cari
Tampilkan postingan dengan label dan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dan. Tampilkan semua postingan
Selamat Datang Rumah Kami
Adab Mengucapkan Salam dan Menjawab Salam
- Mengucapkan Salam Dengan Sempurna
Bagi kita apabila mengucapkan salam,
sangat dianjurkan untuk mengucapkannya dengan sempurna, yaitu dengan
mengucapkan, “Assalaamu’alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu”.
kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa
sallam dan mengucapkan, ‘Assalaamu’alaikum’. Maka dijawab oleh Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam kemudian ia duduk, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda, ‘Sepuluh’. Kemudian datang lagi orang yang kedua, memberi salam,
‘Assalaamu’alaikum wa rahmatullaah’. Setelah dijawab oleh Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam ia pun duduk, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
‘Dua puluh’. Kemudian datang orang ketiga dan mengucapkan salam: ‘Assalaamu’alaikum
wa rahmatullaahi wa baraakaatuh’. Maka dijawab oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa
sallam kemudian ia pun duduk dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
‘Tiga puluh’.” (HR Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad : 986, Abu Dawud : 5195, dan At-Tirmidzi
: 2689 dan beliau meng-hasankannya).
2. Memulai Salam Terlebih Dahulu
Memulai mengucapkan salam kepada
orang lain juga sangat dianjurkan. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu,
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Hendaklah orang yang berkendaraan memberi
salam pada orang yang berjalan. Orang yang berjalan memberi salam kepada orang
yang duduk. Rombongan yang sedikit memberi salam kepada rombongan yang banyak”.
(HR. Bukhari : 6233, Muslim : 2160).
Bentuk pengucapan salam dari orang yang
berkendaraan kepada orang yang berjalan adalah sebagai bentuk syukur. Dan salah
satu keutamaannya adalah dapat menghilangkan kesombongan.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah
radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Yang muda hendaklah memberi salam
pada yang tua. Yang berjalan (lewat) hendaklah memberi salam kepada orang yang
duduk. Yang sedikit hendaklah memberi salam pada orang yang lebih banyak”. (HR.
Bukhari : 6231).
Ibnu Baththal mengatakan, “Dari Al
Muhallab, disyari’atkannya orang yang muda mengucapkan salam pada yang tua
karena kedudukan orang yang lebih tua yang lebih tinggi. Orang yang muda ini
diperintahkan untuk menghormati dan tawadhu’ di hadapan orang yang lebih tua.”
(Subulus Salam, 7/31).
Jika orang yang bertemu sama-sama
memiliki sifat yang sama yaitu sama-sama muda, sama-sama berjalan, atau
sama-sama berkendaraan dengan kendaraan yang jenisnya sama, maka di antara
kedua pihak tersebut sama-sama diperintahkan untuk memulai mengucapkan salam.
Yang mulai mengucapkan salam, itulah yang lebih utama. Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda,
“Dua orang yang berjalan, jika keduanya
bertemu, maka yang lebih dulu memulai mengucapkan salam itulah yang lebih
utama”. (Diriwayatkan oleh Bukhari dalam Adabul Mufrod dan Al Baihaqi dalam
Sunannya).
Namun jika orang yang seharusnya
mengucapkan salam pertama kali tidak memulai mengucapkan salam, maka yang lain
hendaklah memulai mengucapkan salam agar salam tersebut tidak ditinggalkan.
Jadi ketika ini, hendaklah yang tua memberi salam pada yang muda, yang sedikit
memberi salam pada yang banyak, dengan tujuan agar pahala mengucapkan salam ini
tetap ada. (Huquq Da’at Ilaihal Fithroh, 47).
3. Membalas Salam Dengan yang Lebih
Baik atau Semisalnya
Tidak selayaknya membalas salam
dengan salam yang lebih sedikit dari yang memberi salam. Di dalam Alqur’an
Allah Ta’ala berfirman,
“Apabila kamu diberi penghormatan dengan
sesuatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik
dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa). Sesungguhnya
Allah memperhitungkan segala sesuatu.” (QS. An Nisa’: 86).
Selayaknya dalam membalas salam,
minimal dengan yang semisal atau setara dengan salam tersebut. Bahkan,
dianjurkan membalasnya dengan yang lebih baik. Misalnya, jika kita diberi
salam: ‘Assalaamu ‘alaikum, maka minimal kita jawab: ‘Wa’alaikumus salam’. Atau
bisa kita jawab dan ini lebih baik, dengan jawaban : ‘Wa’alaikumus salam wa
rahmatullah’, atau ‘Wa’alaikumus salam wa rahmatullah wa barokatuh’.
Bentuk lainnya adalah jika kita
diberi salam dengan suara yang jelas, maka hendaklah kita jawab dengan suara
yang jelas, dan tidak boleh dibalas dengan suara lirih.
Begitu juga jika kita diberi salam
dengan tersenyum dan wajahnya menghadap pada kita, maka hendaklah kita
membalasnya sambil tersenyum dan menghadapkan wajah kita kepadanya. Inilah di
antara bentuk-bentuk membalas salam. Hendaklah jika membalas salam minimal sama
dengan ucapan salam yang disampaikan, begitu juga dengan cara penyampaiannya.
Namun, jika ingin lebih baik dan lebih mendapatkan keutamaan, maka hendaklah
membalas salam tersebut dengan yang lebih baik, sebagaimana penjelasan diatas.
Jika yang diberi salam adalah
jama’ah (banyak orang), maka hukum menjawab salam adalah fardhu kifayah,
maksudnya jika hanya satu orang yang membalas salam, maka yang lain gugur
kewajibannya.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Sudah cukup bagi jama’ah (sekelompok orang),
jika mereka lewat, maka salah seorang dari mereka memberi salam dan sudah cukup
salah seorang dari sekelompok orang yang duduk membalas salam tersebut”. (HR.
Abu Daud : 5210 dishahihkan oleh Al-Albani).
Imam Ash Shan’ani mengatakan bahwa
hukum jama’ah (orang yang jumlahnya banyak) untuk memulai salam adalah sunnah
kifayah (jika satu sudah mengucapkan, maka yang lain gugur kewajibannya).
Namun, jika suatu jama’ah diberi salam, maka membalasnya dihukumi fardhu
kifayah. (Subulus Salam, 7/8).
4. Mengulangi Mengucapkan Salam
Ketika Berjumpa Lagi, Walaupun Berpisah Hanya Sesaat.
Bagi seseorang yang telah
mengucapkan salam kepada saudaranya, kemudian berpisah, lalu bertemu lagi
walaupun perpisahan itu hanya sesaat, maka dianjurkan mengucapkan salam lagi.
Bahkan seandainya terpisah oleh suatu pohon lalu berjumpa lagi, maka dianjurkan
mengucapkan salam, sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:
“Apabila di antara kalian berjumpa
dengan saudaranya, maka hendaklah mengucapkan salam kepadanya. Apabila
terhalang oleh pohon, dinding, atau batu (besar), kemudian dia berjumpa lagi,
maka hendaklah dia mengucapkan salam (lagi)”. (HR. Abu Dawud: 4200, dishahihkan
oleh Al-Albani)
5. Tidak Mengganggu Orang yang
Sedang Tidur Dengan Salamnya
Dari Miqdad bin Aswad radhiyallahu
‘anhu, beliau berkata: “Kami mengangkat jatah minuman Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam (karena beliau belum datang), kemudian Beliau shallallahu
‘alaihi wa sallam datang di malam hari, maka Beliau mengucapkan salam dengan
ucapan yang tidak sampai mengganggu orang tidur dan dapat didengar orang yang
tidak tidur, kemudian Beliau masuk masjid dan shalat lalu datang (kepada kami)
lalu Beliau minum (minuman kami)”. (HR. Timidzi: 2719 dan dishahihkan oleh
Al-Albani).
6. Biasakanlah Berjabat Tangan Saat
Bertemu
Para sahabat mempunyai kebiasaan jika
mereka berjumpa, maka saling berjabat tangan antar satu dengan yang lain. Oleh
sebab itu, apabila kita bertemu dengan seorang teman, cukupkanlah dengan
berjabat tangan disertai dengan ucapan salam (Assalaamu’alaikum wa
rahmatullaahi wa baraakaatuh) tanpa disertai berpelukan terkecuali apabila
menyambut kedatangannya dari bepergian, karena memeluknya pada saat itu sangat
dianjurkan.
Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan,
Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan,
“Apabila sahabat-sahabat Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam saling berjumpa, maka mereka saling berjabat
tangan dan apabila mereka datang dari bepergian, mereka saling berpelukan”.
(HR. At-Tabrani dalam Al-Mu’jamul Ausath : 97, Imam Al-Haitsami berkata, Para
perawinya adalah para perawi tsiqah” Majma’uz Zawaa’id VIII/36).
7. Tidak Dibenarkan Melakukan Salam
Hanya dengan Isyarat.
Terdapat larangan mencukupkan salam
hanya dengan isyarat tertentu, seperti lambaian tangan atau lainnya tanpa
disertai dengan ucapan lafazh ‘Assalaamu’alaikum’.
Diriwayatkan dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Diriwayatkan dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Janganlah kalian memberikan salam sebagaimana
salamnya orang-orang Yahudi, karena sesungguhnya cara Yahudi memberi salam
adalah dengan (anggukan) kepala dan lambaian tangan atau dengan isyarat
(tertentu)”. (HR. At-Tirmidzi : 2695, dengan sanad hasan).
Larangan tersebut dikhususkan bagi
orang yang masih sanggup untuk mengucapkan lafazh salam dengan lisannya baik
secara hissi maupun syar’i. Namun dibolehkan bagi mereka yang mempunyai
kesibukan, sehingga mereka susah atau tercegah untuk menjawab salam, misalnya
orang yang sedang shalat, atau orang yang terlihat jauh, atau orang bisu dan
begitu pula bentuk salam bagi orang yang tuli.
8. Tidak Memulai Mengucapkan Salam
Kepada Orang Yahudi dan Nasrani
Tidak selayaknya memulai memberikan
salam kepada orang kafir. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu
‘alaihi wa sallam,
“Janganlah kalian memulai memberikan
salam kepada orang Yahudi dan Nasrani, apabila kalian bertemu dengan salah
seorang dari mereka di jalan maka paksalah mereka hingga mereka berada di jalan
yang sempit”. (HR. Muslim : 2167, at-Tirmidzi : 2701 dan Abu Dawud : 5205)
Hadits ini menunjukkan bahwa Islam
adalah agama yang mulia dan unggul dari yang lainnya. Jika orang Yahudi dan
Nasrani mengucapkan salam kepada kita, maka balaslah salamnya dengan ucapan ‘Wa
‘alaikum’.
9. Dilarang Mengucapkan Salam dengan
Lafadz
عَÙ„َÙŠْÙƒَ السَّلاَÙ…ُ
عَÙ„َÙŠْÙƒَ السَّلاَÙ…ُ
“Semoga keselamatan senantiasa
tercurah atasmu”.
Diriwayatkan oleh Abu Tamimah al-Hujaimi
dari seorang laki-laki yang berasal dari kaumnya. Dalam riwayat yang lain
dikatakan laki-laki itu bernama Abu Jura al-Hujaimi, beliau berkata:
‘Aku mencari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam, namun aku tidak mendapatinya, kemudian aku duduk, tiba-tiba datang
sekelompok orang dan Beliau ada di antara mereka sedang aku tidak mengenalnya,
saat itu Beliau sedang mendamaikan beberapa dari mereka (yang berselisih).
Kemudian setelah selesai ada sebagian dari mereka yang berdiri bersama dengan
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian berkata, ‘Wahai Rasulullah’,
tatkala aku melihat hal tersebut, maka aku katakan: ‘Alaikas salaam ya
Rasulullah, ‘alaikas salaam ya Rasulullah, ‘alaikas salaam ya Rasulullah
(semoga keselamatan senantiasa tercurah atasmu, wahai Rasulullah, 3x). Kemudian
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Janganlah engkau berkata
seperti itu. Sesungguhnya ‘alaikas salaam itu adalah salam kepada orang mati,
sesungguhnya ‘alaikas salaam itu adalah salam kepada orang mati, sesungguhnya
‘alaikas salaam itu adalah salam kepada orang mati’. Kemudian Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam mendekatiku seraya berkata: ‘Apabila seseorang
bertemu dengan saudaranya sesama muslim, hendaklah ia mengucapkan
‘Assalaamu’alaikum warahmatullaah’. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam mengajarkan jawabannya kepadaku, seraya bersabda: ‘Wa’alaika
warahmatullaahi (dan semoga rahmat Allah juga ter-limpah atasmu, 3x)’. (HR.
At-Tirmidzi : 2721, Abu Dawud : 4084, Ahmad V/63-64, dan yang lainnya).
10. Ketika Duduk Dilarang Berdiri
Menyambut Orang yang Datang
Ketika orang-orang berada di suatu
majelis kemudian datang seseorang lalu mereka berdiri dan memberi salam
padanya, pendapat yang kuat adalah haram hukumnya.
Diriwayatkan dari Mu’awiyah bahwa
beliau pernah masuk ke suatu rumah yang di dalamnya terdapat Ibnu Amir dan
Ibnuz Zubair. Kemudian Ibnu Amir berdiri sedangkan Ibnuz Zubair tetap duduk.
Lalu Mu’awiyah berkata: “Duduklah, sungguh aku telah mendengar Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Barangsiapa yang senang jika para hamba Allah
berdiri (memberi hormat) kepadanya, maka silahkan menempati tempat duduknya di
dalam Neraka”. (HR. Abu Dawud : 5229, At-Tirmidzi : 2915, Ahmad IV/93, 100).
Namun, dibolehkan berdiri untuk
memberikan salam sebagai ucapan selamat atau belasungkawa atau berdiri untuk
menolong orang yang sudah jompo (lemah) atau berdirinya seorang anak untuk
(menghormati) orang tuanya atau seorang isteri kepada suaminya atau sebaliknya,
sebagaimana juga berdirinya untuk menyambut orang yang baru datang dari
bepergian (safar), juga berdiri seseorang dari majelisnya (tuan rumah) untuk
menyambut orang yang datang pada majelis tersebut. Ini berdasarkan adanya
dalil-dalil yang berkaitan dengan hal-hal tersebut.
Begitu juga tidak boleh seseorang
atau lebih berdiri dalam rangka memberi hormat kepada seseorang yang sedang
duduk, sebagaimana kebiasaan para raja atau penguasa bengis lainnya. Namun
dikecualikan dalam hal ini apabila berdiri untuk tujuan yang bermanfaat,
sebagaimana berdirinya Ma’qil bin Yasar untuk mengangkat ranting dari bongkahan
kayu yang ada di atas kepala Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika
peristiwa Bai’ah.(HR. Muslim).
11. Ucapkanlah Salam Ketika
Meninggalkan Majelis.
Tidak sepatutnya ketika meninggalkan
suatu majelis tanpa mengucapkan salam.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Apabila salah seorang di antara kalian sampai
pada suatu majelis, hendaklah ia mengucapkan salam. Lalu apabila ia hendak
berdiri meninggalkan majelis, maka hendaklah mengucapkan salam, karena saat
kedatangan tidak lebih berhak untuk diucapkan salam di dalamnya dari saat
kepergian”, (HR. Al-Bukhari dalam al-Adabul Mufrad : 986, Abu Dawud : 5208,
At-Tirmidzi : 2707, dishahihkan Ibnu Hibban)
12. Mengucapkan Salam Kepada Anak
Kecil
Tidak sepatutnya meninggalkan
adab-adab dan ucapan salam kepada anak kecil, sebagaimana diriwayatkan dari
Anas, bahwa beliau melewati beberapa anak-anak kecil, lalu beliau memberi salam
kepada mereka dan berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan
hal tersebut”. (HR. Al-Bukhari : 6247, Muslim : 2168, Abu Dawud : 5202 dan
At-Tirmidzi : 2696).
Ini merupakan bagian dari akhlaq
Beliau Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang agung dan adabnya yang mulia.
Dan ini merupakan pendidikan bagi anak-anak untuk mempelajari sunnah-sunnah dan
melatih mereka agar dapat menerapkan adab-adab yang mulia tersebut. Sehingga
nantinya setelah dewasa menjadi orang yang mempunyai akhlaq dan adab yang mulia.
Maka dari itu hendaklah adab-adab di
atas kita jaga dan lestarikan. Dan mulai dari sekarang, kita berusaha untuk
menanamkannya pada diri kita, memupuknya, memeliharanya serta mengajak orang
lain kepadanya. Semoga pembahasan adab mengucapkan salam dan menjawab salam
diatas dapat bermanfaat.
Anda juga dapat membaca hukum Mengucapkan
Salam Kepada Lawan Jenis.
Semoga Allah, memberi keteguhan hati kita agar senantiasa berjalan di atas
Kitabullah dan Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Allahu ‘alam.
Allahu ‘alam.
Cara Instal Windows 7 + aktivasi dan gambar
Clean Install Windows 7
“Fresh Install” atau “Clean Install” Windows 7 adalah menghapus sistem operasi yang ada sebelumnya secara keseluruhan tanpa tersisa, seperti Windows XP, Linux, Windows 7 yang lama, Windows 8, atau yang lainnya, kemudian menggantinya dengan windows 7 yang baru, dengan kata lain cara ini akan menghapus seluruh sistem pada satu partisi, termasuk virus kalo ada, maka sistem tersebut benar-benar bersih dari virus.
Persipan
Perhatikan
beberapa hal berikut agar dapat membantu khususnya bagi pemula sehingga
memudahkan proses instalasi dan menghindari perangkat yang tidak bisa di
install.
- Perhatikan spesifikasi hardware minimum untuk install windows.
- Ketahui tipe processor 32-bit atau 64-bit.
- Wajib siapkan driver windows yang dibutuhkan untuk memaksimalkan kinerja sistem windows.
- Siapkan aplikasi atau program untuk komputer atau laptop yang paling penting dan sering digunakan, karena setelah windows aslinya hanya menyediakan program atau software yang terbatas.
Banyak
sekali pengguna Operating System Windows, baik itu Windows XP, 7, 8, 10. Namun
ada suatu waktu Operating System tersebut mengalami kerusakan. Berikut adalah
acuan tentang Cara
install windows 7 dengan flashdisk, berlaku untuk menginstal sistem
windows 7/8/8.1 pake atau lewat flashdisk diuraikan dengan selengkapnya.
Langkah-langkah
Cara Menginstall Windows 7
Selengkapnya disini
16 TENSES DALAM BAHASA INGGRIS
1.Present Tense
Present
Tense atau Simple Present Tense digunakan untuk menyatakan peristiwa atau
kejadian, kegiatan, aktivitas dan sebagainya yang terjadi saat ini. Present
Tense juga digunakan untuk menyatakan suatu Fakta, atau sesuatu yang tejadi
berulang-ulang dimasa KINI. Ingat, PRESENTartinya adalah kini,
sekarang.
Rumusnya:
Positif: S + V1 (s/es)
Negatif: S + DO/DOES + NOT + V1
Tanya: DO/DOES + S + V1
Positif: S + V1 (s/es)
Negatif: S + DO/DOES + NOT + V1
Tanya: DO/DOES + S + V1
Contoh
Kalimat Positif:
I drink coffee
She drinks coffe
We drink coffee
I drink coffee
She drinks coffe
We drink coffee
Kapan
pakai S atau ES dan kapan tidak?
Kalau Subjectnya He, She, It, John, Mufli, Ellen atau Orang ketiga TUNGGALmaka kata kerjanya tambah S atau ES
Kalau Subjectnya He, She, It, John, Mufli, Ellen atau Orang ketiga TUNGGALmaka kata kerjanya tambah S atau ES
Bentuk
Negatif,
artinya menyatakan TIDAK
Untuk
I, WE, YOU, THEY tambah DO
Untuk SHE, HE, IT, Mufli, Ellen tambah DOES
Untuk SHE, HE, IT, Mufli, Ellen tambah DOES
I do
not drink coffee.
She does not drink coffee.
John Scoping does not learn english.
She does not drink coffee.
John Scoping does not learn english.
Coba
perhatikan She does not drink coffee. Drink nya tidak pake S lagi,
pindah ke doES.
Kalimat
Tanya Present Tense
Kalimat
tanya untuk Present Tense sesuai rumus diatas, atau saya tulis lagi seperti
ini:
Tanya: DO/DOES
+ S + V1
Sama
saja pasangannya. Untuk I, WE, YOU, THEY gunakan DO.
Untuk
SHE, HE, IT, Mufli, Ellen gunakan DOES. Contohnya begini:
Kalimat
positifnya: I drink coffee
Kalimat tanya menjadi: DO you drink cofee?
Kalimat tanya menjadi: DO you drink cofee?
Kalimat
positif: She drinks coffe
Kalimat tanya: DOES She drink coffee?
Kalimat tanya: DOES She drink coffee?
Kalimat
tanya seperti diatas disebut juga YES/NO Question. Karena jawabannya memang Yes
atau No. Do You drink coffee? “Yes I do” jawabnya. Atau bisa bisa dijawab
dengan lengkap: “Yes, I do drink coffee”. Dihilangkan DO nya juga boleh,
menjadi kalimat positif lagi: “Yes I drink coffee”.
2.
Present Continuous Tense
Present
Continuous Tense digunakan untuk menyatakan, mengatakan (atau apalah namanya
itu istilahnya) suatu yang sedang terjadi saat ini, sedang berlangsung saat
ini. Misalnya: Saya sedang menulis sekarang
Rumusnya:
Positif:
S + Tobe (is,am,are) + V-ing
Negatif:
S + Tobe (is,am,are)+ Not+ V-ing
Tanya:
Tobe + S + V-ing
I am
She is, He is, It is, John is, Mufli is, dan sebagainya.
You are, We are, The are, John and Mufi are…
She is, He is, It is, John is, Mufli is, dan sebagainya.
You are, We are, The are, John and Mufi are…
Berikut
ini contoh kalimat Present Continuous Tense sesuai dengan rumus diatas:
- I am
writing now (Saya sedang menulis sekarang)
- You
are reading my article at present (Anda membaca artikel saya saat ini?)
Kalimat
Negatif Untuk Present Continuous Tense
rumusnya:
S + Tobe + Not + Ving
- I am
NOT writing now
- You
are NOT reading my article at present
Kalimat
Tanya Present Continuous Tense
rumusnya: Tobe + S + V-ing
- Are
you writing now?
- Are
You reading my article at present?
bisa
juga mengguanakan Kata Ganti Penanya seperti What, Where, Which, Why, Who dan
sebagainya dalam kalimat tanya ini. Contohnya begini:
-What
are you writing now? (Lagi nulis apaan kamu sekarang?)
-What are you reading (lagi baca apa Anda?)
-Who is She waiting for (Doi lagi nungguin siape?)
-What are you reading (lagi baca apa Anda?)
-Who is She waiting for (Doi lagi nungguin siape?)
3.
Present Perfect Tense
Present
Perfect Tense menekankan
pada PERFECT nya itu. Perfect kan artinya “sempurna”. sempurna yang berarti
“selesai, sudah, beres, baru saja usai, dsb”. Jadi, kalau Anda menekankan pada
“SUDAH” nya itu maka gunakanlah Present Perfect Tense ini. misalnya: Dia baru
saja pergi (She has just gone).
Rumusnya
Present Perfect Tense begini:
Positif:
S + have/has + V3
Negatif:
S + have/sas Not + V3
Tanya:
Have/has + S + V3
He,
She, It, John, Merry, Mufli : Has
You, We, They, Ellen and Budi: Have
You, We, They, Ellen and Budi: Have
Contoh
Present Perfect Tense
Positif: She has gone (Dia baru saja pergi)
Negatif: She has not gone
Tanya: Has She gone?
Positif: She has gone (Dia baru saja pergi)
Negatif: She has not gone
Tanya: Has She gone?
“Go”
itu adalah kata kerja yang bentuk ketiganya adalah
“gone”. Urutan perubahan bentuk kata kerja untuk Go adalah: Go-went-gone.
Contoh
lainnya:
-I
have written english lesson for 30 minutes
-You have read my lesson since 2 PM
-You have read my lesson since 2 PM
Perhatikan
perubahan kata kerja:
Write – wrote – written (berubah)
Read – read – read (lah kok sama? haha..)
Write – wrote – written (berubah)
Read – read – read (lah kok sama? haha..)
Contoh
lainnya lagi, kalimat positif:
-I have cleaned the floor
-He has drunk milk
-You have just broken the glass
-I have cleaned the floor
-He has drunk milk
-You have just broken the glass
4.
Present Perfect Continuous Tense
Present
Prefect Continuous Tense digunakan untuk menyatakan suatu kejadian, yang SUDAH
terjadi dan MASIH berlangsung bahkan sangat mungkin AKAN berlanjut. Kata “sudah”
atau “dari dulu” disini bisa saja waktunya kemarin, 2 jam lalu, se-abad lalu,
bisa juga beberapa menit yang lalu
Rumus
Present Perfect Continuous Tense
Positif:
S + have/has + been + Ving
Negatif:
S + have/has + not + been + Ving
Tanya:
Have/has + S + been + Ving
Berikut
contoh-contoh Present Perfect Continuous Tense:
-She
has been learning english for 3 years (Dia telah belajar bahasa inggris selama
3 tahun)
-I have been teaching english since last year (Saya telah mengajar bahasa inggris sejak tahun lalu)
-They have been touring since yesterday (Mereka telah tur sejak kemarin)
-I have been teaching english since last year (Saya telah mengajar bahasa inggris sejak tahun lalu)
-They have been touring since yesterday (Mereka telah tur sejak kemarin)
Kalimat
Negatif
-She
has not been learning english for 3 years
Kalimat
Tanya
-Has
She been learning english for 3 years?
5.
Past Tense
Past
Tense adalah untuk menyatakan peristiwa yang telah “Lampau”.
Rumus
Past Tense:
Positif:
S + V2
Negatif:
S + did not + V1
Tanya:
Did + S + V1
kerja
bantu “DO” Bentuk Past adalah DID
Contoh
Kalimat Past Tense:
-I launched this blog on july 14th 2009
-I launched this blog on july 14th 2009
Artinya:
Saya meluncurkan atau launching blog ini tanggal 14 juli 2009.
Saya meluncurkan atau launching blog ini tanggal 14 juli 2009.
Kata
kerjanya bentuk kedua “launched”, ini tergolong kata kerja beraturan, tinggal
tambahkan ED di belakang launch.
Contoh
lagi:
Kita
akan pakai kata kerja bentuk 1-2-3 berikut:
see –
saw – seen (melihat)
buy – bought- bought (membeli)
go – went – gone (pergi)
buy – bought- bought (membeli)
go – went – gone (pergi)
-I saw
her standing there (Saya lihat dia berdiri disana).
-My Father bought this car last year
-They went to Tokyo last month
-She went home two minutes ago
-My Father bought this car last year
-They went to Tokyo last month
-She went home two minutes ago
Kalimat
Negatif Past Tense
Sesuai
rumusnya: S + did + not + V1
Kalimat
positif tadi, kita jadikan negatif:
-I saw her standing there
Menjadi: I did not see her standing there
-I saw her standing there
Menjadi: I did not see her standing there
Lihatlah saw jadi see lagi.
See-saw-seen
Positif:
My Father bought this car last year
Negatif: My Father did not BUY this car last year
Negatif: My Father did not BUY this car last year
Kalimat
Tanya Past Tense
Positif:
My Father bought this car last year
Tanya: Did My Father BUY this car last year
Tanya: Did My Father BUY this car last year
6.
Past Continuous Tense
Past
Continuous Tense digunakan
untuk menyatakan peristiwa yang SEDANG TERJADI juga, tetapi sedang terjadi sekarang,
melainkan sedang terjadi tetapi DULU
Kemarin
teman saya datang ke rumah saya, gedor-gedor pintu, tetapi nda ada yang buka.
Padahal saya ada di rumah, tetapi saat itu tuh “Saya sedang tidur!”. Kapan
sedang tidurnya? Kemarin, saat teman saya itu datang.
Rumus
Past Continuous Tense
Positif:
S + was/were + Ving
Negatif:
S + was/were + NOT + Ving
Tanya:
Was/Were + S + Ving
Contohnya:
I was sleeping when my friend came to my house yesterday
I was sleeping when my friend came to my house yesterday
Tobe: is,
am berubah menjadi WAS
Tobe: are berubah menajdi WERE
Tobe: are berubah menajdi WERE
I,
She, He, It, John, Merry pasangannya adalah WAS
We, They, John and Merry pasangannya adalah WERE.
We, They, John and Merry pasangannya adalah WERE.
Contoh
kalimat lainnya:
-They were learning in the classroom when I came
Mereka lagi belajar di kelas ketika saya datang.
-They were learning in the classroom when I came
Mereka lagi belajar di kelas ketika saya datang.
Kalimat
Negatif Untuk Past Continuous Tense
rumusnya:
S + was/were + NOT + Ving.
- I
was NOT writing …
- Joko was NOT sleeping …
- Joko was NOT sleeping …
Kalimat
Tanya Past Continuous Tense
rumusnya:
Was/Were + S + Ving
- Was
I writing ….?
- Was
Joko Sleeping …?
7.
Past Perfect Tense
PRESENT
Perfect Tense mengenai suatu kejadian atau peristiwa yang SELESAI (sempurna,
perfect) saat ini, contohnya: She has just gone (Dia baru saja pergi).
Nah
PAST Perfect Tense adalah bentuk lampau (Past) dari Present Perfect Tense itu,
makanya disebut Past Perfect Tense, sama-sama Perfectnya! Jelas ya? Kalau
Present Perfect Tense menggunakan rumus S + Have/has + V3 maka
Past Perfect Tense menggunakan bentuk lampau dari Has/has yaitu “HAD”.
Rumus
Past Perfect Tense
Positif:
S + had + V3
Negatif:
S + had + not + V3
Tanya:
Had + S + V3
Past
Perfect Tense sering digunakan dengan menggunakan kalimat lain yang berbentuk
lampau (Past Tense) yang dihubungan dengan kata sambung
seperti When (ketika), After (setelah) untuk menekankan bahwa Perfectnya
(Sudahnya) itu adalah di masa lampau.
Contoh
kalimatnya:
-I had gone When He arrived at my home
-I had gone When He arrived at my home
“I had
gone” adalah Past Perfect Tense, dengan subjectnya adalah I. Lihat ada “had”
nya, dan kata kerja bentuk ketiganya (V3) adalah
gone. Sesuai rumusnya S + had + V3. Kalimat pembandingnya adalah
bentuk past tense: “When He arrived at my home”.
Contoh
kalimat lainnya:
I had written 3 articles when you visited my blog for the first time.
I had written 3 articles when you visited my blog for the first time.
Jadi
Past Perfect Tense adalah tentang “Sudah, masa lalu”.
Contoh
kalimat lain dalam Past Perfect Tense:
-I had studied hard but I didn’t make good result in the exam.
-You had told me twice before I understood.
-I had studied hard but I didn’t make good result in the exam.
-You had told me twice before I understood.
Past
Perfect Tense Dalam Kalimat Negatif
Contoh
:
-I had not studied hard, so I didn’t make good result
-You had not told me that, that’s why I didn’t understand
-I had not studied hard, so I didn’t make good result
-You had not told me that, that’s why I didn’t understand
Past
Perfect Tense Dalam Kalimat Tanya
Rumusnya:
Had + S + V3
-Had
You studied hard bla bla bla?
-Had You told me …?
-Had You told me …?
8.
Past Perfect Continuous Tense
Past
Perfect Continuous Tense digunakan untuk menyatakan peristiwa yang sesuatu yang
TELAH dan SEDANG terjadi dimasa LAMPAU.
Rumus
Past Perfect Continuous Tense
Positif:
S + had + been + Ving
Negatif:
S + had + not + been + Ving
Tanya:
Had + S + been + Ving
Contoh:
-They had been playing football.
-She had been singing
-Joh and Merry had been loving each other.
-They had been playing football.
-She had been singing
-Joh and Merry had been loving each other.
Bentuk
Negatif:
-They had not been playing football.
-She had not been singing
-Joh and Merry had not been loving each other.
-They had not been playing football.
-She had not been singing
-Joh and Merry had not been loving each other.
Kalimat
Tanya:
-Had They been playing football?.
-Had She been singing?
-Had Joh and Merry been loving each other?.
-Had They been playing football?.
-Had She been singing?
-Had Joh and Merry been loving each other?.
Tips
untuk memperkuat pengertian Anda tentang Tenses:
Setiap
tenses yang mengandung “Past” pasti pakai kata kerja atau kata kerja bantu
bentuk ke-2. Dalam Past Perfect Continuous Tense ini kata kerja bentuk ke-2
atau V2 nya adalah HAD. Bentuk pertamanya adalah Have/has. Urutannya:
Have-had-had.
Setiap
tenses yang yang mengandung kata “Perfect” pasti pake kata kerja atau kata
kerja bentuk ke-3. Dimana kata kerja ketiganya di Past Perfect Continuous Tense
ini? Ia terletak pada “Been” nya itu. Been adalah bentuk ke-3 atau V3 dari be
(tobe). Urutannya: tobe (am, is are) – (was, were) – been.
Setiap
tenses yang mengandung kata “Continuous” pasti menggunakan kata kerja bentung
ING atau saya singkat Ving. Present Continuous Tense,
Present Perfect Continuous Tense, Past Continuous Tense, Past
Perfect Continuous Tense dan sebagainya pasti pakai Ving.
9.
Future Tense
Future
Tense atau Simple Future digunakan untuk menyatakan peristiwa yang Akan
Terjadi. Future tense adalah tentang Nanti. Sesuatu arti
katanya Future yaitu “Masa Depan”. Karena itu dalam Future
Tense penggunaan kata Will, Shall yang artinya akan.
Rumus
Future Tense
Positif:
S + will + V1
Negatif:
S + will + not + V1
Tanya:
Will + S + V1
Shall
digunakan untuk Subject I dan We (I shall…, We shall….)
Tetapi
lebih sering orang pakai I will.. dan We will.. Jadi untuk I dan We boleh pakai
baik will atau shall. Sedangkan Subject yang lain seperti HE, SHE, IT, YOU,
THEY, WE semuanya pakai Will. Kalau begitu, untuk mempermudah pemahaman saya
HANYA akan gunakanWILL saja. Kan “WIL” itu enak toh? Itu tuh yang L
nya satu! haha… becanda ya.
Contoh
Kalimat Positif dalam Future Tense:
-I will study
-You will swim
-They will visit Tokyo
-I will study
-You will swim
-They will visit Tokyo
Future
Tense Kalimat Negatif
-I
will not study
-You will not swim
-They will not visit Tokyo
-You will not swim
-They will not visit Tokyo
Future
Tense Kalimat Tanya
-Will
You study?
-Will You swim?
-Will They visit Tokyo?
-Will You swim?
-Will They visit Tokyo?
Tentunya
karena Future Tense bicara “Akan” maka keterangan waktu berikut biasa
ditambahkan: tomorrow, next month, three days to go, next year dan segala
sesatu yang menunjukkan “akan” tersebut.
-You
will swim together tomorrow
-They will visit Tokyo next year
-No one will stop us now from loving each other
-I dont think They will come on time
-They will visit Tokyo next year
-No one will stop us now from loving each other
-I dont think They will come on time
10.
Future Continuous Tense
Tense
yang satu ini berbicara tentang suatu peristiwa yang “Sedang Terjadi” juga
sebagaimana Present Continuous Tense, tetapi bedanya dalam
Future Continuous Tense maka “Sedang” nya itu bukan sekarang melainkan besok,
akan datang, nanti.
Jadi,
“sedang terjadi” itu tidak hanya bisa sekarang loh, bisa saja belum terjadi
sekarang tetapi sedang terjadi besok. Fahami benar hal ini agar Future
Continuous ini dapat Anda mengerti dengan tuntas dan dapat menggunakannya tanpa
berpikir lagi nanti
Rumus
Future Continuous Tense
Positif:
S + will + be + Ving
Negatif:
S + will not + be + Ving
Tanya:
Will + S + be + Ving
Lihat
urutan perubahan kata kerja bantu “to be”:
“be”
atau to be (am, is, are) – was, were – been
Contoh
-I will be swimming at 9 o’clok tomorrow
-I will be swimming at 9 o’clok tomorrow
perhatikan
pemakain rumusnya:
-You
will be working …
-They will be driving home …
-She will be learning music …
-They will be driving home …
-She will be learning music …
Kalimat
Negatif Future Continuous Tense
-You
will not be working…
-They will not be driving home…
-She will not be learning music…
-They will not be driving home…
-She will not be learning music…
Kalimat
Tanya Future Continuous Tense
-Will
You be working …?
-Will They be driving home …?
-Will She be learning music …?
-Will They be driving home …?
-Will She be learning music …?
11.
Future Perfect Tense
Future
Perfect Tense digunakan untuk menyatakan sesuatu yang “Sudah terjadi, tetapi
AKAN”.
Rumus
Future Perfect Tense
Positif:
S + will + have + V3
Negatif:
S + will + not + have + V3
Tanya:
Will + S + have + V3
Contoh
Kalimat Positif Future Perfect Tense:
-I will have swum at 11 tomorrow
-I will have swum at 11 tomorrow
Dari
contoh Future Continuous Tense jadi Future Perfect Tense seperti ini:
-You
will have worked …
-They will have driven home …
-She will have learned music …
-They will have driven home …
-She will have learned music …
Kalimat
Negatif Future Perfect Tense
-You
will not have worked …
-They will not have driven home …
-She will not have learned music …
-They will not have driven home …
-She will not have learned music …
Kalimat
Tanya Future Perfect Tense
-Will
You have worked …
-Will They have driven home …
-Will She have learned music …
-Will They have driven home …
-Will She have learned music …
12.
Future Perfect Continuous Tense
Future
Perfect Continuous Tense digunakan untuk menyatakan peristiwa yang: akan,
telah dan masih berlangung di masa datang
kalimat
Future Perfect Continuous Tense:
-I
will have been swimming for 30 minutes at 9 tomorrow
Perhatikan
sesuai rumusnya berikut:
Rumus
Future Perfect Continuous Tense
Positif:
S + will + have + been + Ving
Negatif:
S + will + not + have + been + Ving
Tanya:
Will + S + have + been + Ving
Berikut
ini contoh lagi untuk Future Perfect Continuous Tense,
-You
will have been working …
-They will have been driving home …
-She will have been learning music …
-They will have been driving home …
-She will have been learning music …
Bentuk
Negatif Future Perfect Continuous Tense
-You
will not have been working …
-They will not have been driving home …
-She will not have been learning music …
-They will not have been driving home …
-She will not have been learning music …
Gampang
toh? enak toh?
Bentuk
Tanya Future Perfect Continuous Tense
-Will
You have been working …?
-Will They have been driving home …?
-Will She have been learning music …?
-Will They have been driving home …?
-Will She have been learning music …?
Ingat,
Setiap Future pakai Will (nanti ada juga Would untuk Past Future Tense ya), Setia Continuous pake Ving, setiap Perfect pake V3 (been nya itu).
Setiap Future pakai Will (nanti ada juga Would untuk Past Future Tense ya), Setia Continuous pake Ving, setiap Perfect pake V3 (been nya itu).
13.
Past Future Tense
Past
Future Tense digunakan untuk menyatakan peristiwa yang AKAN dilakukan, TETAPI
di masa lampau, bukan saat ini.
Agar
Anda mudah memahami, perhatikan Contoh Kasus berikut ini:
Kemarin
teman saya datang ke rumah pagi-pagi jam 7. Terpaksa deh hanya ngobrol sebentar
di rumah, karena waktunya mepet banget, waktu itu “saya akan pergi kerja”.
Kita
soroti “Akan Pergi Kerja” ini.
Kapan?
Yes, kemarin
Akan toh? Yes memang akan tetapi bukan sekarang, kemarin!
Akan toh? Yes memang akan tetapi bukan sekarang, kemarin!
Rumus
Past Future Tense
Positif:
S + would + V1
Negatif:
S + would + not + V1
Tanya:
Would + S + V1
Past-nya
dimana? Will jadi Would.
Contoh
Kalimat Positif Past Future Tense
-I would go at 7 am when He came to my house yesterday
-I would go at 7 am when He came to my house yesterday
Contoh
berikut dipermudah hanya kalimat intinya saja:
-You would work …
-They would drive home …
-She would learn music …
-You would work …
-They would drive home …
-She would learn music …
Kalimat
Negatif Past Future
-You
would not work …
-They would not drive home …
-She would not learn music …
-They would not drive home …
-She would not learn music …
Kalimat
Tanya Past Future
-Would
You work …?
-Would They drive home …?
-Would She learn music …?
-Would They drive home …?
-Would She learn music …?
14.
Past Future Continuous Tense
Nah
Tense Bahsa InggrisPast Future Continuous Tense ini
mirip banget dengan Future Continuous Tense biasa, hanya saja
bentuknya Past. Jadi, agar mudah Future Continuous Tense, kemudian jadikan bentuk
lampau. Tinggal tambah Past di depan
Past
Future Continuous Tense akan sedang berlangsung itu DULU, bukan kini, bukan
pula nanti.
Contoh
kasus untuk Past Future Continuous Tense begini
Kemarin
ya, teman saya bilang mau ke rumah saya jam 9. Ingat, ini kemarin. Wah waktu
itu saya nda bisa terima tamu tuh jam segitu, karena pas jam 9 itu saya akan
sedang berenang. Jadwal saya renang kemarin itu 8:30 sampai 10:00. Jadi jam 9
kemarin akan sedang renang kan? kapan renangnya? kemarin!. Itulah arti “sedang
tetapi dulu” ini. Sekarang Anda faham 100 persen kan? Dalam hal ini kita
gunakan Past Future Continuous Tense ya: “I would be swimming at 9 yesterday,
makanya tak bisa terima tamu tuh kemarin”.
Rumus
Past Future Continuous Tense
Positif:
S + would + be + Ving
Negatif:
S + would + not + be + Ving
Tanya:
Would + S + be + Ving
Contoh
kalimat Past Future Continuous Tense:
-I would be swimming at 9 yesterday.
-I would be swimming at 9 yesterday.
Waktu
tukang pos datang, dia akan sedang mandi. Untunglah, jadi surat tersebut bisa
diterimanya, kalau tidak maka surat itu dikembalikan ke alamat pengirim deh.
-When
the post man came, She would be taking a bath.
Contoh
lain:
-You
would be working …
-They would be driving home …
-She would be learning music …
-They would be driving home …
-She would be learning music …
-He
would be having lunch When I aksed him for help
Kalimat
Negatif Past Future Continuous Tense
-You
would not be working …
-They would not be driving home …
-She would not be learning music …
-They would not be driving home …
-She would not be learning music …
Kalimat
Tanya Past Future Continuous Tense
-Would
You be working …?
-Would They be driving home …?
-Would She be learning music …?
-Would They be driving home …?
-Would She be learning music …?
15.
Past Future Perfect Tense
Tense
Bahasa InggrisPast Future Perfect Tensemempunyai persamaan pola
dengan Future Perfect Tense biasa, perbedaannya hanya pada
Past nya saja.
Contoh
kasus untuk Past Future Prefect Tense
Kemarin
ya, teman saya telepon dan katanya mau ke rumah saya jam 9. Ingat, ini kemarin.
Wah waktu itu saya nda bisa terima tamu tuh jam segitu, karena pas jam 9 itu
saya akan sedang berenang. Jadwal saya renang kemarin itu 8:30 sampai 10:00.
Tetapi kalau jam 11 boleh. Karena jam 11 itu saya AKAN SUDAH berenang. Kapan
akan sudah itu? kemarin, Past. Dalam situasi ini kita gunakan Past Future Perfect Tense: “I would have swum at 11 yesterday”.
Rumus
Past Future Prefect Tense
Positif:
S + would + have + V3
Negatif:
S + would + not + have + V3
Tanya:
Would + S + have + V3
Contoh
Kalimat:
-I would have swum at 11 yesterday
-I would have swum at 11 yesterday
kata kerja bentuk-3 dari swim adalah swum
(Swim – Swam – Swum).
Biasanya
Tense ini, Past Future Perfect Tense ini, sering digunakan untuk
berandai-andai. Dulu guru SMA saya bilang ini digunakan untuk menyatakan
peristiwa atau kejadian yang “akan telah terjadi pada masa lampau jika
syaratnya terpenuhi”. Contohnya:
-He
would have passed the examination If She had learned hard
Mestinya Dia sudah akan lulus jika saja dia telah belajar giat
Mestinya Dia sudah akan lulus jika saja dia telah belajar giat
-We
would have arrived on time If we walked faster
Mestinya kita sudah tiba jika saja tadi jalan lebih cepat
Mestinya kita sudah tiba jika saja tadi jalan lebih cepat
Contoh
Lain yang disederhanakan sesuai rumus:
-You
would have worked …
-They would have driven home …
-She would have learned music …
-They would have driven home …
-She would have learned music …
Kalimat
Negatif Past Future Prefect Tense
-You
would not have worked …
-They would not have driven home …
-She would not have learned music …
-They would not have driven home …
-She would not have learned music …
Kalimat
Tanya Past Future Prefect Tense
-Would
You have worked …?
-Would They have driven home …?
-Would She have learned music …?
-Would They have driven home …?
-Would She have learned music …?
16.
Past Future Perfect Continuous Tense
Past Future Perfect
Continuous Tense adalah
untuk menyatakan hal diatas juga, tetapi dimasa yang lalu, masa lampau. Past
Future Perfect Continuous Tense mengenai peristiwa atau hal yang akan telah
sedang terjadi di masa lampau.
Rumus
Past Future Perfect Continuous Tense
Positif:
S + would + have + been + Ving
Negatif:
S + would + not + have + been + Ving
Tanya:
Would + S + have + been + Ving
-I
would have been swimming for 30 minutes ….
Kisahnya
begini nih:
Waktu Anda telepon saya jam 9 pagi kemarin itu, saya telah berenang selama 30 menit loh, dan masih terus berenang lagi beberapa waktu setelah itu.
Waktu Anda telepon saya jam 9 pagi kemarin itu, saya telah berenang selama 30 menit loh, dan masih terus berenang lagi beberapa waktu setelah itu.
“I
would have been swimming for 30 minutes When You called me yesterday.”
Jam
segini nih kemarin itu, saya telah menunggu Anda 2 jam lebih.
“At
this time yesterday, I would have been wating for you for more than two hours”.
Ada
gambaran? Intinya: telah sedang akan! tetapi dulu!
Contoh
lain:
-In May 2007, I would have been living in Tanggulangin for 3 years
-In May 2007, I would have been living in Tanggulangin for 3 years
Kisahnya
begini:
Saya sedang cerita tentang Lumpur Panas Lapindo. Ketika pertama kali lumpur itu menyembur, saya akan sudah tinggal di dekat situ (Tanggulangin) selama 3 tahun, tapi belum sampai 3 tahun ya, hampir akan 3 tahun, menjelang 3 tahun. Kemudian saya masih terus tinggal disitu sampai akhir November 2007. Sudah masih akan toh? Tapi dulu toh? hehe..
Saya sedang cerita tentang Lumpur Panas Lapindo. Ketika pertama kali lumpur itu menyembur, saya akan sudah tinggal di dekat situ (Tanggulangin) selama 3 tahun, tapi belum sampai 3 tahun ya, hampir akan 3 tahun, menjelang 3 tahun. Kemudian saya masih terus tinggal disitu sampai akhir November 2007. Sudah masih akan toh? Tapi dulu toh? hehe..
Contoh
lainnya:
-When she decided to get married, “She would have been working there for 1 year”.
-When she decided to get married, “She would have been working there for 1 year”.
Ketika
dia memutuskan menikah pada waktu dulu itu, dia sudah bekerja di sana menjelang
setahun.
Kalimat
Negatif Past Future Perfect Continuous Tense
-I
would not have been swimming for 30 minutes
-I would not have been living in Tanggulangin for 3 years
-She would not have been working there for 1 year
-I would not have been living in Tanggulangin for 3 years
-She would not have been working there for 1 year
Kalimat
Tanya Past Future Perfect Continuous Tense
-Would
You have been swimming for 30 minutes?
-Would You have been living in Tanggulangin for 3 years at that time?
-Would She have been working there for 1 year?
-Would You have been living in Tanggulangin for 3 years at that time?
-Would She have been working there for 1 year?
Langganan:
Postingan (Atom)






