cari

Tampilkan postingan dengan label musik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label musik. Tampilkan semua postingan

Makalah, pengertian dan fungsi seni musik dalam kehidupan sehari-hari




BAB I
PENDAHULUAN

1.    Latar Belakang

Seperti yang sudah kita ketahui, bahwa manusia dilahirkan tidak terlepas dari kodrat yang sudah ditentukan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Mulai lahir, mereka sudah diberikan pengetahuan, bakat, dan kemampuan masing – masing dalam mengapresiasikan seni dalam kehidupannya. Setiap manusia mempunyai cara yang berbeda – beda dalam mengapresiasikan seni. Ada yang dituangkan dalam suatu cat dan dilukiskan dalam sebuah kertas, tembok, alat – alat transportasi, bahkan pada bagian tubuh manusia. Selain itu juga ada yang diapresiasikan melalui buku – buku yang bias dalam bentuk novel, kolakolaborasi antara gambar dan kata – kata (komik), ada juga mengapresiasikannya melalui sebuah gambar yang bergerak, baik itu karton maupun suatu film.
Selain itu juga banyak sekali orang mengapresiasikan kedalam bentuk syair yang sangat indah, dengan diiringi musik. Krena setiap manusia tidak sama,dalam pengapresiasikannya Sehingga seni, terutama seni musik berkembang dan berevolusi tanpa ada batasnya. Didunia ini tidak terhitung jumlah musik yang ada sekarang, karena perkembangannya tanpa mengenal waktu dan tempat. Disitu ada manusia maka seni terutama seni musik akan berkembang tak terkendali. Bahkan di Indonesia sendiri mempunyai berbagai macam seni musik, baik itu yang tergolong dalam musik tradisional, campuran antara tradisional, dan modern.
Bertolak belakang dari uraian diatas, seni juga tidak terlepas dari kebudayaan masing – masing daerah. Sehingga antara daerah yang satu dengan yang lainnya akan memberikan nuansa seni musik yang berbeda pula. Selain itu juga masih banyak yang belum mengerti tentang seni, terutama seni musik. Belum mengerti disini maksudnya, masih belum mengenal apakah seni itu? Padahal apa yang dilakukaanya terkadang dapat dikategorikan sebagi suatu seni, tanpa orang tersebut menyadarinya.
Oleh karena itu disini saya akan berusaha membahas tentang seni musik yang ada di Indonesia, untuk menambah wawasan kita tentang seni musik yang ada di Indonesia ini.



2.    Tujuan
Berdasarkan beberapa uraian diatas, maka ada beberapa tujuan yang akan diperoleh dari penyusunan makalah ini. Tujuan – tujuan tersebut antara lain :

1.    Mengetahui pengertian seni musik
2.    Mengetahui fungsi-fungsi musik
3.    Manfaat musik dalam kehidupan sehari-hari


3.    Manfaat
    Penulisan makalah ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang sebesar – besarnya, yaitu antara lain :
1.    Bagi Pembaca
Sebelumnya para pembaca yang belum mengenal seni terutama seni musik akan lebih mengenal dan diupayakan akan lebih mencintai apa yang dikatakan sebagai seni. Sehingga diharapkan dengan mencintai seni maka dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara akan menjadi lebih harmonis, dan saling menghargai perbedaan persepsi, bukan hanya diseni saja tapi dalam segi aspek kehidupannya

2.    Bagi Pencinta Seni
Bagi yang sudah mencintai seni, diharapkan akan menambah wawasan tentang seni musik yang ada di Indonesia, sehingga dapat menambah pengetahuan, yang nantinya dapat digunakan untuk bekal mengarungi dunia ini
3.    Bagi Penulis
Diharapkan dengan adanya makalah ini bukan hanya makalah ini saja yang akan disusun oleh penulis, tetapi diharapkan akan muncul makalah – makalah yang lain yang lebih berguna lagi bagi semua pihak yang membacanya, terutama bagi para pembaca ataupun pencinta seni terutama seni musik.



















BAB II
PEMBAHASAN

  A.  Pengertian Seni Musik

1.    Pengertian Umum  Seni Musik

Musik adalah bunyi yang mengandung unsur-unsur tertentu, yang diterima  oleh individu, kelompok, maupun golongan masyarakat yang berbeda-beda berdasarkan sejarah, lokasi, budaya, dan selera seseorang.

      Berikut Beberapa pengertian Musik menurut beberapa tokoh dari berbagai bidang ilmu:
     a)    R. G. Escher, Erikson, dan mantle Hood (ilmuwan)
musik adalah sebuah gerakan yang dalam totalitasnya memiliki sifat-sifat ritmis, melodis, dan harmonis.
     b)    Aaron Copland (komposer)
musik adalah bunyi yang terdiri dari 4 unsur pokok, yakni ritme, melodi, harmoni, dan tone color (warna nada).
     c)    Eduard Hanslick (komposer)
musik adalah gerakan bunyi (the essence of music is sound in motion).
     d)    K.S. Laurila (penulis)
musik adalah deretan nada yang secara objektif tidak lebih dari geteran-geteran udara , dan secara objektif hanya merupakan kesan-kesan pendengaran saja.
     e)    Aristoteles (filsuf)
musik adalah curahan kekuatan tenaga batin dan kekuatan tenaga penggambaran yang berasal dari gerak rasa dalam suatu rentetan suara (melodi) yang berirama.

            Jika ditinjau dari segi bentuknya, musik adalah sekumpulan nada yang mengandung ritme, melodi, dan harmoni, yang menjadi suatu kesatuan (unity), serta merupakan pernyataan ide musikal tertentu.
          Bahkan, kita dapat kita mendefinisikan musik sesuai pengalaman yang dimiliki. Akan tetapi, dapat disimpulkan secara singkat bahwa musik adalah bunyi yang harus memiliki unsur-unsur pokok seperti ritme, melodi, dan harmoni.


2. Asal mula musik
Musik berasal dari bahasa yunani, “mousike” dan latin, “musica”. Kata “mousike” berasal dari kata  “mousa” (jamak:mousas), dalam bahasa latin “musa”, yunani  “mouskos”,  inggris  “muse”. Jadi dari kata “musica” lahirlah kata “musik”.
      Menurut mitologi yunani kuno, musica dimaksudkan sebagai “seni dari kaum musen”, atau “termasuk  kepunyaan mousas”. Musik adalah seni rupa milik salah satu dari kaum muzen yang berjumlah sembilan dewi.
      Menurut pujangga hesiodus, mahadewa zeus dengan permaisurinya mnemosyne mempunyai sembilan orang puteri . kesembilan dewi ini disebut kaum muzen. Kaum muzen dilahirkan di kaki gunung olympus dipersia. Masing-masing dewi memiliki /menguasai satu cabang seni atau ilmu. Ke-9 kaum muzen tersebut adalah:
     a)    Dewi clio menguasai ilmu sejarah,
     b)    Dewi euterpe menguasai puisi liris,
     c)    Dewi thalia menguasai seni komedi,
     d)    Dewi Melpomene menguasai seni tragedi,
     e)    Dewi Trispsichore menguasi seni tari dan nyayian paduan suara,
     f)     Dewi Erato menguasai seni pantonim dan syair percintaan,
     g)    Dewi Polyhymnia menguasai seni himne,
     h)   Dewi Calliope menguasi syair pahlawan,dan
     i) Dewi urainia menguasi ilmu bintang

3. perkembanagan musik dari zaman ke zamam
            Musik mengalami perkembanagan,perubahan,dan perluasan dari masa kemasa seiring dengan pertumbuhan kebudayaandalam masyarakat tempat musik itu tumbuh. Berikut contoh-contoh perkembangan musik dari Zaman ke Zaman:
    a)    Musik kuno (sebelum 476 M)
    b)    Musik sakral abad pertengahan (476-1450 M)
    c)    Musik sekuler abad pertengahan
    d)    Musik renaisans (1450-1600)
    e)    Musik barok (1600-1750)
    f)     Musik klasik (1750-1830)
    g)    Musik romantik (1815-1910)
    h)   Musik moderen/Abad ke-20 (1900-2000)
    i)     Musik kontenporer/abad ke-21 (2000-sekarang)

B. Fungsi Musik
            Secara umum,musik mempunyai fungsi yang hampir sama di setiap kebudayaan ataupun suku bangsa diseluruh duina .simak uraian tentang fungsi musik berikut:

1.fungsi pengiring upacara budaya/ritual
            Sejak zaman dahulu musik sudah digunakan untuk mengiringi upacara-upacara budaya atau ritual.para arkeolog menemukan berbagai alat musik tertera pada prasati-prasasti pada tahun 5000 sm di mesir,seperti harpa,lira,gitar,mandolin,dan seruling

2.fungsi hiburan
            Ketika indonesia masih terdiri dari banyak kerajaan, setiap tamu kerajaan akan disambut oleh iringan musik sebagai upacara penyambut sekaligus sarana hiburan bagi tamu kerajan tersebut.
3.fungsi komunikasi
            Sejak zaman dahulu musik sudah berfungsi sebagai alat komunikasi, dalam berbagai situasi.
4. Fungsi Pengungkapan ekspresi diri
            Musik merupakan salah satu media berekspresi bagi seseorang untuk mengungkapkan perasaan,pikiran, gagasan, cita-cita tentang diri, masyarakat, Tuhan, dan dunia.
5. Fungsi Pendidikan
            Musik memiliki fingsi pendidikan, yaitu sebagai media atau sarana untuk mengajarkan norma-norma, aturan-aturan yang berlaku dimasyarakat, sekalipun itu tidak tertulis.
6. Fungsi Pelestarian Kebudayaan
            Lagu-lagu daerah berfungsi sebagai pelestari budaya karena Tema-tema dan cerita dalam syairnya menggambarkan budaya daerah dengan sangat jelas.
7. Fungsi Respons Sosial
            Fungsi respon sosial tercipta dari para pencipta lagu yang sangat peka terhadap kondisi sosial, tingkat kesejahteraan rakyat, dan kegelisahan masyarakat.
8. Fungsi Pemersatu Bangsa
setiap bangsa memiliki lagu kebangsaan (national anthem) yang mewakili cita rasa estetik, semangat kebangsaan, dan watak dari budaya tiap negara.
9.Fungsi Promosi Dagang
 Di masa modern seperti sekarang ini, musik banyak dikreasikan sabagai sarana promosi, terutama melalui iklan-iklan di televisi dan radio.
10. Fungsi Ekonomi
            Bagi para musim dan artis propesional, musik merupakan mata pencaharian. Mereka dihargai lewat karya (lagu) yang mereka buat mainan.

C.   MANFAAT MUSIK DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI
1. Musik dan Pendidikan
          Musik tidak hanya berfungsi mengasah kemampuan bermusik seseorang , tetapi juga berperan dalam bidang pendidikan atau bidang ilmu lain, misalnya meningkatkan kecerdasan di bidang matematika, sosial, dan bahasa.
2. Musik dan Kecerdasan Emosional
          Musik merupakan perwujudan fisik dari ekspresi emosi melalui media suara yang, dengan segala kekuatannya, dapat memengaruhi suasana hati, perilaku dan sikap seseorang.
3. Musik dan Kesehatan
          Terapi musik adalah kegiatan terapi kesehatan manusia dengan menggunakan musik. Jenis terapi yang di maksud antara lain pemulihan, penyembuhan,  dan peringanan, terutama untuk tujuan kesehatan  mental-psikologis.












BAB III
PENUTUP

A.       Kesimpulan

Ada beberapa kesimpulan yang dapat kita ambil dari uaraian diatas, yaitu antara lain :
1.    Seni musik adalah sebuah karya dari manusia, yang dalam perkembangannya tidak dapat dipungkiri lagi, bahwa seni musik akan berkembang sesuai dengan perkembangan jaman.
2.    Perkembangan musik di Indonesia tiap tahun akan berubah sesuai dengan kondisi masyarakat di Indonesia, siapa yang dapat meraih simpati masyarakat, enak didengar, maka aliran itulah yang akan ditirukan oleh sebagian besar masyarakat di Indonesia
3.    Seni musik dapat membuat pribadi seseorang dapat menghargai karya orang lain dalam segala bidang. Dengan menghargai perbedaan tersebut maka dalam bermasyarakat berbangsa dan bernegara akan tercipta suasana yang aman, nyaman dan harmonis dalam masyarakat.
4.    Seni Musik tidak akan pernah padam atau tidak akan bias dipadamkan oleh siapapun, dengan kondisi apapun dan dimanapun berada.

B.    Saran

Dalam penulisan atau pembuatan makalah ini ada beberapa saran yang dapat dicantumkan disini. Dalam penciptaan seni musik hendaknya disisipkan nilai – nilai moral, sehingga secara otomatis terdapat pembelajaran yang bernilai positif bagi perkembangan tiap orang yang mendengarkannya


DAFTAR PUSTAKA
http://ronisetiawan271099.blogspot.co.id/

Pengaruh Musik Klasik Terhadap Psikologis Anak Usia Dini



BAB I
PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang
Musik merupakan suatu kebutuhan pokok bagi setiap manusia, karena musik dapat menjadikan orang merasa senang, gembira dan nyaman. Musik bisa menjadi efektif di bidang akademis dengan membantu pembentukan pola belajar, mengatasi kebosanan dan menangkal kebisingan eksternal yang mengganggu. Musik juga dapat membantu kita merasa bertenaga, percaya diri, mengurangi kesedihan, menghapus kemarahan, melepaskan stress serta mengurangi rasa takut dan cemas.
Musik harus dikenalkan sedini mungkin pada anak bahkan sejak dalam kandungan anak sudah dirangsang dengan jenis musik yang dapat mengembangkan kecerdasan anak yaitu jenis musik klasik. Bayi-bayi ketika di dalam kandungan mendengarkan musik yang rileks dan menenangkan ternyata tumbuh dan bertambah berat badannya dengan mudah serta lebih damai dengan diri mereka sendiri dan lingkungan sekitarnya, begitu mereka hadir di “dunia nyata” .Musik klasik akhir-akhir ini mulai diperkenalkan dan dipopulerkan setelah banyak yang membahas dan mengkaji lebih dalam tentang pengaruh positif musik klasik terhadap kehidupan baik untuk kesehatan ataupun juga peranannnya dalam pembelajaran.Musik klasik seperti karya Mozart, Bach, Bethoven, dan Vivaldi dapat meningkatkan kemampuan mengingat, mengurangi stress, meredaka ketegangan, meningkatkan energi dan meningkatkan daya ingat.Kunci kesuksesan model adalah latar belakang musik klasik atau instrumental. Musik klasikatauinstrumental telah diyakini dan terbukti dalam memberikan pengaruh positif dalam proses pembelajaran.
Musik Mozart yang termasuk salah satu jenis musik klasik dapat menguatkan daya ingat lebih cepat tiga bulan pada bayi. Mendengarkan merupakan kegiatan yang mayoritas hanya dianggap pasif dan kurang bisa mengembangkan kreativitas seseorang, karena orang tersebut hanya mendengar, tanpa ada hubungan timbal balik yang mempengaruhinya, seperti layaknya berbicara. Padahal pengaruh mendengarkan sangat baik untuk kita, objektif dengan layaknya seorang bayi ketika pertama lahir di dunia, setelah berbicara, yang kedua yaitu mendengarkan.
    Pada kenyataannya kegiatan mendengarkan dapat membantu untuk melatih telinga dan pikiran. Latihan ini dirancang untuk membantu meningkatkan kemampuan, khususnya yang terkait dengan mendengarkan musik. Mendengarkan musik merupakan kegiatan yang sering digemari oleh semua kalangan, mulai dari bayi yang masih berada dalam kandungan atau janin hingga orang dewasa dan tua. Musik mempersiapkan dasar untuk pembangunan kemampuan berbahasa, berbicara, pengertian, pengekspresian, serta kosakata.
Mendengarkan musik dapat merangsang atau menstimulasi respons emosi yang dalam istilah terapi disebut sebagai aktifnya berbagai perasaan (Djohan, 2009: 86). Musik merupakan alat bantu yang bermanfaat untuk menstimulasi kecerdasan intelektual dan psikologis anak sejak fase bayi dalam kandungan, usia batita, balita serta memotivasi anak di usia prasekolah sampai sekolah (John M.Ortiz, 2002: 33). Kebiasaan mendengarkan musik dapat membantu proses belajar dalam penguasaan berbahasa bagi anak usia dini. Pada usia dini, kemampuan otak anak sangat bagus dalam ingatannya. Mereka mampu merekam ingatan yang telah diajarkan oleh orang di sekitarnya melalui pendengarannya. Dan itu akan membawa dampak pada usia remaja atau dewasa nanti.






1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas dan untuk mempermudah penyusunan karya tulis ini  maka diambil rumusan masalah adalah:
1.      Apa pengertian musik klasik?
2.      Apa hubungan musik klasik dengan bahasa untuk anak?
3.      Bagaimana Pengaruh Musik Klasik Terhadap Psikologis Anak Usia Dini?

1.3 Tujuan
Adapun tujuan  dari penulisan karya ilmiah  ini  ini adalah:
1.      Untuk mengetahui pengertian musik klasik
2.      Untuk mengetahui  hubungan musik klasik dengan bahasa untuk anak.
3.      Untuk mengetahui Pengaruh Musik Klasik Terhadap Psikologis Anak Usia Dini.

















BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Musik Klasik
    Kata “classical” pada kamus The Oxford Concise Dictionary of Music (Oxford,2007) mengartikan bahwa Musik klasik merupakan istilah luas yang biasanya mengacu pada musik yang dibuat di atau berakar dari tradisi kesenian Barat, musik kristiani, dan musik orkestra, mencakup periode dari sekitar abad ke-9 hingga abad ke-2 (http://id.wikipedia.org).
Musik klasik adalah komposisi musik yang lahir dari budaya Eropa sekitar tahun 1750-1825. Biasanya musik klasik digolongkan melalui periodisasi tertentu, mulai dari periode klasik, diikuti oleh barok, rokoko, romantik. Pengertian lain dari musik klasik adalah semua musik dengan keindahan intelektual yang tinggi dari semua jaman, baik itu berupa simfoni Mozart, kantata Bach atau karya-karya abad 20 (http://dhani.blogspot.com).
        Bagi kebanyakan orang, musik klasik berarti simfoni, musik ruangan, opera, dan konserto. Beberapa komponis musik klasik yang sangat terkenal yaitu Bach, Mozart, Beethoven, dan Schubert. Mereka hidup dan bekerja pada abad ke-12 dan 18. Akan tetapi, musik klasik dapat juga berarti musik apapun yang mempunyai kualitas abadi. Beberapa dari lagu-lagu Beatles merupakan lagu klasik menurut jenisnya.
(Oxford Ensiklopedi Pelajar, 1999:3).
Siegel (1999) mengatakan bahwa musik klasik menghasilkan gelombang Alfa yang menenangkan yang dapat merangsang sistem limbik jaringan neuron otak. Hal yang sama dikemukakan Campbell (2001) dalam bukunya ”Efek Mozart” mengatakan musik Barok (Bach, Handel dan Vivaldi) dapat menciptakan suasana yang merangsang pikiran dalam belajar. Musik klasik (Haydn dan Mozart) mampu memperbaiki konsentrasi ingatan dan persepsi spasial. Sedangkan Gallahue (1998) mengatakan bahwa Kemampuan-kemampuan motorik,visual, auditif dan sentuhan makin dioptimalkan melalui stimulasi dengan memperdengarkan musik klasik. Ritme, melodi, dan harmoni dari musik klasik dapat merupakan stimulasi untuk meningkatkan kemampuan belajar anak. Melalui musik klasik anak mudah menangkap hubungan antara waktu, jarak dan urutan (rangkaian) yang merupakan keterampilan yang dibutuhkan untuk kecakapan dalam logika berpikir (http://www.depdiknas.go.id).
        Pengertian-pengertian yang telah disebutkan di atas sedikit memberi pengenalan dan pengetahuan tentang arti dari musik klasik itu sendiri. Menurut saya, musik klasik merupakan musik yang memiliki irama, melodi, harmoni yang tercipta dari berbagai macam instrument musik, seperti piano, biola, harp, dan lain sebagainya, yang memiliki nada secara teratur dan bersifat abadi. Artinya, musik klasik dapat kita dengarkan sampai kapanpun dan tidak akan musnah, dan musik klasik dapat dijadikan sebagai media pembantu dalam melatih pendengaran anak. Maka dari itu, musik klasik mempunyai pengaruh  penting dalam membantu proses belajar bagi anak usia dini, karena musik klasik memiliki pengaruh yang besar dalam proses peningkatan kecerdasan IQ (Intelegent Question) dan EQ (Emotional Question), termasuk peningkatan penguasaan bahasa yang diperoleh

2.2 Hubungan antara Musik Klasik dengan Bahasa bagi Anak Usia Dini
      Musik adalah materi budaya (seperti bahasa) yang dilengkapi sejenis semiotik dan kekuatan afektif yang digunakan dalam konstruksi sosial (Djohan, 2009:108). Secara perlahan, melodi musik mampu mempengaruhi perasaan, sehingga seakan-akan kita menyatu dengan musik tersebut. Kemitraan sempurna dari kata-kata dan musik mencerminkan proses-proses paralel yang digunakan otak untuk mendapatkan kemampuan berbahasa dan bermusik (Philip Sheppard, 2007: 30). Hal ini terkait pada keefektifan penguasaan bahasa bagi anak usia dini. Metode Carl Orff (Orff-Schulwerk) dari jerman yang menekankan ritme-ritme alamiah sebagai irama dasar sebuah lagu misalnya, dapat membantu mengeksplorasi gerakan dan permainan yang merangsang kreativitas dan imajinasi (Djohan, 2006: 144). Carl Orff adalah salah satu komposer di abad ke-20 yang paling berpengaruh dan populer. Schulwerk adalah sistem yang sangat efektif, yang diciptakan untuk mengajar dan mempelajari musik. Ini adalah sistem organik yang mengembangkan kemampuan melalui aktivitas yang dianggap menarik secara alamiah oleh anak-anak; yaitu bernyanyi, melantunkan rima, berdansa, perkusi tubuh, dan perkusi instrumental (Philip Sheppard, 2007: 379). Metode ini merupakan salah satu metode yang digunakan dalam kaitannya musik klasik.
    Menurut John M ortiz (2002: 13)  dalam kaitannya penguasaan musik dan bahasa meliputi:
GENETIS: Teori “Saya dilahirkan demikian!” Pandangan genetis tersebut merupakan teori yang didasarkan pada psikologi dan neurologi. Teori tersebut mengatakan bahwa otak kita sudah “terprogram” sejak lahir. Kemampuan kita dalam berbahasa dan berbicara sudah terbentuk sebelum kita lahir. Kemampuan tersebut kita wariskan dan berkembang dengan kecepatan alamiah tertentu.
                                                                                                                                    
PERILAKU: Teori “Lakukan apa yang anda pelajari, pelajari apa yang anda lakukan!” Teori perilaku mengatakan bahwa kemampuan berbicara maupun bahasa secara langsung dan tidak langsung dibentuk serta diajarkan oleh orang tua, saudara kandung, dan orang lain yang menguatkan berbaagai elemen bahasa yang akhirnya menjadi bahasa yang kita kuasai.

KOGNITIF: Teori “Lihatlah.. Pahami.. Katakan!” Model kognitif mengasumsikan bahwa pola bahasa dan pola berbicara berkembang dari gambaran mental dan mengikuti, bukannya mendahului, perkembangan intelektual.
    Sejumlah aliran pemikiran lain mengatakan bahwa perkembangan bahasa melibatkan dua atau tiga hal di atas, dan menambahkan unsur sosial, budaya dan berbagai unsur lainnya. Apa pun teori yag dianut para orangtua, dengan memberikan dukungan, kesempatan dan dorongan, pada dasarnya orang tua mampu memberikan pengaruh yang besar dan positif pada kemampuan anak-anak mereka untuk mempelajari, menggunakan, dan mengapresiasi bahasa, musik dan suara-suara lain.
John M ortiz (2002: 11) menyatakan bahwa bahasa membutuhkan kata-kata, cara mengucapkan, dan cara menggabungkan kata-kata untuk menyatakan perasaan dan pendapat kepada orang lain. Baik bahasa verbal maupun nonverbal, keduanya melibatkan suara, gerakan tubuh, tanda-tanda, serta berbagai macam dialek, idiom (ungkapan yang lazim dipakai), istilah, gaya dan ekspresi. Sementara itu, wicara melibatkan penggunaan bahasa untuk mengkomunikasikan perasaan dan pendapat lewat kata-kata yang bisa didengar. Wicara merupakan “bahasa suara”, interaksi verbal, percakapan, Musik, baik vocal, instrumen, elektronik maupun mekanis melibatkan penyusunan nada dan suara sekaligus, menggunakan urutan serta kombinasi ritme, melodi dan/atau harmoni. Bahasa percakapan dan musik, semuanya dapat dibagikan, diungkapkan, atau diterima dengan berbicara atau bernyanyi, mendengarkan, membaca, dan menulis serta menyusun lagu.
      John juga mengatakan bahwa proses mendengarkan, menciptakan musik, dan mengembangkan suara memberi banyak manfaat bagi anak-anak pada tahap praverbal dan verbal diantaranya:
1.  meningkatkan keterampilan mendengarkan.
2.  menyiapkan landasan untuk pengembangan bahasa dan dinamika suara.
3.  memperkenalkan suara sebagai alat.
4.  mengajarkan cara untuk menginterpretasikan keadaan psikologis seseorang (misalnya, sedih, bahagia, santai, gembira) lewat beberapa kualitas vocal seperti tinggi rendahnya nada, kualitas suara dan volume.
Pada pembahasan di atas, mayoritas musik yang di gunakan sebagai proses penguasaan bahasa adalah musik klasik. Menurut Dini Kasdu (2004: 56-58) membuktikan bahwa musik klasik memiliki berbagai macam harmoni yang terdiri dari nada-nada. Nada-nada inilah yang memberikan stimulasi berupa gelombang alfa. Gelombang ini memberikan ketenangan, kenyamanan, dan ketenteraman sehingga anak dapat lebih berkonsentrasi. Anak menjadi siap menerima sesuatu yang baru dari lingkungannya.
   Sejauh ini, musik yang benar-benar terbukti dan sangat besar pengaruhnya terhadap perkembangan otak bayi adalah jenis musik klasik karya Wolfgang Amadeus Mozart. Dibandingkan gubahan musik klasik lainnya, melodi dan frekuensi yang tinggi pada karya-karya Mozart mampu merangsang dan memberdayakan daerah motivatif di otak. Kemurnian dan kesederhanaan musik Mozart sendiri dengan komposisi yang digubahnya telah berhasil menghadirkan kembali keteraturan bunyi yang pernah dialami bayi selama dalam kandungan. Irama musik Mozart memberikan efek yang secara fisik, mental, psikologis, dan spiritual dapat mempertajam pikiran serta meningkatkan kreativitas dan menyehatkan tubuh anak. Oleh karena itu, tidak semua musik Mozart sama dan memberikan semua efek sama.
   Meskipun demikian, tidak berarti musik lainnya tidak akan memberikan efek apapun, selama berirama tenang, mengalun lembut, dan harmonis akan memberikan efek yang positif pula, baik itu musik jazz, pop atau tradisional. Hanya saja musik lain belum pernah diteliti pada manusia. Namun, tidak semua musik dianjurkan diperdengarkan pada janin, yaitu musik dengan irama keras dan cepat, seperti irama rock, disco, dan rap karena membuat janin tegang dan gelisah. Musik-musik keras menyebabkan timbulnya kebingungan pada bayi.

 Musik klasik mampu membantu proses belajar bahasa pada anak usia dini. Sebagaimana yang dikatakan oleh Deasy Andriani, Psi. (2008:21) dalam cuplikan beliau bahwa bonus besarnya, anak belajar berbagai bahasa. Kombinasikan musik yang ia dengar dengan bahasa-bahasa yang kita ingin ia pelajari. Ini adalah cara belajar bahasa yang  fun. Sejak usia 2 bulan, anak sudah mulai menirukan suara-suara yang ia dengar. Tetapi memang bunyi yang ia keluarkan belum sempurna dan tidak kita mengerti. Pada pernyataan tersebut, berarti musik klasik mempunyai keterkaitan dengan pembelajaran bahasa bagi anak. Anak mampu mempelajari berbagai bahasa yang ia dengar melalui orang di sekelilingnya.

2.3 Pengaruh Musik Terhadap Perkembangan Psikologis Anak Usia Dini  antara lain:
1. Literasi awal
Mendengarkan musik pada anak usia 1-5 tahun akan berpengaruh terhadap literasi awal anak. Dengan mendengarkan musik mereka mendapat pemahaman tentang fonologi, bahasa lisan dan keterampilan pemahaman yang merupakan dasar membaca dan berbicara.
2. Membangun kecerdasan
Mendengarkan musik berpengaruh terhadap perkembangan kecerdasan anak. Dengan mendengarkan musik, anak akan mampu membangun keterampilan spasial, temporal dan penalaran yang diperlukan untuk meningkatkan kemampuan matematika, ilmu pengetahuan dan teknik.

3. Meningkatkan kemampuan sosial psikologis
Dengan mendengarkan musik, anak akan memiliki keterampilan sosial dan psikologis yang penting untuk kesiapan kedewasaan yang berguna untuk berinteraksi dengan orang lain.
4. Meningkatkan kemampuan fisik
Mendengarkan musik akan membuat anak bergerak, menari dan memainkan alat sederhana. Dengan bergerak, akan meningkatkan aktivitas fisik dan keterampilan motorik halus anak.
5. Meningkatkan kreatifitas anak
Mendengarkan musik mampu mendorong anak untuk berpikir kreatif. Stimulus dari alunan musik akan mendorong munculnya kreativitas anak.
Aktivitas mendengarkan musik sekarang akan menjadi aktivitas yang berbeda jika Anda sudah mengetahui pengaruh musik terhadap perkembangan anak Anda. Jika Anda menginginkan anak Anda tumbuh dengan sehat dan cerdas, sudah saatnya Anda menggunakan musik sebagai terapi untuk membantu perkembangan anak Anda. Terapi yang bisa Anda gunakan adalah Terapi Gelombang Otak Smart Baby Music
Terapi Smart Baby Music adalah terapi yang dirancang khusus untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan anak Anda. Terapi Smart Baby Music bekerja langsung pada gelombang otak anak Anda sehinga manfaatnya bisa langsung diterima dan diserap oleh otak Anak. Terapi Smart baby Music berisi kumpulan musik klasik dan musik anak cerdas yang sangat cocok untuk Anda gunakan sebagai stimulus untuk perkembangan otak anak Anda. Jangan sia-siakan masa emas anak Anda dengan membiarkannya tumbuh tanpa stimulus yang tepat. Terapi Smart Baby Music sangat cocok untuk Anda gunakan pada anak Anda guna menyiapakan anak Anda menjadi anak yang cerdas dan sukses dimasa depan.
Selain dapat Anda gunakan untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan otak anak Anda, Terapi Smart Baby Music juga bisa digunakan oleh wanita hamil dan bayi dalam kandungan karena mampu memberikan efek menenangkan pada ibu dan meningkatkan perkembangan otak bayi. Terapi Smart Baby Music berbentuk CD musik terapi sehingga sangat mudah dan praktis digunakan. Penggunaan Terapi Smart Baby Musik ini dapat digunakan dengan cara dipakai oleh sang ibu, diperdengarkan pada perut ibu maupun diperdengarkan langsung pada anak usia 1-5 tahun.




















BAB III
   PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Musik klasik mampu membantu proses belajar bahasa pada anak usia dini. Sebagaimana yang dikatakan oleh Deasy Andriani, Psi. (2008:21) dalam cuplikan beliau bahwa bonus besarnya, anak belajar berbagai bahasa. Bahwasanya anak dalam usia pertumbuhan  perkembangan pada otak sangat pesat begitu juga begitu juga dengan psikologis dan perasaan anak. Pada masa ini kita dapat membentuk kepribadian anak dengan cara pendidikan yang sempurna. Begitu pula untuk merangsang emosiaonalnya.anak dapa tumbuh menadi kepribadian yang temperamental atau tenang. Dalam hal ini musik klasik akan dapat sangat membantu dalam membentuk psikologis anak. Selain itu juga musik klasik dapat membantu perkembangan otak secara pesat, sehingga kecerdasan anak dapat lebih berkembang.

3.2 Saran
1.Untuk memengaruhi kemampuan IQ dan EQ anak dapat melalui musik klasik.
2.Memperdengarkan musik klasik pada anak dapat membantu proses belajar bahasa. Oleh karena itu, musik klasik dapat memberikan kontribusi dalam pengajaran bahasa pada anak.








DAFTAR PUSTAKA

Merritt, S. (2003). Simfoni otak: 39 aktivitas musik yang merangsang IQ, EQ, SQ, untuk membangkitkan kreativitas dan imajinasi. Bandung: Kaifa.
Ortiz, J. M. (2002). Menumbuhkan anak-anak yang bahagia, cerdas, dan percaya diri dengan musik. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Christopher, Daniel L.Smith. 2005. Lebih Tajam dari Pedang. Yogyakarta: Kanisius.
Djohan. 2009. Psikologi Musik. Yogyakarta: Penerbit Best Publisher.
Djohan. 2006. Teori Musik, Teori dan Aplikasi. Yogyakarta: Galangpress.
 Rasyid, F. (2010). Dalam M. Sukma (Ed.), Cerdaskan anakmu dengan musik. Jogjakarta: DIVA Press.
Satiadarma, M. P. (2002). Terapi musik. Jakarta: Milenia Populer.

Schneck, D. J., & Berger, D. S. (2006). The music effect: Music physiology and clinical applications. Philadelphia, PA: Jessica Kingsley Publishers.















LAMPIRAN