebagian ada yang menganggap AFTA sebuah peluang, namun tidak sedikit yang mengatakan AFTA sebagai tantangan, bahkan rintangan. Bagaimana bisa seperti itu?

"Kita selalu terlambat merespons kerjasama internasional seperti AEC dan bekerja menjelang deadline bahkan saat injury time, Padahal, tidak mudah menghadapi AEC," ucap Edi Suandi (Okezone). Terlebih ketika berbicara tentang kesiapan generasi pemuda, kemudian timbul banyak hal yang harus dievaluasi dan dibenahi. Bukan hal yang impossible berangkat dari pembenahan pada sektor generasi muda, Indonesia mampu menghadapi AFTA pada tahun 2015 nanti.

Selayaknya hujan yang turun, selain menimbulkan keresahan, juga dapat menimbulkan manfaat yang besar apabila dikelola dengan baik dan oleh tangan yang tepat, begitupun AFTA yang bisa saja menjadi momok menakutkan bagi masyarakat apabila kedatangannya tidak diselaraskan dengan perubahan yang komprehensif di Indonesia, khususnya generasi muda yang merupakan salah satu tonggak keberhasilan tujuan Negara. Namun sebaliknya, apabila tidak ada perubahan yang signifikan dan komprehensif terhadap sektor pemudanya, maka Indonesia dipastikan akan sulit mengejar perubahan yg timbul yang disebabkan oleh adanya pasar bebas ASEAN.

Berbicara mengenai permasalahan, bijaksana rasanya apabila disertai oleh poin-poin yang bersifat solutif dan konstruktif. Berikut gagasan yang penulis tuangkan mengenai persiapan generasi muda menghadapi Pasar Bebas ASEAN 2015

Ø  Menggiatkan kewirausahaan. Pemerintah seharusnya memfasilitasi siapapun yang serius dalam menggeluti kewirausahaan, karena selain menambah lapangan kerja, masyarakatpun menjadi terlatih daya saing maupun kemandiriannya;

Ø  Melakukan pendekatan nilai-nilai rohani dalam penggabungan tiga aspek kecerdasan manusia (IQ, SQ, EQ);
Ø  Sosialisasi Pasar Bebas ASEAN bagi kalangan pemuda sebagai stimulus dalam meningkatkan kapasitas diri, seperti diadakannya Workshop and Training dalam rangka mengembangkan soft skill, kompetisi, cipta karya, dll;

Ø  Sebagai Agent of change, moral force and social control pemuda juga perlu ditekankan untuk menyadari secara penuh bahwa mereka adalah pemegang estafet pembangunan masa depan.

Semoga ini menjadi tahap awal pembentukan generasi yang siap menjadi garda depan nusa bangsa dalam menghadapi Pasar Bebas ASEAN 2015.
























BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN

A.    Kesimpulan
               Dari penelitian ini dapat dambil kesimpulan sebagai berikut:
1.      Pasar global adalah persaiangan terbuka kualitas produk antar bangsa, yang membawa dampak positif dan negatif bagi bangsa Indonesia
2.      Pemuda masih dalam ketakutan karena belum siap dalam menhadapi pasar global pada 2015 mendatang.

B.     Saran
               Dari kesimpulan diatas penulis menyarankan:
1.      Segenap masyarakat harus produktif dalam menciptakan produk berkualitas tinggi agar tidak hanya menjadi komsumen di era pasar global.
2.      Pemuda harus segera berbenah diri dan mempersiapkan diri dengan meningkatkan kualitas individu, dari pada larut dalam ketakutan. Mengembangkan kemampuan diri, keahlian, dan mengasah pengetahuan menjadi tahap awal pembentukan generasi yang siap menghadapi pasar global.
















DAFTAR PUSTAKA

M.Fuad, Christine H, Nurlela, Sugiarto, dan Paulus Y.E.F. 2000. Pengantar Bisnis. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama

http://vinysoniadewina.blogspot.com/2014/05/mempersiapkan-generasi-muda-menghadapi.html, diakses 18 november 2014

http://infogreget.blogspot.com/2013/10/mempelajari-pengertian-pasar-global.html, diakses 18 november 2014

http://firyalekaagustya.blogspot.com/2013/05/pengaruh-globalisasi-pada-perekonomian.html, William J.Stanton.1993. http://itaaccounting.blogspot.com/, diakses 18 november 2014

 

 

 

 

 

 

 


Dampak Pemanasan Global

BAB I
PENDAHULUAN


A.   Latar Belakang
Semenjak manusia pada jaman purbakala sampai dengan jaman sekarang, manusia telah mengalami perkembangan dalam setiap periode waktu yang dilewatinya yang telah kita kenal dengan berbagai jaman seperti jaman meolitikum, neolitikum. Peradaban manusia telah mengalami kemajuan sampai sekarang. Selama perkembangan itu, manusia menjalani kehidupan bergantung pada pertanian dan agrikultur. Dengan orientasi kehidupan tersebut, manusia selalu berusaha menjaga dan melestarikan lingkungannya dengan sebaik-baiknya yang bertujuan untuk menjaga kelangsungan hidup manusia pula.
Dan pada saatnya, perkembangan manusia telah mengalami jaman revolusi industri yang menggantungkan kehidupan manusia pada bidang perindustrian. Dengan orientasi hidup tersebut, dunia agrikultur pun mengalami kemunduran perlahan-lahan. Nilai-nilai kehidupan manusia pun mengalami perubahan, terutama dalam interaksi manusia dengan lingkungannya. Perubahan-perubahan yang terjadi ini menghasilkan dampak baik positif maupun negatif.
Salah satu dampak revolusi industri yang telah terjadi dan masih terus berlanjut pada masa sekarang dalam kehidupan dan peradaban manusia adalah dampaknya bagi lingkungan yang ada di sekitar manusia itu sendiri. Ekspansi usaha yang dilakukan oleh para pelaku industri seperti pembangunan pabrik-pabrik dan pembuatan produksi dengan kapasitas besar dengan mengesampingkan perhatian terhadap dampaknya bagi lingkungan secara perlahan namun pasti telah mengakibatkan kelalaian yang pada akhirnya akan merugikan lingkungan tempat tinggal manusia serta manusia dan kehidupannya. Para ahli lingkungan telah menemukan indikasi adanya dampak yang terbesar bagi lingkungan dan dunia secara global akibat usaha perindustrian yang dilakukan dan telah berkembang pesat ini. Dampak negatif ini adalah terjadinya pemanasan di dunia dan sering disebut sebagai Global Warming.
Namun, masalah Global Warming sebagai masalah lingkungan ini masih diperdebatkan kebenarannya oleh beberapa pihak yang menganggap Global Warming adalah alasan yang diciptakan untuk membatasi laju perkembangan perindustrian. Walaupun masih terdapat perdebatan mengenai kebenaran keadaan Global Warming di antara para ahli lingkungan tersebut, namun masalah Global Warming ini tidaklah dapat dipungkiri untuk diteliti dan ditelaah lebih lanjut demi kelangsungan kehidupan manusia.
Untuk itu, Karya Tulis yang dibuat ini akan memperlihatkan dan menjelaskan kebenaran mengenai masalah pemanasan Global ini dengan berdasarkan studi literature dari berbagai sumber yang terpercaya dan kompeten. Pembahasan dan penjelasan yang dilakukan pun akan ditinjau dari sudut pandang pihak yang pro dan pihak yang kontra. Dalam Karya Tulis ini pun akan menyajikan fakta-fakta yang memperkuat keberadaan masalah pemanasan Global ini.
Mungkin ada beberapa dampak positif dari fenomena ini, tapi yang akan kita bahas hanyalah dampak negatifnya.Secara tidak langsung, pemanasan global ini berpengaruh pada cuaca yang tidak menentu. Suhurata-rata permukaan bumi meningkat secara bertahap. Dari naiknya suhu rata-rata tersebut,tingginya permukaan air laut juga berpengaruh. Pemanasan yang berpusat di belahan utara bumi,menyebabkan es di kutub utara mencair. Dengan cairnya es tersebut, debit air laut akan bertambah dan menyebabkan pulau-pulau rendah akan tenggelam dan hilang. Hasil pertanian pun tidak luput dari pengaruh pemanasan global. Hujan atau kemarau yang terlalu panjang,menyebabkan sering terjadi banjir atau kekeringan parah.
Pertumbuhan tanaman akan tergangguyang pada akhirnya juga akan mengurangi hasil panenan.Dalam laporan Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) 2007, dapat dilihat dampak  pemanasan global yang akan terjadi per 1 derajat Celcius kenaikan rata-rata suhu dunia dalamrentang kenaikan 1-5 derajat Celcius. Berdasarkan data ini, antara 1970 hingga 2004, diIndonesia telah terjadi kenaikan suhu rata-rata tahunan antara 0,2-1 derajat Celcius yang dapatmengakibatkan: Penurunan produksi pangan sehingga bisa meningkatkan risiko bencanakelaparan, peningkatan kerusakan pesisir akibat banjir dan badai, peningkatan kasus gizi buruk dan diare, serta perubahan pola distribusi hewan dan serangga sebagai vektor penyakit.Dari segi kesehatan, para ilmuan memprediksi bahwa lebih banyak orang yang terkena penyakitatau meninggal karena stress udara panas.
Wabah penyakit yang biasa ditemukan di daerahtropis, seperti penyakit yang diakibatkan nyamuk dan hewan pembawa penyakit lainnya, akansemakin meluas karena mereka dapat berpindah ke daerah yang sebelumnya terlalu dingin bagimereka. Saat ini, 45 persen penduduk dunia tinggal di daerah di mana mereka dapat tergigit olehnyamuk pembawa parasit malaria. Persentase itu akan meningkat menjadi 60 persen jikatemperatur meningkat. Penyakit-penyakit tropis lainnya juga dapat menyebar seperti malaria,demam berdarah dengue, demam kuning, dan encephalitis. Para ilmuan juga memprediksimeningkatnya insiden alergi dan penyakit pernafasan karena udara yang lebih hangat akanmemperbanyak polutan, spora mold dan serbuk sari.
Semenjak penemuan Fourier, Tyndall dan Arrhenius tersebut, ilmuwan semakin memahami bagaimana gas rumah kaca menyerap radiasi, memungkinkan membuat perhitungan yang lebih baik untuk menghubungkan konsentrasi gas rumah kaca dan peningkatan Temperatur. Jika konsentrasi karbon-dioksida dilipatduakan saja, maka temperatur bisa meningkat sampai 1°C.
Tetapi, atmosfer tidaklah sesederhana model perhitungan tersebut, kenyataannya peningkatan temperatur bisa lebih dari 1°C karena ada faktor-faktor seperti, sebut saja, perubahan jumlah awan, pemantulan panas yang berbeda antara daratan dan lautan, perubahan kandungan uap air di udara, perubahan permukaan Bumi, baik karena pembukaan lahan, perubahan permukaan, atau sebab-sebab yang lain, alami maupun karena perbuatan manusia. Bukti-bukti yang ada menunjukkan, atmosfer yang ada menjadi lebih panas, dengan atmosfer menyimpan lebih banyak uap air, dan menyimpan lebih banyak panas, memperkuat pemanasan dari perhitungan standar.
Sejak tahun 2001, studi-studi mengenai dinamika iklim global menunjukkan bahwa paling tidak, dunia telah mengalami pemanasan lebih dari 3°C semenjak jaman pra-industri, itu saja jika bisa menekan konsentrasi gas rumah kaca supaya stabil pada 430 ppm CO2e (ppm = part per million = per satu juta ekivalen CO2 – yang menyatakan rasio jumlah molekul gas CO2 per satu juta udara kering). Yang pasti, sejak 1900, maka Bumi telah mengalami pemanasan sebesar 0,7°C.
Lalu, jika memang terjadi pemanasan, sebagaimana disebut; yang kemudian dikenal sebagai pemanasan global, (atau dalam istilah populer bahasa Inggris, kita sebut sebagai Global Warming): Apakah merupakan fenomena alam yang tidak terhindarkan? Atau ada suatu sebab yang signfikan, sehingga menjadi ‘populer’ seperti sekarang ini? Apakah karena Al Gore dengan filmnya “An Inconvenient Truth yang mempopulerkan global warming? Tentunya tidak sesederhana itu.
Perlu kerja-sama internasional untuk bisa mengatakan bahwa memang manusia-lah yang menjadi penyebab utama terjadinya pemanasan global. Laporan IPCC (Intergovernmental Panel on Climate Change) tahun 2007, menunjukkan bahwa secara rata-rata global aktivitas manusia semenjak 1750 menyebabkan adanya pemanasan. Perubahan kelimpahan gas rumah kaca dan aerosol akibat radiasi Matahari dan keseluruhan permukaan Bumi mempengaruhi keseimbangan energi sistem iklim. Dalam besaran yang dinyatakan sebagai Radiative Forcing sebagai alat ukur apakah iklim global menjadi panas atau dingin (warna merah menyatakan nilai positif atau menyebabkan menjadi lebih hangat, dan biru kebalikannya), maka ditemukan bahwa akibat kegiatan manusia-lah (antropogenik) yang menjadi pendorong utama terjadinya pemanasan global (Gb.1).

B.   Rumusan Masalah
1.      Apakah pemanasan Global selalu memberi dampak buruk?
2.      Apakah pemanasan Global akan meningkatkan frekuensi terjadinya badai?
3.      Apakah penyebab terbesar dari terjadinya Global Warming adalah emisi manusia dari “efek rumah kaca” (“green house effect”)?
4.      Apakah pemanasan Global akan menyebabkan peningkatan terjadinya banjir, kekeringan, pertumbuhan hama secara cepat dan peristiwa alam atau cuaca yang ekstrim?
5.      Apakah emisi karbon dioksida yang berasal dari pembakaran fosil merupakan penyebab terbesar dari perubahan cuaca?
6.      Apakah ada keuntungan potensial yang dapat diakibatkan dari peningkatan temperatur?

C.    Tujuan Penulisan

1.      Mengetahui apakah pemanasan Global selalu memberi dampak buruk
2.      Mengetahui apakah pemanasan Global akan meningkatkan frekuensi terjadinya badai
3.      Mengetahui apakah penyebab terbesar dari terjadinya Global Warming adalah emisi manusia dari “efek rumah kaca” (“green house effect”)
4.      Mengetahui apakah pemanasan Global akan menyebabkan peningkatan terjadinya banjir, kekeringan, pertumbuhan hama secara cepat dan peristiwa alam atau cuaca yang ekstrim
5.      Mengetahui apakah emisi karbon dioksida yang berasal dari pembakaran fosil merupakan penyebab terbesar dari perubahan cuaca
6.     Mengetahui ada keuntungan potensial yang dapat diakibatkan dari peningkatan temperatur




BAB II
PEMBAHASAN

A.  Definisi
1.      Pengertian Global Warming atau Pemanasan Globa
Global Warming secara harfiah diterjemahkan sebagai pemanasan Global. Terjadinya pemanasan Global di bumi dimulai dari kenyataan bahwa energi panas yang dipancarkan berasal dari matahari yang masuk ke bumi menciptakan cuaca dan iklim serta panas pada permukaan bumi secara Global.

2.      Pengertian Green House Effect atau Efek Rumah Kaca
Kondisi yang menyerupai akibat yang ditimbulkan dalam rumah kaca terjadi pula dalam bumi ini, yaitu terperangkapnya energi dalam permukaan bumi oleh konsentrasi gas-gas dalam lapisan atmosfir. Pada kenyataannya, pemanasan Global merupakan peningkatan suhu bumi secara bertahap sebagai akibat dari peningkatan konsentrasi gas efek rumah kaca dalam lapisan luar atmosfir. Dan ketika bumi meradiasikan kembali energi yang diterimanya ke luar angkasa, sebagian dari energi matahari yang masuk ke bumi, terperangkap dalam permukaan bumi akibat terhalang oleh gas-gas dalam atmosfir seperti uap air dan karbon dioksida.

3.      Pengertian Perubahan Cuaca
Peningkatan konsentrasi gas pada lapisan atmosfir telah mempercepat perubahan rata-rata cuaca. Sejak abad 19 yang lalu sampai dengan abad 20, F. Dan°temperatur permukaan bumi telah mengalami peningkatan 0.5 – 1.0  perkiraan peningkatan suhu permukaan bumi rata-rata menurut para ahli C dalam 50 tahun mendatang°F atau 0.6-2.5 °akan mencapai 1-4.5  tergantung pada wilayah di bumi.Pembuktiannya terlihat dalam perubahan kondisi nyata yang terjadi dengan mancairnya salju pada Northern Hampshire dan menurunnya es apung pada Samudra Arktik.
Secara Global, permukaan laut telah mengalami kenaikan lebih dari 4-8 inchi pada abad lalu. Penguapan yang terjadi pada dunia telah meningkat sekitar 1% dan frekuensi terjadinya hujan pun telah meningkat.
Gas-gas ditimbulkan dari berbagai macam kegiatan manusia, seperti kegiatan dalam perindustrian dan pembakaran, akan terkonsentrasi dalam atmosfir dan akan menyebabkan terperangkapnya energi matahari yang masuk ke dalam bumi. Energi yang tidak teradiasi ini sama kondisi dengan yang terjadi pada rumah kaca, sehingga energi tersebut akan tetap tersimpan dalam permukaan bumi dan menyebabkan pemanasan Global pada permukaan bumi.


B.   Langkah – Langkah Penanganan
Seperti nasi sudah menjadi bubur, begitulah nasib bumi kita ini. Hanya ada sedikit harapan untuk menghilangkan pemanasan global dan membuat temperatur dibumi stabil. Caranya adalah dengan menetralisir gas-gas yang telah kami sebutkan diatas tersebut kembali normal 100%. Dan menurut kami ini adalah sesuatu yang mustahil.
Jika memang demikian, lalu apa yang dapat kita perbuat? Kita memang mungkin tidak bisa menetralisir atmosfer seperti sedia kala, tetapi kita dapat memperlambat akibat pemanasan global yang lebih buruk.
Hal-hal yang dapat kita lakukan antara lain mengurangi penghasilan gas karbondioksida dengan berbagai cara, yaitu menghemat listrik sebisa mungkin karena 40% karbon dioksida dihasilkan oleh tenaga listrik ini. Selain itu kita juga dapat menanam pohon untuk memproduksi O2 yang lebih banyak dan untuk menyerap CO2, agar kita tidak menambah kacau gas-gas yang ada di atmosfer. Pemerintah memberi penyuluhan kepada seluruh lapisan masyarakat baik masyarakat awam maupun masyarakat industri.Agar mereka dapat mengetahui penyebab pemanasan global,sehingga mereka bisa menaggulanginya dengan dini. Mengurangi penggunaan Parfum,AC,serta kulkas,karena barang-barang tersebut menghasilkan gas CFC yang dapat merusak Ozon. Untuk penimbunan sampah,seharusnya kita membiasakan diri untuk mengunakan sistem daur ulang pada sampah-sampah non organik.
Sudah saatnya bagi kita, penduduk bumi ini untuk memelihara bumi dengan baik. Masa industri telah memberi pelajaran bagi kita yang merasakan akibat pemanasan global sekarang.




C.  Solusi Dan Pencegahan

1.      Batasi Penggunanaan kertas
Tanamkan di pikiran anda kuat-kuat, bahwa setiap anda menggunakan selembar kertas maka anda telah menebang sebatang pohon. Oleh karena itu gunakan kertas se-efektif mungkin misalnya dengan mencetak print out bolak-balik pada setiap kertas. Bila anda nge-print sesuatu yang tidak terlalu penting, gunakanlah kertas bekas yang dibaliknya masih kosong.

2.      Ganti bola lampu
Segera ganti bola lampu pijar anda dengan lampu neon. Lampu neon ini membutuhkan energi yang lebih sedikit dibanding lampu pijar. Ingat setiap daya daya listrik yang anda pakai maka anda turut serta menghabiskan sumber daya energi listrik yang kebanyakan berbahan bakar fosil. Bahan bakar fosil adalah bahan bakar tak terbarukan, dan dalam jangka sepuluh tahun ke depan mungkin bahan bakar jenis ini akan habis.

3.      Hindari Screen Saver
Shut down Komputer anda jika tidak akan digunakan dalam jangka lama, atau jika anda terpaksa meninggalkan komputer dalam keadaan menyala, matikan screen saver. Mengaktifkan screen saver akan memakan energi dan mengeluarkan emisi Co2. Jadi matikan screen saver anda sekarang!

4.      Periksa tekanan ban
Setiap anda ingin bepergian janagn lupa memeriksa tekanan ban kendaraan anda. ban yang kurang angin akan memperlambat laju kendaraan dan akhirnya akan membutuhkan bahan bakar yang lebih banyak.

5.      Buka jendela lebar-lebar
Di Amerika , sebagian besar dari 22,7 ton emisi CO2 berasal dari rumah. Kebanyakan emisi atau gas buang tersebut berasal dari AC, kulkas, kompor gas atau refrigerator. Unutk meminimalkannya ketika dapat mengatur termostat AC dengan suhu udara di luar ruangan. Kemudian bukalah jendela lebar-lebar karena sirkulasi udara yang terjebak dapat mengkonsumsi energi.

6.      Gunakan pupuk organik.
Pupuk yang digunakan kebanyakan petani mengandung unsur nitrogen, yang kemudian berubah menjadi N2O yang menimbulkan efek GRK (Gas Rumah Kaca) 320 kali lebih besar dari pada CO2. Jika anda hobi berkebun gunakanlah pupuk organik. Disamping aman, murah pula.

7.      Tanamlah rumpun bambu
Pepohonan memang terbukti mampu menyerap CO2, tetapi ternyata pohon atau rumpun bambu mampu menyerap CO2 empat kali lebih banyak dari pohon-pohon lain.

8.      Naik kendaraan umum
Saat ini jumlah kendaraan pribadi sudah teramat banyak dan bikin sumpek. Sector transportasi menyumbang sampai 14 % emisi gas rumah kaca ke atmosfer, jika kita menggunakan kendaran umum maka kita mengurangi emisi gas rumah kaca, karena dalam satu kendaraan umum bisa mengangkut puluhan orang, dan itu sangat hemat energi. Dibandingkan dengan kendaraan pribadi sperti sedan yang hanya mengangkut maksimal empat orang.

9.      Kurangi makan daging sapi
Betul, kurangi dari sekarang memakan daging sapi. Selain megandung kalori yang tinggi. Daging sapi juga menyumbang emisi gas rumah kaca yang cukup signifikan. Setiap kilogaram daging sapi yang kita makan, setara dengan menyalakan bola lampu 20 watt selama 20 hari.


10.  Jangan pakai kantong plastik
Di beberapa Negara bagian Amerika, urusan kantong plastik bahkan sampai dibuat undang-undangnya segala. LSM peduli lingkungan mendorong pemerintah Negara setempat unutk melarang penggunaan kantong plastic sebagai kantong belanjaan. Plastik ini memang unsur yang sulit terurai, butuh 1000 tahun untuk mengurainya didalam tanah.

11.  Tanam Pohon
Satu pohon berukuran agak besar dapat menyerap 6 kg CO2 per tahunnya. Dalam seluruh masa hidupnya, satu batang pohon dapat menyerap 1 ton CO2. United Nations Environment Programme (UNEP) melaporkan bahwa pembabatan hutan menyumbang 20% emisi gas rumah kaca. Seperti kita ketahui, pohon menyerap karbon yang ada dalam atmosfer. Bila mereka ditebang atau dibakar, karbon yang pernah mereka serap sebagian besar justru akan dilepaskan kembali ke atmosfer. Maka, pikir seribu kali sebelum menebang pohon di sekitar Anda. Pembabatan hutan juga berkaitan dengan peternakan. Tahukah Anda area hutan hujan seukuran 1 lapangan sepak bola setiap menitnya ditebang untuk lahan merumput ternak? Bila Anda berubah menjadi seorang vegetarian, Anda dapat menyelamatkan 1 ha pohon per tahunnya.

12.   Bepergian yang Ramah Lingkungan
Cobalah untuk berjalan kaki, menggunakan telekonferensi untuk rapat, atau pergi bersama-sama dalam satu mobil. Bila memungkinkan, gunakan kendaraan yang menggunakan bahan bakar alternatif. Setiap 1 liter bahan bakar fosil yang dibakar dalam mesin mobil menyumbang 2,5 kg CO2. Bila jaraknya dekat dan tidak terburu waktu, anda bisa memilih kereta api daripada pesawat. Menurut IPCC, bepergian dengan pesawat menyumbang 3-5% gas rumah kaca.

13.   Beli Makanan Organik
Tanah organik menangkap dan menyimpan CO2 lebih besar dari pertanian konvensional. The Soil Association menambahkan bahwa produksi secara organik dapat mengurangi 26% CO2 yang disumbang oleh pertanian.

14.  Gunakan Kipas Angin
AC yang menggunakan daya 1.000 Watt menyumbang 650 gr CO2 per jamnya. Karena itu, mungkin Anda bisa mencoba menggunakan kipas angin.

15.   Jemur Pakaian Anda di bawah Sinar Matahari
Bila Anda menggunakan alat pengering, Anda mengeluarkan 3 kg CO2. Menjemur pakaian secara alami jauh lebih baik: pakaian Anda lebih awet dan energi yang dipakai tidak menyebabkan polusi udara.



16.   Daur Ulang Sampah Organik
Tempat Pembuangan Sampah (TPA) menyumbang 3% emisi gas rumah kaca melalui metana yang dilepaskan saat proses pembusukan sampah. Dengan membuat pupuk kompos dari sampah organik (misal dari sisa makanan, kertas, daun-daunan) untuk kebun Anda, Anda bisa membantu mengurangi masalah ini!

17.   Pisahkan Sampah Kertas, Plastik, dan Kaleng agar Dapat Didaur Ulang
Mendaur ulang aluminium dapat menghemat 90% energi yang dibutuhkan untuk memproduksi kaleng aluminium yang baru – menghemat 9 kg CO2 per kilogram aluminium! Untuk 1 kg plastik yang didaur ulang, Anda menghemat 1,5 kg CO2, untuk 1 kg kertas yang didaur ulang, Anda menghemat 900 kg CO2

18.   Kurangi Belanja
Industri menyumbang 20% gas emisi rumah kaca dunia dan kebanyakan berasal dari penggunaan bahan bakar fosil. Jenis industri yang membutuhkan banyak bahan bakar fosil sebagai contohnya besi, baja, bahan-bahan kimia, pupuk, semen, gelas, keramik, dan kertas. Oleh karena itu, jangan cepat membuang barang, lalu membeli yang baru. Setiap proses produksi barang menyumbang CO2.










BAB III
PENUTUP
           
A.  KESIMPULAN

Pemanasan Global telah menjadi permasalahan yang menjadi sorotan utama manusia. Fenomena ini bukan lain diakibatkan oleh perbuatan manusia sendiri dan dampaknya diderita oleh manusia itu juga. Untuk mengatasi pemanasan global diperlukan usaha yang sangat keras karena hampir mustahil untuk diselesaikan saat ini. Pemanasan global memang sulit diatasi, namun kita bisa mengurangi efeknya. Penanggulangan hal ini adalah kesadaran kta terhadap kehidupan bumi di masa depan. Apabila kita telah menanamkan kecintaan terhadap bumi ini maka pemanasan global hanyalah sejarah kela yang pernah menipa bumi ini.

B.  SARAN

Kehidupan berawal dari kehidupan di bumi ini jauh sebelum makhluk hidup ada. Maka dari itu untuk menjaga dan melestarikan bumi harus beberapa dekade kah kita memikirkannya. Sampai pada satu sisi dimana bumi ini telah tua dan memoho agar kita menjaga serta melestarikannya. Marilah kita bergotong royong untuk menyelamatkan bumi yang telah emberi kita kehidupan yang sempurna ini. STOP GLOBAL WARMING!.

Merubah gaya hidup anda dapat dimulai dari rumah tangga. Nathan Brown, pemerhati lingkungan, menyataka bahwa salah satu cara eradaptasi dengan pemansan global di rumh adalah mengurangi pengeluaran energi. Mematikan alat elektronik yang tidak terpakai adalah salah satu cara yang dapat dilakukan. Mulailah dari hal sederhana seperti mencabut charger Handphone setelah selesai dipakai, mematikan layar komputer saat tidak dipakai, matikan lampu yang tidak dipakai,san menyalakan AC hanya jika dibutuhkan.

Cara Lain yang dapat dilakukan adalah menggunakan bola lampu yang lebih efisien. Jika setiap rumah tangga mengganti salah satu bolah lampu menngunakan bahan yang lebih cinta lingkungan maka dapat mencegah 90 milliar pn CO2 Masuk ke atmosfer. Hal ini sama seperti mengurangi 6,3 juta mobil di jalanan.
Cara selanjutnya yang dapat dilakukan adalah mengurangi penggunaan plastik. Apa anda pernah membayangkan berapa banyak kantung plastik yang digunakan oleh manusia setiap harinya? Dan berapa jumlah botol plastik yang dibuang setiap harinya? Jika anda tidak mengetahui jawabannya, lihatlah tumpukan sampah yang ada disekitar anda. Anda akan menyadari banyaknya plastik yang terbuang. Padahal, mendaur ulang plastik membutukan waktu jutaan tahun. Dan plastik memiliki kandugan yang berbahaya bagi tanah.

Anda dapat mengurangi penggunaan plastik denganberbagai cara. Membawa botol minuman dalam termos adalah salah satu contohnya. Contohlain adalah membawa tas belanjaan dari kain ketika belanja ke supermarket atau pasar. Cara lainnya adalah menghemat pemakaian kertas. Apakah anda tahu jika bahan dasar pembuatan kertas adalah batang pohon?  Ketika membuat kertas artinya sejumlah pohon harus ditebang. Artinya semakin menipis perediaan Oksigen yang ada. Oleh karen itu, gunakanah kertas dengan hemat! Jika anda dapat menngunakan kertas bolak-balik, kenapa tidak dilakukan.
















DAFTAR PUSTAKA

Global Warming. (2008). Ditelusuri pada 18 januari, 2008 darihttp://www.wikipedia.com
Global Warming. (2008). Ditelusuri pada 31 Januari, 2008 dari http://www.nationalgeographic.com.
http:// makalahdanskirpsi.blogspot.com
http:// elfillah.multiply.com/journal/item/6
Brownn. N (2008). Empat mudah cara untuk membantu mencegah pemanasan Global: mulai dengan langkah sederhana semua orang bisa ambil.
Sebuah iklim untuk perubahan (oleh Katharine Hayhoe, Andrew Farley)
Pemanasan Global Fakta untuk Iman Berbaris Keputusan.