cari

Tampilkan postingan dengan label Besar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Besar. Tampilkan semua postingan

Hubungan Hasil Belajar Dan Besar Pembiayaan Pendidikan Terhadap Minat Belajar Disekolah Unggulan



BAB I
Pendahuluan

1.1  Latar Belakang
Semakin hari sepertinya semakinterasa keraguan orangtua akan kulaitas pendidikan ditanah air. Hal ini dapa terlihat dari cara orang tua memilihkan sekolah pada nak-anak mereka meski baru tingkat sekolah dasar. Terkadang jarak yang jauh atau biaya yang tinggi  tidak menjadi masalah untuk dapat memperoleh kualitas pebelajaran yang baik bagi anak. Sangat beberbeda dengan pemilihan sekolah orang tua terdahulu yang berusaha sedekat dan sehemat mungkin, karena kulitas pendidikan dimasa lalu cukup merata.
Dilihat darisisi lembaga pendidikan ini adalah sebuah kesempatan untuk dapat membangun kepercayaan publik akan kualitas sebuah sekolah. semakin tinggi kepercayaan publik akan kualitas sebuah sekolah maka minat masyarakat dan anak untuk masuk menjadi murid sekolah tersebut juga akan beiringan.  Dengan kata lain keberhasilan sekolah mencetak prestasi murid dalah daya tarik bagi masyarakat dan masalah pembiayaan akan ditepiskan.
Keterkaitan antara hasil belajar, biaya dan minat belajar disekolah unggulan ini menarik penulis untuk menyusun sebuah karya tulis dengan judul “Hubungan Hasil Belajar Dan Besar Pembiayaan Pendidikan Terhadap Minat Belajar Disekolah Unggulan

1.2   Rumusan Masalah
Dari latar belakang yang telah di uraikan maka, yang menjadi rumusan masalah dalam penulisan dari karya tulis ini adalah sebagai berikut:
1.    Bagaimana Pengertian Hasil Belajar.
2.    Bagaimana Minat Belajar Siswa disekolah unggulan.
1.3  Tujuan Penulisan
Dari latar belakang yang telah di uraikan maka, yang menjadi tujuan penulisan dari karya tulis ini adalah sebagai berikut:
3.    Menjelaskan Pengertian Hasil Belajar.
4.    Menjelaskan Minat Belajar Siswa disekolah unggulan.

1.4  Manfaat Penulisan
Berdasarkan tujuan penulisan yang telah diambil maka penulisan karya ilmiah ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut:
1.    Pembaca mengetahui Pengertian Hasil Belajar.
2.    Pembaca mengetahui Minat Belajar Siswa disekolah unggulan.
1.5  Metode Penelitian
Metode yang digunakan oleh peneliti adalah metode angket  adalah teknik pengumpulan data dengan cara mengajukan pertanyaan tertulis untuk dijawab secara tertulis pula oleh responden
a.    Alat Penelitian
1.    Alat Tulis
2.    Angket
b. Prosedur Penelitian
1.    Menyiapkan angket bahan pertanyaan kepada responden
2.    Menyebarkan angket kepada responden yang telah di tentukan
3.    Mengumpulkan angket yang telah di isi oleh rosponden

1.6 Waktu dan Tempat Penelitian
Penelitian ini akan dilaksanakan pada tanggal 16 November – 26 November 2015.Penelitian akan dilakukan di Desa Nusa Bakti BELITANG III Kecamatan Belitang III OKU Timur




1.7 Rencana Pengunaan Dana
Dalam melakukan penelitian ini peneliti merencanakan penggunaan dana sebesar: Rp 250.000,-. Dengan rincian sebagai berikut:
No
Jenis pengeluaran
Besar Biaya
1
Penyusunan dan print out proposal
Rp.              75.000,-
2
Pembelian alat dan foto copy anget
Rp               50.000,-
3
Penyusunan laporan
Rp.            125.000,-
Total
Rp.            250.000,-


Bab ii
LANDASAN TEORI

2.1 Definisi Hasil Belajar
Masalah belajar adalah masalah bagi setiap manusia, dengan belajar manusia memperoleh keterampilan, kemampuan sehingga terbentuklah sikap dan bertambahlah ilmu pengetahuan. Jadi hasil belajar itu adalah suatu hasil nyata yang dicapai oleh siswa dalam usaha menguasai kecakapan jasmani dan rohani di sekolah yang diwujudkan dalam bentuk raport pada setiap semester. Untuk mengetahui perkembangan sampai di mana hasil yang telah dicapai oleh seseorang dalam belajar, maka harus dilakukan evaluasi. Untuk menentukan kemajuan yang dicapai maka harus ada kriteria (patokan) yang mengacu pada tujuan yang telah ditentukan sehingga dapat diketahui seberapa besar pengaruh strategi belajar mengajar terhadap keberhasilan belajar siswa. Hasil belajar siswa menurut W. Winkel (dalam buku Psikologi Pengajaran 1989:82)  adalah keberhasilan yang dicapai oleh siswa, yakni prestasi belajar siswa di sekolah yang mewujudkan dalam bentuk angka.
Menurut Winarno Surakhmad (dalam buku, Interaksi Belajar Mengajar, (Bandung: Jemmars, 1980:25)  hasil belajar siswa bagi kebanyakan orang berarti ulangan, ujian atau tes. Maksud ulangan tersebut ialah untuk memperoleh suatu indek dalam menentukan keberhasilan siswa.
Dari definisi di atas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa hasil belajar adalah prestasi belajar yang dicapai siswa dalam proses kegiatan belajar mengajar dengan membawa suatu perubahan dan pembentukan tingkah laku seseorang. Untuk menyatakan bahwa suatu proses belajar dapat dikatakan berhasil, setiap guru memiliki pandangan masing-masing sejalan dengan filsafatnya. Namun untuk menyamakan persepsi sebaiknya kita berpedoman pada kurikulum yang berlaku saat ini yang telah disempurnakan, antara lain bahwa suatu proses belajar mengajar tentang suatu bahan pembelajaran dinyatakan berhasil apabila tujuan pembelajaran khususnya dapat dicapai.
Untuk mengetahui tercapai tidaknya tujuan pembelajaran khusus, guru perlu mengadakan tes formatif pada setiap menyajikan suatu bahasan kepada siswa. Penilaian formatif ini untuk mengetahui sejauh mana siswa telah menguasai tujuan pembelajaran khusus yang ingin dicapai. Fungsi penelitian ini adalah untuk memberikan umpan balik pada guru dalam rangka memperbaiki proses belajar mengajar dan melaksanakan program remedial bagi siswa yang belum berhasil. Karena itulah, suatu proses belajar mengajar dinyatakan berhasil apabila hasilnya memenuhi tujuan pembelajaran  khusus dari bahan tersebut. 

2.2 Konsep Biaya Pendidikan
Biaya dalam pendidikan meliputi biaya langsung (direct cost) dan tidak langsung(indirect cost), biaya langsung terdiri dari biaya-biaya yang dikeluarkan untuk keperluan pelaksanaan pengajaran dan kegiatan-kegiatan belajar siswa berupa pembelian alat-alat pembelajaran, sarana belajar, biaya transportasi, gaji guru, baik yang dikeluarkan oleh pemerintah, orang tua maupun siswa sendiri. Sedangkan biaya tidak langsung berupa keuntungan yang hilang (earning forgone) dalam bentuk biaya kesempatan yang hilang (opportunity cost) yang dikorbankan oleh siswa selama belajar.
Anggaran biaya pendidikan terdiri dari dua sisi yang berkaitan satu sama lain, yaitu sisi anggaran penerimaan dan anggaran pengeluaran untuk mencapai tujuan-tujuan pendidikan. Anggaran penerimaan adalah pendapatan yang diproleh setiap tahun oleh sekolah dari berbagai sumber resmi dan diterima secara teratur. Sedangkan anggaran dasar pengeluaran adalah jumlah uang yang dibelanjakan setiap tahun untuk kepentingan pelaksanaan pendidikan di sekolah.
Belanja sekolah sangat ditentukan oleh komponen-komponen yang jumlah dan proporsinya bervariasi diantara sekolah yang satu dan daerah yang lainnya. Serta dari waktu kewaktu. Berdasarkan pendekatan unsur biaya pengeluaran sekolah dapat dikategorikan ke dalam beberapa item pengeluaran, yaitu:
1.                Pengeluaran untuk pelaksanaan pelajaran
2.                Pengeluaran untuk tata usaha sekolah
3.                Pemeliharaan sarana-prasarana sekolah
4.                Kesejahteraan pegawai
5.                Administrasi
6.                Pembinaan teknis edukatif
7.                Pendataan.
Dalam konsep pembiayaan pendidikan dasar ada dua hal penting yang perlu dikaji atau dianalisis, yaitu biaya pendidikan secara keseluruhan (total cost) dan biaya satuan per siswa (unit cost). Biaya satuan ditingkat sekolah merupakan agregate biaya pendidikan tingkat sekolah, baik yang bersumber dari pemerintah, orang tua, dan masyarakat yang dikeluarkan untuk penyelenggaraan pendidikan dalam satu tahun pelajaran. Biaya satuan permurid merupakan ukuran yang menggambarkan seberapa besar uang yang dialokasikan ke sekolah-sekolah secara efektif untuk kepentingan murid dalam menempuh pedidikan.

BAB III
Metode Penelitian


3.1 Jenis Penelitian
Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode yang digunakan oleh peneliti adalah metode angket  adalah teknik pengumpulan data dengan cara mengajukan pertanyaan tertulis untuk dijawab secara tertulis pula oleh responden.

3.2 Prosedur Penelitian
Berikut ini adalah prosedur yang akan dilaksankan dalam penelitian:
1.    Menyiapkan alat dan bahan yang antaralain alat tulis. angket, handphone.
2.    Menyebarkan angket kepada responden yang telah di tentukan.
3.    Mengumpulkan angket yang telah di isi oleh responden
4.    Menganalisis jawaban responden.
5.    Menyusun laporan.


3.3  Waktu dan Tempat Penelitian
Penelitian ini akan dilaksanakan pada tanggal 16 November – 26 November 2016.Penelitian akan dilakukan di Desa Nusa Bakti.





DAFTAR PUSTAKA
Anonim.2012. dimensi-dimensi kecerdasan emosional (diakses dari http://www.psychologymania.com  pada tanggal 17 Oktober 2016).
Anonim.2012. makalah psikologi (diakses dari http://beranimimpilatansa.blogspot.com pada tanggal 17 Oktober 2016).
Cary Cherniss, Emotional Intelligence: What It is and Why It  Matters, (paper),2000, http://www.eicosortium.org/research/what_is_emotional_intelligence.htm.  (Diakses pada 17 Oktober 2016).
Ginanjar, Ary Agustian.2008. Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi dan Spritual. Jakarta: Arga.
Prayitno. 2009. Dasar Teori dan Praksis Pendidikan. Jakarta : PT Grasindo.
Sunarto, H dan B.Agung Hartono. 2008. Perkembangan Peserta Didik. Jakarta : Rineka Cipta.
Winarti, Septi.2012. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kecerdasan Emosi (diakses dari http://www.blogger.com pada tanggal 17 Oktober 2016).

Pengaruh Jumlah Lilitan dan besar Tegangan Pada Motor Listrik



BAB I
PENDAHULUAN


1.1.    Latar Belakang
Kebutuhan akan mesin penggerak yang lebih hemat energy dan ramah lingkungan telah menjadi sebuah alasan untuk terciptanya motor listrik. Dalam kehidupan kita saat ini hampir setiap perkakas dalam kehidupan kita selalu dilengkapi dengan motor listrik. Dari mulai mesin cuci pompa air, hair dryer, kipas angin, printer, komputer, pendingin ruangan dan masih banyak lagi. Motor listrik adalah alat untuk mengubah energi listrik menjadi energi mekanik. Alat yang berfungsi sebaliknya, mengubah energi mekanik menjadi energi listrik disebut  generator  atau  dinamo.
Pada motor listrik tenaga listrik diubah menjadi tenaga mekanik. Perubahan ini dilakukan dengan mengubah tenaga listrik menjadi magnet yang disebut sebagai elektromagnetik.. Elektromagnetik timbul sebagai hasil induksi lilitan kumparan kawat tembaga. Setiap desain motor listrik memiliki perbedaan jumlah lilitan kebutuhan tegangan yang berbeda. Atas dasar inilah penulis tertarik untuk meneliti pengaruh jumlah lilitan kumparan dan tegangan masuk terhadap pada motor listrik. Tetapi karena keterbatasan peneliti maka motor listrik yang akan dijadikan objek penelitian adalah motor listrik sederhana.



1.2    Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan diatas, maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut:
1.    Bagaimana pengaruh jumlah lilitan kumparan pada rotasi motor lisrik sederhana?
2.    Bagaimana pengaruh besar nilai tegangan masuk terhadap rotasi motor listrik  sederhana?

1.3    Tujuan Penelitian
    Berdasarkan rumusan masalah diatas, yang menjadi tujuan penelitian ini adalah:
1.    Menjelaskan pengaruh jumlah lilitan kumparan pada rotasi motor lisrik sederhana.
2.    Menjelaskan  pengaruh besar nilai tenggangan masuk terhadap rotasi motor listrik sederhana.

.


BAB II
LANDASAN TEORI


2.1  Pengertian Motor Listrik
Sebuah motor listrik mengubah energi listrik menjadi energi mekanik. Kebanyakan motor listrik beroperasi melalui interaksi medan magnet dan konduktor pembawa arus untuk menghasilkan kekuatan, meskipun motor elektrostatik menggunakan gaya elektrostatik. Proses sebaliknya, menghasilkan energi listrik dari energi mekanik, yang dilakukan oleh generator seperti alternator, atau dinamo. Banyak jenis motor listrik dapat dijalankan sebagai generator, dan sebaliknya.Motor listrik dan generator yang sering disebut sebagai mesin-mesin listrik.  
Motor listrik DC (arus searah) merupakan salah satu dari motor DC. Mesin arus searah dapat berupa generator DC atau motor DC. Generator DC alat yang mengubah energi mekanik menjadi energi listrik DC. Motor DC alat yang mengubah energi listrik DC menjadi energi mekanik putaran. Sebuah motor DC dapat difungsikan sebagai generator atau sebaliknya generator DC dapat difungsikan sebagai motor DC.
Pada motor DC kumparan medan disebut stator (bagian yang tidak berputar) dan kumparan jangkar disebut rotor (bagian yang berputar). Jika tejadi putaran pada kumparan jangkar dalam pada medan magnet, maka akan timbul tagangan (GGL) yang berubah-ubah arah pada setiap setengah putaran, sehingga merupakan tegangan bolak-balik.
Prinsip dari arus searah adalah membalik phasa negatif dari gelombang sinusoidal menjadi gelombang yang mempunyai nilai positif dengan menggunakan komutator, dengan demikian arus yang berbalik arah dengan kumparan jangkar yang berputar dalam medan magnet,dihasilkan tegangan (GGL).

2.2  Prinsip Kerja Motor Listrik
Prinsip kerja motor listrik pada dasarnya sama untuk semua jenis motor secara umum :
§  Arus listrik dalam medan magnet akan memberikan gaya
§  ika kawat yang membawa arus dibengkokkan menjadi sebuah lingkaran/loop, maka kedua sisi loop, yaitu pada sudut kanan medan magnet, akan mendapatkan gaya pada arah yang berlawanan.
§  Pasangan gaya menghasilkan tenaga putar/ torque untuk memutar kumparan.
§  Motor-motor memiliki beberapa loop pada dinamonya untuk memberikan tenaga putaran yang lebih seragam dan medan magnetnya dihasilkan oleh susunan elektromagnetik yang disebut kumparan medan.
Dalam memahami sebuah motor, penting untuk mengerti apa yang dimaksud dengan beban motor listrik. Beban mengacu kepada keluaran tenaga putar/ torque sesuai dengan kecepatan yang diperlukan. Beban umumnya dapat dikategorikan kedalam tiga kelompok (BEE India, 2004) :
§  Beban torque konstan adalah beban dimana permintaan keluaran energinya bervariasi dengan kecepatan operasinya namun torque nya tidak bervariasi. Contoh beban dengan torque konstan adalah conveyors, rotary kilns, dan pompa displacement konstan.

§  Beban dengan variabel torque adalah beban dengan torque yang bervariasi dengan kecepatan operasi. Contoh beban dengan variabel torque adalah pompa sentrifugal dan fan (torque bervariasi sebagai kwadrat kecepatan).

§  Beban dengan energi konstan adalah beban dengan permintaan torque yang berubah dan berbanding terbalik dengan kecepatan. Contoh untuk beban dengan daya konstan adalah peralatan-peralatan mesin.
Prinsip kerja motor listrik dapat dijelaskan dengan lebih jelas melalui gambar berikut :
Prinsip Kerja Motor Listrik,jual motor listrik,harga motor listrik
2.1 Prinsip kerja motor listrik







2.3  Hukum Fisika Mengenai Motor Listrik
Agar saat ini dapat diperoleh dari rangkaian listrik, sebuah gaya gerak listrik (tegangan) harus dibangun dan dipertahankan antara kedua ujung rangkaian. Gaya gerak listrik ini dapat dibentuk dalam beberapa cara, salah satunya adalah melalui generator elektromagnetik. Michael Faraday menemukan bahwa potensial listrik dapat dibuat antar ujung-ujung sebuah konduktor dalam tiga cara berikut:
·         Oleh sebuah konduktor bergerak atau memotong medan magnet stasioner. (DC Generator)
·         Dengan yang bergerak memotong medan magnet stasioner konduktor. (AC Generator)
·         Oleh perubahan dalam jumlah garis-garis magnetik yang dilingkupi oleh loop atau kumparan stasioner. (Transformer)
Hukum Faraday menyatakan bahwa, “EMF (gaya gerak listrik) induksi di antara ujung-ujung sebuah loop atau kumparan sebanding dengan laju perubahan fluks magnet yang dilingkupi oleh kumparan; atau EMF terinduksi antara ujung-ujung sebuah bar konduktor sebanding dengan waktu tingkat di mana fluks magnet dipotong oleh kondektur. “
Undang-undang ini menekankan laju perubahan atau menilai atau memotong fluks daripada kepadatan atau luas medan magnet.
2.  Hukum Lenz
Hukum Lenz menyatakan bahwa, “Suatu perubahan dalam fluks magnet yang melewati atau menghubungkan dengan, satu lingkaran atau menyebabkan kumparan induksi EMF harus dalam arah yang akan menentang setiap perubahan dalam kondisi sirkuit, oposisi ini diproduksi magnetis ketika arus mengalir sebagai tanggapan terhadap induced EMF”.
Setiap kali ada perubahan arus dalam sebuah magnetizing koil, yang bekerja untuk mengubah fluks pada kumparan, tegangan diinduksikan yang cenderung untuk mencegah perubahan. Jadi, jika kita mencoba untuk mengurangi arus yang mengalir dalam kumparan magnetizing, tegangan akan dikembangkan yang akan cenderung tetap tidak berubah saat ini. Demikian juga, jika kita berusaha untuk mendirikan sebuah arus dalam sebuah kumparan magnetizing, tegangan akan dikembangkan yang akan cenderung untuk menjaga arus dari meningkat.


BAB III
METODE PENELITIAN



3.1 Jenis Penelitian
Metode yang digunakan oleh peneliti adalah metode  perbandingan eksperimen. Metode perbandingan eksperimen adalah cara penyajian pelajaran dimana siswa melakukan percobaan dengan mengalami dan membuktikan sendiri sesuatu yang dipelajari. Siswa dituntut untuk mengalami sendiri, mencari kebenaran. Dengan merangkai alat kemudian diuji coba dalam sebuah percobaan..
3.2  Alat dan Bahan
Alat dan bahan yang digunakan dalam penelitian ini antarlain:
1.    Kawat tembaga
2.    magnet
3.    Adaptor
4.    Tang
5.    Kabel
6.    Papan

3.3  Prosedur Percobaan
Untuk mempermudah proses penelitian maka penelitian akan dilaksanakan berdasarkan prosedur berikut ini:
a.    Menyiapkan alat dan bahan
b.    Gulung kawat tembaga menjadi tiga gulungan berbeda masing adalah 20, 40, dan 60 lilitan.
c.    Bangun sebuah motor listrik sederhana
d.    Uji setiap gulungan dengan tegangan 3volt dan catat hasilnya
e.    Lakukan kembali langkah 4 tetapi naikan tegangan menjadi 6 volt
f.     Ulangi  kembali dan naikan tegangan menjadi 9 volt


3.4  Waktu dan  Tempat Penelitian
Penelitian ini akan dilaksanakan pada tanggal 22 November 2015.  Dana penelitian akan dilakukan di rumah peneliti di Desa Nusabakti, Kecamatan Belitang III OKU Timur.


BAB IV
Hasil dan Pembahasan


4.1 Hasil Penelitian
Setelah menjalankan prosedur penelitian dan mencatat setiap hasil pengamatan pada setiap sampel keping tembaga. Dengan perbedaan perlakuan pemberian teganganmulai dari 3, dan12 volt arus DC (searah), dan jumlah lilitan maka didapat hasil yang tersaji dalam tabel berikut ini :
No
Lilitan
Tegangan
Gerakan kuparan
1
L1
3 volt
Terjadi gerakan kotraksi beberapa saat lalu berhenti
12 volt
Berputar cepat
2
L2
3 volt
Terjadi gerakan kontraksi sekali lalu berhenti
12 volt
Berputar lambat
3
L3
3 volt
Tidak terjadi gerakan
12 volt
Terjadi gerakan kontraksi sekali lalu berhenti

Tabel hasil penelitian
Keterangan:
L1 = kumparan 40 lilitan
L2 = kumparan 60 lilitan
L3 = kumparan 80 lilitan
4.2 Pembahasan
Dari tabel penelitianyang telah disajika dapat kita ketahu jika, pada perlakuan daya 3 volt seluruh kumparan tidak dapat berputar, tetapi dapat dikatui jika pada L1 ada kontraksi yang  agak lama dihasilkan dan pada L2 hanya sekali sementara L3 tidak terjadi gerakan apapun. Namun ketika daya dinaikan menjadi 12 volt maka kumparan L1 segera berputar dengan sangat cepat, pada kumparan L2 putaran lebih lambat tetapi lebih stabil dan lebih mudah berputar. Sedangakan pada kumpara L3 tidak berputar hanya terjadi pergerakan mengayun saja.
Untuk menjelaskan hasil penelitian ini secara lebih rinci maka akan kami sampaikan uraian sebagai berikut. Motor induksi bekerja sebagai  berikut. Listrik dipasok ke stator yang akan menghasilkan medan magnet. Medan magnet ini bergerak dengan kecepatan sinkron disekitar rotor. Arus rotor menghasilkan medan magnet kedua,  yang berusaha untuk melawan medan magnet stator, yang menyebabkan rotor berputar. 
Besar medan magnet yang dihasilkan searah dengan besar tegangan dan jumlah lilitan searah dengan besar tenaga yang dihasilkan. Tetapi jumlah lilitan akan mengurangi rotasi rotor. Walaupun begitu, didalam prakteknya motor tidak pernah bekerja pada kecepatan sinkron namun pada “kecepatan dasar” yang lebih rendah. Terjadinya perbedaan antara dua kecepatan tersebut disebabkan adanya “slip/geseran” yang meningkat dengan meningkatnya beban. Slip hanya terjadi pada motor induksi. Untuk menghindari slip dapat dipasang sebuah cincin geser/  slip ring, dan motor tersebut dinamakan “motor cincin geser/  slip ring motor”.
Jadi apabila dijelaskan secara sederhana maka putaran pada motor listrik dipengaruhi oleh besar tegangan dan induksi magnet dan akan dikurangi besar gesekan pada rotor . Dan bila besar gesekan pada rotor diabaikan dan induksi magnetic diabaikan maka besar teganganlah yang menjadi indikator satu-satunya yang menyebabkan perubahan kecepatan putaran motor listrik. Hal ini telah dibuktikan dalam penelitian ini, mengunakan rotor yang sama, magnet yang sama dan jumalah kumparan yang sama tetapi ketika diberi perlakuan besar tegangan yang berbeda maka putaran motor listrik menjadi lebih cepat.
Pada perlakuan jumlah kumparan menunjukan bahwa semakin banyak jumlah lilitan justru berbanding terbalik dengan putaran yang dihasilkan. Hal ini karena  semakin banyak jumlah lilitan maka akan menaikan beban masa kumparan dan meningkatkan besar gesekan pada rotor. Hal ini juga dapat dilihat pada tabel penelitian yang pada tegangan yang sama magnet yang sama dan rotor yang sama kemampuan putaran kumparan semakin menurun ketika jumlah lilitan semakin banyak. Yang diperlihatkan perkembangan sampel L1, L2 dan L3 pada perlakuan tegangan 12 volt.
Tegangan ggl pada terminal motor, adalah besar tegangan pada terminal motor yg terjadi ketika motor berputar jadi bukan tegangan sumber  coba  buktikan, saat motor berjalan, ukur pake voltmeter besar tegangan pada terminalnya pasti ada dibawah tegangan sumber tegangan itu sendiri. Jadi bila ingin mempertinggi putaran ada 2 hal yg bisa kita permainkan yaitu jumlah lilitan dan kuat medan magnet.
Semakin sedikit jumlah lilitan, kecepatan motor akan naik tapi ingat justru torsi ini malah sebanding lurus dengan jumlah lilitan semakin kecil kuat medan magnet, kecepatan motor akan semakin naik tapi justru torsi ini malah sebanding lurus dengan kuat medan magnet.
Memperbesar tegangan ggl terminal motor bisa dilakukan dengan menaikkan tegangan masuk paling kemungkinan peningkatan torsi dan speed berbarengan ialah dengan cara meningkatkan tegangan masuk bersamaan dengan meningkatkan jumlah lilitan. Dan perlu diuji secara terperinci untuk mendapatkan putaran yang cepat dan torsi yang kuat. Sehingga optimasi motor listrik didapat.
Jadi dari penelitian yang telah dilakukan didapatkan hasil bahwa semakin besar tegangan maka akan mempercepat putaran motor listrik, dan memperbanyak jumlah lilitan akan memperbesara torsi daya yang dihasilkan tetapi mengurangi putaran motor listrik. Demikian hasil penelitian dan pembahasan yang dapat kami sampaikan.


BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Dari hasil pembahasan yang telah dijabarkan, mengenai pengaruh besar tegangan listrik dan jumlah lilitan pada motor listrik maka didapat kesimpulan bahwa:
1.     Semakin besar tegangan listrik yang diberikan terhadap motor listrik maka putaran motor listrik tersebut semakin cepat.
2.     Semakin besar jumlah lilitan pada motor listrik maka torsi tenaga yang dihasilkan motor listri lebih besar tetapi kecepatannya menurun.


5.2 Saran
Berdasarkan kesimpulan yang diambil dalam penelitian ini maka peneliti dapat menyarankan hal-hal berikut:
1.    Pada dasarnya untuk mendapat putaran dan torsi tenaga yang ideal adalah dengan menaikan jumlah lilitan dan besar tegangan secara bersamaan.
2.    Perlu diadakan penelitian lebih lanjut dalam pembuktian laju korosi pada tembaga tidak hanya dari indicator, tetapi juga dari penyusutan massa tembaga itu sendiri.


DAFTAR PUSTAKA

Anonim, 2009. Motor Listrik AC dan DC. Online : http://dunia-listrik.blogspot.com [21 Maret 2010]
Anonim, 2008. Motor Listrik dan Motor Bakar dalam Industri. Online :www.petra.ac.id [21 Maret 2010]
 Cowern, Ed, 2000, ” Keep Up to Speed with Motor Terms “, EC&M, January, pp. 52-56.
  Ghai, N. K., 1999 “ IEC and NEMA Standards for Large Squarrel-cage Induction Motors-A comparison ‘, IEEE Trans. On Energy Conversion, 14 (3), pp. 545-552.
Kumar R. Srecrama, R Ramanujam and Jenkins L. HP Khincha, 1998,” Induction motor modelling and interfacing technique for fast transient stability simulation, IEEE Trans. on Energy Conversion, (0-7803- 4962-8/98), pp. 548 – 551.
Lintang.2013. Perancangan dan Implementasi Pengendali Tegangan Generator Induksi Satu Fasa 370 W. Surabaya : Teknik Elektro Industri PENS.
Richardson, D. V. and Caisse, A. J. Jr., 1997, “Rotating Electric Machinery and Transfomer Technology “, Prentice-Hall, Inc., New Jersey.
Riyadi, S. 2000. Simulasi perbaikan factor daya motor induksi terkendali thyristor. Skripsi S1, TE-UGM, Yogyakarta
Wijaya,Tirta.2013. Kajian Teknis Motor Induksi Sebagai Generator Pada Pembangkit Listrik Tenaga Gelombang Laut.Surabaya :Teknik Sistem Perkapalan ITS
Yahya sofyan, Toto Tohir. 2012 Motor induksi split phase sebagai generator induksi satu fasa. Bandung, Politeknik Negri Bandung Perdana,