cari

Tampilkan postingan dengan label perekonomian masyarakat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label perekonomian masyarakat. Tampilkan semua postingan

Dampak Tingkat Pendidikan terhadap Tingkat Kesejahteraan Ekonomi Masyarakat Nusa Bakti



BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
      Semua orang mengerti tentang arti penting sebuah pendidikan dalam kehidupan kita saat ini seperti kita tahu pendidikan adalah Bimbingan atau pertolongan yang diberikan oleh orang dewasa kepada perkembangan anak untuk mencapai kedewasaannya dengan tujuan agar anak cukup cakap melaksanakan tugas hidupnya sendiri tidak dengan bantuan orang lain.
      Ditegaskan oleh M.J. Longeveled bahwa Pendidikan merupakan usaha , pengaruh, perlindungan dan bantuan yang diberikan kepada anak agar tertuju kepada kedewasaannya, atau lebih tepatnya membantu anak agar cukup cakap melaksanakan tugas hidupnya sendiri.
      Banyak penilaian umum mengenai keadaan ekonomi bangsa Indonesia yang saat ini belum lepas dari krisis adalah akibat dari rendahnya kualitas pendidikan bangsa Indonesia. Terlebih di Daerah diluar pulau jawa. Kulitas pendidikan di daerah luar pulau jawa tidak terawasi sehingga banyak lulusan sekolah dengan kualitas rendah yang berujung pada rendahnya pengetahuan dan penguasaan aspek iklim ekonomi yang merupakan penyebab kemiskinan dan pengangguran. Hal seperti ini juga terjadi pada masyrakat Desa Nusabakti Kecamatan Belitang III Kabupaten OKU Timur.
      Berdasarkan uraian di atas peneliti tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul Dampak Tingkat Pendidikan terhadap Tingkat Kesejahteraan Ekonomi Masyarakat Nusa Bakti”.

B.     Rumusan Masalah
1.      Apa dampak Pendidikan terhadap kesejahteraan ekonomi.?
2.      Bagaiman solusi yang tepat untuk meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat.

C.    TUJUAN
Tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan makalah ini meliputi:
1.      Menjelaskan dampak Pendidikan terhadap kesejahteraan ekonomi.
2.      Menjelaskan solusi yang tepat untuk meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat.



D.    METODE PENELITIAN
Metode yang digunakan adalah metode literatur, yaitu suatu metode yang digunakan untuk mengumpulkan data dengan cara membaca buku-buku dan situs-situs internet yang berhubungan dengan dampak Pendidikan terhadap Kesejahteraan Ekonomi.


E.     WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN
Ø  Pelaksanaan penelitian akan dilaksanakan pada tanggal 7 – 21 November 2014
Ø  Pelaksanaan penelitian akan dilaksanakan di desa Nusa Bakti, Kecamatan Belitang III, Kabupaten OKU Timur.



Selengkapnya Download disini

Dampak kekeringan terhadap kondisi perekonomian masyarakat



BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Letak geografis diantara dua benua, dan dua samudra serta terletak di sekitar garis khatulistiwa merupakan faktor klimatologis penyebab banjir dan kekeringan di Indonesia. Posisi geografis ini menyebabkan Indonesia berada pada belahan bumi dengan iklim monsoon tropis yang sangat sensitif terhadap anomali iklim El-Nino Southern Oscillation (ENSO). ENSO menyebabkan terjadinya kekeringan apabila kondisi suhu permukaan laut di Pasifik Equator bagian tengah hingga timur menghangat (El Nino). Berdasarkan analisis iklim 30 tahun terakhir menunjukkan bahwa, ada kecenderungan terbentuknya pola iklim baru yang menyebabkan terjadinya perubahan iklim. Dampak terjadinya perubahan iklim terhadap sektor pertanian adalah bergesernya awal musim kemarau yang menyebabkan berubahnya pola tanam karena adanya kekeringan.
Kekeringan adalah keadaan kekurangan pasokan air pada suatu daerah dalam masa yang berkepanjangan (beberapa bulan hingga bertahun-tahun). Biasanya kejadian ini muncul bila suatu wilayah secara terus-menerus mengalami curah hujan di bawah rata-rata. Musim kemarau yang panjang akan menyebabkan kekeringan karena cadangan air tanah akan habis akibat penguapan (evaporasi), transpirasi, ataupun penggunaan lain oleh manusia.
Kekeringan dapat menjadi bencana alam apabila mulai menyebabkan suatu wilayah kehilangan sumber pendapatan akibat gangguan pada pertanian dan ekosistem yang ditimbulkannya. Dampak ekonomi dan ekologi kekeringan merupakan suatu proses sehingga batasan kekeringan dalam setiap bidang dapat berbeda-beda. Namun, suatu kekeringan yang singkat tetapi intensif dapat pula menyebabkan kerusakan yang signifikan.
Kekeringan menyangkut neraca air antara inflow dan outflow atau antara presipitasi dan evapotranspirasi. Kekeringan tidak hanya dilihat sebagai fenomena fisik cuaca saja, tetapi hendaknya juga dilihat sebagai fenomena alam yang terkait erat dengan tingkat kebutuhan masyarakat terhadap air. Bertambahnya jumlah penduduk telah mengakibatkan terjadinya tekanan penggunaan lahan dan air serta menurunnya daya dukung lingkungan. Akibatnya kekeringan semakin sering terjadi dan semakin meluas. Kekeringan dapat menimbulkan dampak yang amat luas, kompleks, dan juga rentang waktu yang panjang setelah berakhirnya kekeringan. Dampak yang luas dan berlangsung lama tersebut disebabkan karena air merupakan kebutuhan pokok dan vital bagi seluruh makhluk hidup, yang tidak tergantikan oleh sumber daya lainnya.

1.2  Rumusan Masalah
1.    Apa pengertian dari kekeringan ?
2.    Apa saja penyebab kekeringan ?
3.    Apa dampak kekeringan terhadap kondisi perekonomian masyarakat ?
4.    Bagaimana cara menanggulangi bencana kekeringan ?

1.3 Tujuan Penelitian
1.    Menjelaskan pengertian kekeringan.
2.    Menjelaskan penyebab kekeringan.
3.    Menjelaskan dampak kekeringan terhadap kondisi perekonomian masyarakat
4.    Menjelaskan cara menanggulangi bencana kekeringan.










BAB II
PEMBAHASAN
2.1  Pengertian Kekeringan
Kekeringan adalah keadaan kekurangan pasokan air pada suatu daerah dalam masa yang berkepanjangan (beberapa bulan hingga bertahun-tahun). Biasanya kejadian ini muncul bila suatu wilayah secara terus-menerus mengalami curah hujan di bawah rata-rata. Musim kemarau yang panjang akan menyebabkan kekeringan karena cadangan air tanah akan habis akibat penguapan (evaporasi), transpirasi, ataupun penggunaan lain oleh manusia.
Kekeringan dapat menjadi bencana alam apabila mulai menyebabkan suatu wilayah kehilangan sumber pendapatan akibat gangguan pada pertanian dan ekosistem yang ditimbulkannya. Dampak ekonomi dan ekologi kekeringan merupakan suatu proses sehingga batasan kekeringan dalam setiap bidang dapat berbeda-beda. Namun, suatu kekeringan yang singkat tetapi intensif dapat pula menyebabkan kerusakan yang signifikan.
PBB memperhitungkan bahwa setiap tahun wilayah lahan subur seluas Ukraina hilang akibat kekeringan, pembabatan hutan, dan ketidakteraturan iklim.
Akibat yang dapat ditimbulkan oleh kekeringan dalam demografi adalah migrasi massal, sebagaimana yang terjadi di wilayah Tanduk Afrika dan Sahel.

2.2  Penyebab Kekeringan
Faktor penyebab kekeringan adalah :
1.    Adanya Penyimpangan Iklim.
Penyimpangan iklim, menyebabkan produksi uap air dan awan di sebagian Indonesia bervariasi dari kondisi sangat tinggi ke rendah atau sebaliknya. Ini semua menyebabkan penyimpangan iklim terhadap kondisi normalnya. Jumlah uap air dan awan yang rendah akan berpengaruh terhadap curah hujan, apabila curah hujan dan intensitas hujan rendah akan menyebabkan kekeringan.


2.    Adanya Gangguan Keseimbangan Hidrologis.
Gangguan keseimbangan hidrologis, kekeringan juga dipengaruhi oleh adanya gangguan hidrologis seperti:
1)    Terjadinya degradasi Daerah Aliran Sungai (DAS) terutama bagian hulu mengalami alih fungsi lahan dari bervegetasi menjadi non vegetasi yang menyebabkan terganggunya sistem peresapan air tanah;
2)    Kerusakan hidrologis daerah tangkapan air bagian hulu menyebabkan waduk dan saluran irigasi terisi sedimen, sehingga kapasitas tampung air menurun tajam;
3)    Rendahnya cadangan air waduk yang disimpan pada musim penghujan akibat pendangkalan menyebabkan cadangan air musim kemarau sangat rendah sehingga memicu terjadinya kekeringan.



Selengkapnya Download disini