cari

Tampilkan postingan dengan label masyarakat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label masyarakat. Tampilkan semua postingan

Pengaruh Limbah Terhadap Kehidupan Masyarakat



BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Air sangat dibutuhkan oleh setiap mahluk hidup. Di kota-kota besar di Indonesia, dampak pencemaran air terhadap kesehatan dan kesejahteraan manusia serta ekosistem telah menimbulkan kerugian ekonomi yang sangat besar. Tubuh organisme 90% terdiri dari air. Air fungsinya sebagai pelarut dalam tubuh, bahan baku berbagai proses di dalam tubuh, dan sebagai keperluan sehari-hari. Jika tidak ada air tumbuhan akan layu bahkan akan mati jika kekurangan air. Apabila perairan kemasukan bahan-bahan pencemar, maka perairan tersebut akan tercemar.
Sudah kita ketahui, bahwa didunia ini limbah melimpah khususnya di Indonesia, beberapa limbah yang tercemar, baik itu limbah industri maupun limbah rumah tangga (pemukiman).
Limbah pemukiman dapat terjadi karena adanya pembuanga sisa-sisa.
Limbah industri, dari produksi oleh para pemukiman (penduduk atau rumah tangga)
.
Limbah pemukiman juga dapat disebabkan oleh tumbuh-tumbuhan dan hewan yang membuang kotoran sembarangan tempat, seperti : di jalan, di kaki lima, dan dimana saja semaunya. Limbah juga banyak diprediksi oleh para ahli limbah yang banyak membuktikan bahwa pencemaran air bersih ialah limbah pemukiman masayarakat, seperti bungkus-bungkus makanan, bungkus deterjen dan sebagianya.
Limbah pemukiman masayarakat sangat banyak dampaknya bagi pertumbuhan makhluk hidup terutama bagi manusia, seperti penyakit diare, tifus bahkan ada juga yang demam, batuk berdarah karena virus yang berasal dari sampah yang tidak diolah dengan baik.
Limbah pemukiman masyarakat sudah merupakan salah satu hal yang harus ditangani dengan baik dan benar. Karena sudah diprediksimenjasi sumber dari segala masalah yang ada di lingkungan masyarakat sekitar. Dengan ini pemerintah sudah menerapkan salah satu hal untuk mencegah hal tesebut yaitu dengan membuat peraturan di sekitar lingkungan masyarakat.

1.2  Rumusan Masalah
1.    Apa pengertian limbah ?
2.    Apa saja ciri-ciri air yang tercemar limbah ?
3.    Apa bahaya air yang telah tercemar limbah bagi masyarakat ?
4.    Bagaimana cara mencegah pencemaran air oleh limbah masyarakat ?

1.3  Tujuan Penelitian
Dari rumusan masalah diatas diperoleh tujuan sebagai berikut : menjelaskan pengertian limbah,menjelaskan ciri-ciri air yang tercemar limbah.menjelaskan bahaya air yang telah tercemar limbah, menjelaskan cara mencegah pencemaran air oleh limbah masyarakat.
1.4 Manfaat
1. Mengetahui dampak dari pencemaran limbah air terhadap lingkungan masyarkat
2. Mengetahui cara menanggulangi pencemaral limbah air











BAB II
ISI
2.1  Pengertian  Limbah
Limbah adalah bahan sisa yang dihasilkan dari suatu kegiatan dan proses produksi, baik pada skala rumah rumah tangga, industri, pertambangan, dan sebagainya.
Macam-macam Limbah :
a.    Limbah Cair, seperti air comberan menyebabkan peningkatan kebutuhan oksigen pada air yang menerimanya yang mengarah pada berkurangnya oksigen yang berdampak parah terhadap seluruh ekosistem.
b.    Limbah Padat
c.    Limbah Gas dan partikel
d.    Limbah Beracun adalah limbah yang mengandung racun yang berbahaya bagi manusiadan lingkungan.
Limbah Beracun Terdiri Dari :
-       Limbah mudah meledak adalah limbah yang melalui reaksi kimiadapat menghasilkangasdengansuhu dan tekanan tinggi yang dengan cepat dapat merusak lingkungan.
-       Limbah mudah terbakar adalah limbah yang bila berdekatan dengan api, percikan api,gesekan atausumber nyala lain akan mudah menyala atau terbakar dan bila telah menyalaakan terus terbakar hebatdalam waktu lama.
-        Limbah reaktif adalah limbah yang menyebabkan kebakaran karena melepaskan ataumenerima oksigenatau limbah organik peroksidayang tidak stabil dalam suhu tinggi.
-       Sampah Industri membuang berbagai macam polutan ke dalam air limbahnya seperti logam berat, tiksin organik, minyak, nutrien dan padatan. Air limbah tersebut memiliki efek thermal, terutama yang dikeluarkan oleh pembangkit listrik, yang dapat juga mengurangi oksigen dalam air.



2.2 Pengertian Pencemaran Air
Pencemaran air adalah penyimpangan sifat-sifat air dari keadaan normal, bukan dari kemurniannya. Banyak air tawar yang tercemar berat oleh sisa-sisa pembuangan kotoran dan cairan pembuangan limbah rumah tangga ke dalam sungai. Cairan pembuangan adalah sisa-sisa pembuangan dalam suatu bentuk cairan yang dihasilkan oleh proses industri dan kegiatan rumah tangga. Pencemaran air oleh cairan ini berupa zat-zat racun, bahan-bahan yang mengendap atau deoksigenasi.
Menurut Data Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Jakarta (2011) menyebutkan bahwa 90 persen air tanah di Jakarta sudah tercemar oleh logam, nitrat dan e-coli. Pencemaran tidak hanya terjadi pada air tanah, tapi juga pada sumber-sumber air yang memasok jaringan pelayanan publik. Sedangkan air dari sumur penduduk selain umumnya telah tercemar oleh bakteri, juga terdapat kandungan logam bahkan pada sebagian wilayah terasa asin karena kadar garam meningkat. Bahkan menurut Kementerian Lingkungan Hidup, air sungai Ciliwung di wilayah Jakarta sudah “no class.” Pemerintah telah berusaha menurunkan beban pencemaran sungai Ciliwung, namun tidak mudah. Beban pencemaran ideal menurut KLH berkisar 7.019 kilogram per hari. Sedangkan saat ini beban pencemaran Ciliwung berada pada kisaran 29.231 kg per hari. Artinya, perlu penurunan beban pencemaran sekitar 76 persen agar kembali normal.
Secara garis besar, ada dua tipe polutan yang masuk ke dalam perairan yaitu: pertama, zat yang memperkaya perairan sehingga merangsang pertumbuhan mikroorganisme dan alga, dan yang kedua adalah materi-materi yang bersifat racun sehingga dapat membunuh mikroorganisme yang hidup dalam air. Zat yang memperkaya perairan pada umumnya sampah organik yang dibuang oleh manusia dan terbawa ke perairan, kotoran dan deterjen.
Pencemaran air dapat diklasifikasikan menjadi tiga tipe yaitu;
ü  Pencemaran kimia berupa senyawa karbon dan senyawa anorganik.
ü  Pencemaran fisika yang dapat berupa materi terapung dan materi tersuspensi,
ü  Pencemaran biologi yang dapat berupa mikroba phatogen, lumut dan tumbuh-tumbuhan air

2.3 Ciri-Ciri Air yang Tercemar Limbah
Air yang baik adalah air yang tidak tercemar secara berlebihan oleh zat-zat kimia atau mineral terutama oleh zat-zat atau mineral yang berbahaya bagi kesehatan.
Adapun beberapa indikator bahwa air sungai telah tercemar adalah sebagai berikut:
1.      Adanya perubahan suhu air. Air yang panas apabila langsung dibuang ke lingkungan akan mengganggu kehidupan hewan air dan mikroorganisme lainnya.
2.      Adanya perubahan pH atau konsentrasi ion Hidrogen. Air normal yang memenuhi syarat untuk suatu kehidupan mempunyai berkisar pH berkisar antara 6,5 – 7,5
3.      Adanya perubahan warna, bau dan rasa air. Air dalam keadaan normal dan bersih pada umumnya tidak akan berwarna, sehingga tampak bening dan jernih, tetapi hal itu tidak berlaku mutlak, seringkali zat-zat beracun justru terdapat pada bahan buangan industri yang tidak mengakibatkan perubahan warna pada air. Timbulnya bau pada air lingkungan secara mutlak dapat dipakai sebagai salah satu tanda terjadinya pencemaran. Apabila air memiliki rasa berarti telah terjadi penambahan material pada air dan mengubah konsentrasi ion Hidrogen dan pH air.
4.      Timbulnya endapan, koloidal, bahan terlarut. Bahan buangan yang berbentuk padat, sebelum sampai ke dasar sungai akan melayang di dalam air besama koloidal, sehingga menghalangi masuknya sinar matahari ke dalam lapisan air. Padahal sinar matahari sangat diperlukan oleh mikroorganisme untuk melakukan fotosintesis.
5.      Adanya mikroorganisme. Mikroorganisme sangat berperan dalam proses degradasi bahan buangan dari limbah industri ataupun domestik. Bila bahan buangan yang harus didegradasi cukup banyak, maka mikroorganisme akan ikut berkembangbiak. Pada perkembangbiakan mikroorganisme ini tidak tertutup kemungkinan bahwa mikroba patogen ikut berkembangbiak pula.
6.      Meningkatnya radioaktivitas air lingkungan. Zat radioaktif dari berbagai kegiatan dapat menyebabkan berbagai macam kerusakan biologis apabila tidak ditangani dengan benar ,baik efek langsung maupun efek tertunda.

2.4 Dampak Pencemaran Air oleh Limbah Masyarakat
a.    Berkurangnya jumlah oksigen terlarut di dalam air karena sebagian besar oksigen digunakan oleh bakteri untuk melakukan proses pembusukan sampah.
b.    Sampah anorganik ke sungai, dapat berakibat menghalangi cahaya matahari sehingga menghambat proses fotosintesis dari tumbuhan air dan alga, yang menghasilkan oksigen.
c.    Deterjen sangat sukar diuraikan oleh bakteri sehingga akan tetap aktif untuk jangka waktu yang lama di dalam air, mencemari air dan meracuni berbagai organisme air.
d.    Penggunaan deterjen secara besar-besaran juga meningkatkan senyawa fosfat pada air sungai atau danau yang merangsang pertumbuhan ganggang dan eceng gondok (Eichhornia crassipes).
e.    Pertumbuhan ganggang dan eceng gondok yang tidak terkendali menyebabkan permukaan air danau atau sungai tertutup sehingga menghalangi masuknya cahaya matahari dan mengakibatkan terhambatnya proses fotosintesis.
f.     Tumbuhan air (eceng gondok dan ganggang) yang mati membawa akibat proses pembusukan tumbuhan ini akan menghabiskan persediaan oksigen.
g.    Material pembusukan tumbuhan air akan mengendapkan dan menyebabkan pendangkalan.
h.    Selain diakibatkan oleh limbah pemukiman (rumah tangga) sumber atau penyebab pencemaran air juga disebabkan oleh limbah pertanian, limbah industri, dan di beberapa tempat tertentu diakibatkan oleh limbah pertambangan.


2.5  Cara Mencegah Pencemasan Air oleh Limbah Masyarakat
Upaya Mencegah dan Menaggulangi Limbah:
a.    Tindakan Prefentif
1.  Tidak membuang sampah kesungai
2.  Tidak memakai deterjen secara berlebihan
3.  Tidak melakukan pembuangan industri yang mengandung Pb,Hg, Zn karena dapat mencemari    lingkungan / peraiaran.
b.    Tindakan Kuratif
1.  Mengelolah sampah
2.  Membuang sampah ditempatnya
3.  Tidak membuang sampah kesungai
c.    Tindakan yang dapat dilakukan oleh masyarakat sebagai cara penanggulangan pencemaran air yaitu :
1.  Tidak membuang sampah atau limbah cair ke sungai, danau, dan sebagainya.
2.  Tidak menggunakan sungai untuk wahana tempat MCK
3.  Tidak minum air dari sungai, atau sumur, tanpa dimasak dahulu
4.  Sadar akan kelangsungan ketersediaan air dengan tidak merusak atau mengeksploitasi sumber mata air agar tidak tercemar.
5.  Mengurangi intensitas limbah rumah tangga.
6.  Melakukan penanaman pohon. Pohon selain bisa mencegah longsor, diakui mampu menyerap air dalam jumlah banyak. Itu sebabnya banyak bencana banjir akibat penebangan pohon secara massal. Padahal, pohon merupakan penyerap air paling efektif dan handal.







BAB III
PENUTUP
3.1  Kesimpulan
Pencemaran air adalah penyimpangan sifat-sifat air dari keadaan normal, bukan dari kemurniannya. Banyak air tawar yang tercemar berat oleh sisa-sisa pembuangan kotoran dan cairan pembuangan limbah rumah tangga ke dalam sungai. Cairan pembuangan adalah sisa-sisa pembuangan dalam suatu bentuk cairan yang dihasilkan oleh proses industri dan kegiatan rumah tangga. Pencemaran air oleh cairan ini berupa zat-zat racun, bahan-bahan yang mengendap atau deoksigenasi.
 Bahwa kebanyakan limbah paling banyak ditimbulkan oleh kegiatan manusia yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik (rumah tangga, yang lebih dikenal sebagai sampah) atau juga dapat dihasilkan oleh alam yang kehadirannya pada suatu saat dan tempat tertentu tidak dikehendaki lingkungan karena tidak memiliki nilai ekonomis. Jika tidak dikelola dengan baik, maka akan berdampak negatif terhadap masyarakat. Dan untuk cara menangani dampak limbah yang semakin besar tersebut yaitu dengan mendaur ulang limbah yang untuk mengurangi pencemaran yang diakibatkan dari hasil aktivitas manusia dan aktivitas alam.
3.2  Saran
Menangani Limbah Pemukiman. Perlu kesadaran dari semua lapisan masyarakat untuk berlaku bijak dengan limbah rumah tangga yang dihasilkannya.
Pengelolaan sampah, perubahan gaya hidup dan pola pikir tentang sampah, serta tidak membuang sampah terutama di sungai dan tempat penampungan air semisal sungai dan danau perlu dilakukan oleh semua pihak untuk mengurangi dampak pencemaran air yang disebabkan oleh limbah rumah tangga (pemukiman).
Dan semua itu hanya bisa diwujudkan dengan sebuah tindakan kecil sebagai awalan; memulai dari diri sendiri.





DAFTAR PUSTAKA












LAMPIRAN
pencemaran-air-6-728.jpg       jhgfh.jpg
 gambar manusia dan lingkungannya.jpg

Tingkat kesadaran masyarakat akan keamanan lingkungan di Desa Nusa Bakti Kampung 01



BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kesadaran terhadap keamanan lingkungan, harus selalu diterapkan oleh masyarakat. Mewujudkan keamanan akan terasa semakin mudah jika masyarakatnya memiliki kebersamaan. Menjaga keamanan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama sebagai warga negara yang baik. Salah satu bagian terpenting dalam pemeliharan  keamanan lingkungan adalah peran serta masyarakat. Dalam hal ini bentuk partisipasi masyarakat dalam pemeliharaan lingkungan diwujudkan dalam bentuk Sistem Keamanan Lingkungan. Sebagai makhluk sosial, manusia tidak dapat lepas dari interaksinya dengan manusia lain.  Dalam interaksinya dengan manusia lain, maka tercipta suatu masyarakat dan suatu peradapan serta kebudayaan manusia yang didalamnya terdapat nilai-nilai yang mendasari dan menuntun tindakan-tindakan dalam hidup bermasyarakat Dalam hal ini bentuk partisipasi masyarakat dalam pemeliharaan lingkungan diwujudkan dalam bentuk.  Jika hubungan antar warga berjalan dengan baik, maka persoalan-persoalan di lingkungan pun akan dengan mudah diatasi, sehingga terciptalah kehidupan yang sehat, aman, dan nyaman di lingkungan tersebut.
Kesadaran masyarakat dalam berpartisipasi bidang keamanan dan ketertiban, merupakan potensi pengamanan swakarsa yang perlu dilestarikan dan ditingkatkan guna menumbuh kembangkan sikap mental, kepekaan dan daya tanggap setiap warga masyarakat dalam mewujudkan keamanan dan ketertiban disetiap dilingkungannya masing-masing. Lingkungan yang sehat, aman, dan nyaman adalah tempat yang dibutuhkan oleh masyarakat untuk hidup. Hal ini yang menarik bagi penulis untuk diteliti.
1.2  Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan diatas, maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut: Bagaimana tingkat kesadaran masyarakat akan keamanan lingkungan di Desa Nusa Bakti Kampung 01?

1.3 Tujuan Penelitian
 Berdasarkan rumusan masalah diatas, yang menjadi tujuan penelitian ini adalah: Untuk mengetahui tingkat kesadaran masyarakat akan keamanan lingkungan di Desa Nusa Bakti Kampung 01.









BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Pengertian Kesadaran Masyarakat
Secara harfiah kata “kesadaran” berasal dari kata “sadar”, yang berarti insyaf, merasa tahu dan mengerti. Kita sadar jika kita tahu, mengerti, insyaf, dan yakin tentang kondisi tertentu, khususnya sadar atas hak dan kewajibannya sebagai warga Negara. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Widjaja (1984:46) menyatakan bahwa “Kita sadar jika kita tahu, mengerti, insyaf dan yakin tentang kondisi tertentu”.
Kesadaran masyarakat lahir dari masyarakatnya itu sendiri yang lahir dari kebiasaaan dalam masyarakat, dipengaruhi oleh lingkungan, peraturan-peraturan dan peranan pemerintahnya.
2.2 Tingkatan Kesadaran
Berdasarkan tingkatannya, N.Y Bull (Kosasih Djahiri, 1985: 24) mengemukakan bahwa kesadaran dapat dibagi menjadi beberapa tingkatan yang masing-masing tingkatan menunjukan derajat kesadaran seseorang. Tingkatan-tingkatan kesadaran tersebut antara lain:
  1. Kesadaran yang bersifat anomous, yaitu kesadaran atau kepatuhan yang tidak jelas dasar dan alasan atau orientasinya
  2. Kesadaran yang bersifat heteronomous, yaitu kesadaran atau kepatuhan yang berlandaskan dasar/orientasi/motivasi yang beraneka ragam atau berganti-ganti
  3. Kesadaran yang bersifat sosionomous, yaitu kesadaran atau kepatuhan yang berorientasi kepada kiprah umumatau karena khalayak ramai.
  4. Kesadaran yang bersifat autonomous yaitu kesadaran atau kepatuhan yang terbaik karena didasari oleh konsep atau landasan yang ada dalam diri sendiri.
2.3 Pengertian Keamanan
Keamanan adalah kebutuhan dasar manusia prioritas kedua berdasarkan kebutuhan fisiologis dalam hirarki Maslow yang harus terpenuhi selama hidupnya, sebab dengan terpenuhinya rasa aman setiap individu dapat berkarya dengan optimal dalam hidupnya. Mencari lingkungan yang betul-betul aman memang sulit, maka konsekuensinya promosi keamanan berupa kesadaran dan penjagaan adalah hal yang penting. Ilmu keperawatan sebagai ilmu yang berfokus pada manusia dan kebutuhan dasarnya memiliki tanggung jawab dalam mencegah terjadinya kecelakaan dan cedera sebagaimana merawat klien yang telah cedera tidak hanya di lingkungan rumah sakit tapi juga di rumah, tempat kerja, dan komunitas. Perawat harus peka terhadap apa yang diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi klien sebagai individu ataupun klien dalam kelompok keluarga atau komunitas.
Secara umum keamanan (safety) adalah status seseorang dalam keadaan aman, kondisi yang terlindungi secara fisik, sosial, spiritual, finansial, politik, emosi, pekerjaan, psikologis atau berbagai akibat dari sebuah kegagalan, kerusakan, kecelakaan, atau berbagai keadaan yang tidak diinginkan. Menurut Craven:2000 keamanan tidak hanya mencegah rasa sakit dan cedera tetapi juga membuat individu merasa aman dalam aktifitasnya. Keamanan dapat mengurangi stres dan meningkatkan kesehatan umum.
Keamanan fisik (Biologic safety) merupakan keadaan fisik yang aman terbebas dari ancaman kecelakaan dan cedera (injury) baik secara mekanis, thermis, elektris maupun bakteriologis. Kebutuhan keamanan fisik merupakan kebutuhan untuk melindungi diri dari bahaya yang mengancam kesehatan fisik, yang pada pembahasan ini akan difokuskan pada providing for safety atau memberikan lingkungan yang aman


BAB III
Metode penelitian


3.1 Jenis  Penelitian
Metode yang digunakan oleh peneliti adalah metode deskriptif kuntitatif dengan teknik pengumpulan data secara angket kepada responden yang telah ditentukan secara acak. Metode ini dipakai untuk mendapatkan informasi lebih banyak dari responden.

3.2 Prosedur Penelitian
Untuk mepermudah dalam menjalankan penelitian yang dilaksanakan maka dibuat prosedur penelitian yang disusun secara berkelanjutan. Berikut ini adalah prosedur penelitian yang yelah disiapkan untuk pelaksanaan penelitian ini:
1.    Menyiapkan angket dan alat penelitian lain
2.    Menyebarkan angket kepada 25 responden yang telah di tentukan secara acak.
3.    Mengumpulkan angket yang telah di isi oleh rosponden.
4.    Menganalisa jawaban responden.
5.    Menyusun laporan penelitian.

3.3 Waktu dan Tempat Penelitian
Penelitian ini akan dilaksanakan pada tanggal 14 November – 25 November 2015. Penelitian akan dilakukan di Desa Nusa Bakti  Khususnya Kp 01Kecamatan Belitang III, Kabupaten OKU Timur


BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN


4.1 Hasil Penelitian
Setelah menjalankan prosedur penelitian dan menganalisa setia jawaban dari 25 responden yang terpilih, mengenai tingkat kesadaran masyarakat akan keamanan lingkungan di Kampung 01 Desa Nusa Bakti, maka didapat hasil yang tersaji dalam tabel berikut ini :
No
Pertanyaan
Jawaban
Jumlah Jawaban
Total
Jum
%
1
Apakah ada kegiatan keamamana dilingkungan anda?
Ada
24
96%
100%
Tidak
1
4%
2
Apakah anda bersedia melaksanakan program siskamling?
Ya
25
100%
100%
Ya, terpaksa
-
-
Tidak
-
-
3
Berapa jam waktu efektif anda mengikuti  siskamling?
1-2 jam
4
20%
100%
3-4 jam
9
32%
4 jam lebih
12
48%
4
Bagaimana keadaan keamanan lingkungan anda?
Aman
25
100
100%
Tidak aman
-
-
5
Apakah bentuk ganguan keamanan yang pernah terjadi dilingkungan anda?
Pencurian
23
92%
100%
Penodongan
-
-
Lainnya
2
8%
6
Bagaimana menanggulangi gangguan keamanan lingkungan dilokasi anda?
Satpam
-
-
100%
Siskamling
25
100%
lainnya
-
-
7
Siapa yang berkewajiban menjaga keamamana lingkungan?
Seluruh warga
20
80%
100%
HANSIP
5
20
POLISI/TNI
-
-
Tabel hasil penelitian
4.2  Pembahasan
Dari hasil penelitian yang dilakukan dan disampaikan memalui tabel hasil penelitian dapat dengan mudah dipahami bahwa masyarakat kampung 1 desa Nusa Bakti masih memiliki kesadaran yang cukup tinggi untuk untuk ikut berpartisipasi dalam menjaga  keamanan lingkungan yang ditunjukan dengan masih adanya kegiatan siskamling dilingkungan kampung 1 desa Nusa Bakti.
Secara serempak seluruh responden bersedia untuk ikut dalam kegiatan siskamling dalam usaha menjaga keamanan lingkungan. Tidak ada yang merasa terpaksa dan tidak ada yang merasa siskamling bukanlah tanggung jawabnya. Ini adalah sebuah bentuk kesadaran penuh warga bahwa keamanan lingkungan adalah sebuah upaya yang hanya bisa dilakukan bersama.
Dalam melaksanakan siskamling setiap warga mempunyai ketersediaan waktu yang berbeda mungkin karena faktor pekerjaan dan kegiatan lain yang mungkin membutuhkan banyak waktu, tetapi setidaknya semua warga masih menyediakan waktu untuk ikut berperan aktif dalam kegiatan siskamling, 20% responden hanya memiliki waktu efektif untuk mengikuti siskamling selama 2 jam, 32% memliki waktu 4 jam, dan 48% responden punya lebih dari 4 jam untuk ikut dalam kegitan siskamling hal ini cukup menguatkan bahwa tingkat kesadaran mayarakat untuk menjaga keamanan lingkungan cukup tinggi.
Memang harus diakui bahwa bukan tidak pernah terjadi gangguan keamanan. Pencurian, dan tidak asusila pernah terjadi pada masyarakat kampung 1 desa Nusa Bakti, tetapi bukan dalam sekala yang besar dan frekuensinyapun sangat jarang. Bahkan tidak terjadi dalam 1 tahun sekali. Sehingga dengak keadaan seperti ini cukup wajar jika warga kampung 1 desa Nusa Bakti melalui responden menyatakan bahwa keaadaan keamanan lingkungan mereka cukup aman
Menyadari bahwa gangguan keamanan bisa saja muncul setiap saat maka masyarakat secara bersama membangun sitem keamanan lingkung atau siskamling, hal ini dinyatakan serentak oleh responden sehingga boleh dikatakan siskamling adalah sistem yang tepat untuk tetap menjaga stabilitas keamanan lingkungan masyarakat  kampung 1 desa Nusa Bakti.Namun demikian masih ada anggapan bahwa keamanan lingkungan adalah tugas utama hansip tetapi 80% responden mengakui keamanan lingkungan adalah tanggung jawab seluruh lapisan masyarakat.
Dari hasil dan pembahasan ini didapati bahwa kesadaran masyarakat akan peranan mereka dalam turut serta menjaga keamanan lingkungan akan sangat mempengaruhi keamanan pada lingkungan tersebut. Demikian hasi penelitian dan pembahasan yang dapat kami sampaikan.


BAB V
PENUTUP


5.1  Kesimpulan
Dari hasil dan pembahasan mengenai pengaruh tingkat kedasaran masyarakat akan keamanan lingkungan kampung 1 desa Nusa Bakti ini dapat disimpulkan sebagai berikut:
1.    Kesadaran mayarakat kampung 1 desa Nusa Bakti akan peranan mereka dalam turut serta menjaga keamanan masih cukup tinggi.
2.    Lingkungan kampung 1 desa Nusa Bakti dalam penilaian masyarakatnya masih dalam kondisi aman.

5.2  Saran
Berdasarkan kesimpulan yang telah didapat maka peneliti memberikan saran berikut ini:
1.    Kesadaran masyarakan harus tetap dipelihara dan dikembangkan lagi kedalam bidang sosial lain.
2.    Keamanan lingkungan kampung 1 desa Nusa bakti  harus terus dipertahankan dan ditingkatkan.






DAFTAR PUSTAKA